Saturday, 15 February 2025

Review Buku : Mi Instan, Mitos, Fakta dan Potensi

Saturday, February 15, 2025
Review Buku : Mi Instan, Mitos, Fakta Dan Potensi

Judul : Mi Instan, Mitos, Fakta Dan Potensi
Nama Penulis : FG Winarno
Tahun terbit : 2016
Nama penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 147
No. ISBN : 978-602-03-3398-4

Penulis adalah seorang ahli Ilmu Pangan dan Teknologi. Ia mendapatkan gelar Profesor di bidang Ilmu Pangan dan Teknologi pada 1982 dari Institut Pertanian Bogor. Ia pernah menjabat Chairman Codex Alimentarius Commission FAO/WHO 1991-1995. Di dalam negeri ia pernah menjabat sebagai Penasihat Menteri Pangan RI 1996-2004 dan Presiden Indonesian Flavor dan Fragrance Association 1996-2004.

Bisa dibilang review buku ini sangat terlambat, kalau dilihat buku ini terbit tahun berapa dan saat ini sudah tahun berapa. Tapi tidak ada kata terlambat, bukan? Apalagi ini pertama kali saya menulis review buku yang mana sudah tertarik untuk mereview buku sejak dulu.

Ada cerita bertahun-tahun lalu saat saya bersama seorang kerabat yang sedang bezuk saudara di rumah sakit. Ketika kami sedang berbincang lewatlah seorang pramusaji yang sedang membawa mie instan yang memang diperuntukan bagi karyawan yang dinas malam. Kemudian saudara saya tersebut mengatakan bahwa katanya mie itu kan tidak baik untuk dikonsumsi tapi rumah sakit kok malah memberikan mie instan. Saya lupa waktu itu menjawab apa, he, namun kata-kata saudara saya tersebut terus teringat hingga kini.

Buku ini saya beli beberapa tahun lalu di sebuah outlet buku di sebuah mall di Jogja. Saya tertarik untuk membelinya karena topik mengenai mie instan ini memang banyak diperbincangkan. Topik yang menimbulkan rasa bersalah kalau makan mie instan. Saya berharap ada pencerahan setelah membacanya.

Buku ini terdiri dari 7 bab yang dikemas dalam bentuk tanya jawab di mana pertanyaan-pertanyaan tersebut dikumpulkan sesuai topiknya dalam masing-masing bab tersebut.

Di bab pertama misalnya, di sana dibahas mengenai asal muasal mie instan dan bagaimana penyebarannya di dunia yang akhirnya tiap-tiap negara memiliki mie sendiri dengan keunikannya. Dan disebutkan di sini adalah seorang bernama Momofuku Ando yang berpikir bagaimana cara mengatasi kekurangan pangan di Jepang setelah Perang Dunia II, yaitu dengan makanan praktis, mengenyangkan dan mempunyai daya simpan yang lama hingga muncullah mie instan seperti yang berkembang sangat pesat hingga sekarang.

Membaca bab pertama ini mengingatkan saya pada beberapa jenis mie yang ada di Indonesia. Banyak kita temui mie yang penampakannya berbeda-beda karena bahannya yang berbeda. Salah satu jenis mie yang unik namun enak itu adalah mie lethek dari Bantul yang dari warnanya terkesan kotor ( =bahasa Jawa : lethek ) namun bila dimasak dengan benar mempunyai cita rasa yang lezat.

Beberapa fakta yang sudah dipahami oleh masyarakat dibahas juga dalam buku ini. Diantaranya bahwa mengkonsumsi mie instan secara tunggal saja tidak akan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Maka perlu dilengkapi dengan protein dan sayuran. Selain itu kadar garam yang tinggi dalam bumbu mie instan menjadikan mie instan ini tidak disarankan untuk penderita hipertensi.

Ada beberapa temuan penelitian yang berkaitan dengan mie instan yang dibahas di buku ini. Efek mengkonsumsi MSG adalah salah satu isu yang masih menjadi bahan penelitian hingga beberapa waktu terakhir. Selain itu penggunaan styrofoam pada kemasan mie cup dan senyawa akrilamida yang ditemukan pada makanan yang dipanaskan. Di dalam buku ini dibahas berapa kadar yang diijinkan dan aman untuk dikonsumsi.

Saya sebagai masyarakat awam sebenarnya punya satu prinsip yang mudah : makanan yang sudah ijin edar oleh pihak yang berwenang, misal BPOM di Indonesia artinya makanan itu aman dikonsumsi. Tetapi saat kita mengetahui bahwa senyawa itu memang ada kadang ini tidak cukup menenangkan. 

Akhirnya menurut saya buku ini menjawab beberapa hal yang selama ini meragukan. Namun beberapa riset yang ditampilkan barangkali tidak mudah dicerna oleh masyarakat awam (termasuk saya, he) karena menggunakan istilah-istilah kimia. Tetapi meski tidak semua mudah dicerna itu cukup membuka mata mengenai temuan-temuan tersebut dan menjadikan kehati-hatian untuk tidak menjadikan mi instan sebagai menu utama.

Saturday, 18 January 2025

Kenali Siapa Saja Mahram Kita !

Saturday, January 18, 2025
"Maaf, bukan mahram." Kalimat yang sering kita dengar bila berkaitan dengan muamalah antara lawan jenis. Menandakan bahwa istilah ini sudah sangat familiar di dalam kehidupan sehari-hari. Namun seperti apa rincian 'mahram' itu sendiri. Berikut adalah definisi dan rinciannya.

Mahram dari kalangan wanita, yaitu orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya tanpa batas. Dibolehkan bagi lelaki ini  safar bersamanya, boleh boncengan dengannya, boleh melihat wajahnya,  tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.

Mahram dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
  • mahram karena nasab ( keturunan )
  • mahram karena penyusuan
  • mahram mushaharah ( kekeluargaan karena pernikahan ). 

Mahram karena nasab

Kelompok yang pertama dibagi menjadi tujuh golongan :
  • Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari jalur  laki-laki maupun wanita.
  • Anak perempuan ( putri ), cucu permpuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
  • Saudara perempuan sekandung, seayah atau seibu.
  • Saudara peremuan  bapak ( bibi ), saudara perempuan kakek ( bibi orang tua ) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
  • Saudara perempuan ibu ( bibi ), saudara perempuan nenek ( bibi orang tua ) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu.
  • Putri saudara perempuan ( keponakan ) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya  ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.
  • Putri saudara laki-laki ( keponakan ) sekandung, seayah atau seibu, cucu perempuannya dan seterusnya  ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita.

Mereka inilah yang dimaksudkan Allah subhanallahu wa ta'alaa :
"Diharamkan atas kamu ( mengawnini ) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara - suadara bapakmu yang perempuan, saudara-saudar ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan ..." ( QS An Nisa : 23 )

Mahram karena penyusuan 

Kelompok yang kedua juga berjumlah tujuh golongan sama dengan mahram yang telah disebutkan pada nasab, hanya saja di sini sebabnya adalah penyusuan. Dua diantaranya telah disebutkan Allah subhanahu wa ta'aalaa :
"Dan ( diharamkan atas kalian ) ibu-ibu kalian yang telah menyusukan kalian dan saudara- saudara peerempuan kalian dari penyusuan".( An-Nisa 23 )

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang wanita yang menyusui seorang anak menjadi mahram bagi anak susuannya, padahal air susu itu bukan milik dia melainkan milik suami yang mengaulimya sehingga memproduksi air susu. Ini menunjukkan secara tanbih bahwa suaminya menjadi mahram bagi anak susuan tersebut. Kemudian penyebutan saudara susuan secrara  mutlak, berarti masuk di dalamnya anak kandung  dari susu ibu susu, anak kandung dari ayah susu, begitu pula dari dua anak yang disusui oleh wanita yang sama. 
Maka ayat ini dan hadits yang marfu' :
"Apa yang haram karena nasab maka itupun haram karena penyusuan". ( Muttafaqun 'alaihi dari Ibnu Abbas ).

Keduanya menunjukkan tersebarnya hubungan mahram hubungan dari pihak ibu dan ayah susu sebagaimana tersebarnya pada kerabat atau ( nasab ). Maka ibu dari orang tua susu misalnya, adalah mahram sebagai nenek karena susuan dan seterusya ke atas sebagaimana pada nasab.

Adapun dari pihak yang menyusu, maka hubungan mahram itu terbatas pada jalur anak keturunan nya saja. Maka anak keturunannya yaitu anak, cucu  dan seterusnya ke bawah aadalah mahram bagi ayah dan ibu susunya. 

Mahram mushaharah 

Adapun kelompok yang ketiga maka jumlahnya 4 golongan sebagai berikut :
  1. istri bapak ( ibu tiri ), istri kakek dan seterusnya ke atas berdasarkan surat An-Nisa ayat 22.
  2. istri anak, istri cucu dan seterusnya ke bawah berdasarkan surat An-Nisa ayat 23.
  3. ibu mertua, ibunya dan seterusnya ke atas berdasarkan surat An-Nisa ayat 23.
  4. anak perempuan istri-dari suami lain ( rabibah ), cucu perempuan istri baik dari keturunan rabibah maupun dari kerturunan rabib dan seterusnya ke bawah berdasarkan suratAn-Nisa ayat 23.

Golongan 1, 2, 3 menjadi mahram hanya sekedar dengan akad nikah yang sah meskipun belum melakukan jima' ( hubungan suami istri ), adapun yang ke empat dipersyaratkan adanya jima selain adanya akad nikah yang sah. Dan tidak dipersyaratkan rabibah itu harus dalam asuhannya menurut pendapat yang paling rajih yaitu pendapat jumhur dan dipilih oleh Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. Dan mereka tetap sebagai mahram meskipun terjadi perceraian atau ditinggal mati. Maka misalnya istri bapak ( ibu tiri ) tetap sebagai mahram meskipun dicerai atau ditinggal mati oleh bapak.

Selain dari yang disebutkan di atas maka bukan mahram. Jadi boleh seseorang menikahi rabibah bapaknya atau menikahi perempuan dari saudara perempuan dari istri bapaknya dan seterusnnya.

Begitu pula saudara perempuan istri atau bibi istri, baik karena nasab atau penyusuan maka bukan mahram dan tidak berlaku hukum mahram padanya. Namun berlaku hukum mahram apabila saudaranya atau keponakannya itu masih sebagai istri.
Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta'aalaa :
"Dan ( haram atasmu ) mengumpulkan dua wanita bersaudara sebagai istri ( secara bersama-sama )." ( An-Nisa 23 )

Dan hadits Abu Hurairah radhiallahu 'anhu muttafaqun 'alaih bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam melarang mengumpulkan seorang wanita dengan bibinya sebagai istri secara bersama-sama. Wallahu a'lam bishshowab. ( Lihat tafsir Ibnu Katsir, tafsir As Sa'di, Asy Syarhul Mumti", 5/168-210 )

( Sumber : Asy Syariah - Vol I No 8 - 1425 H )

Friday, 8 November 2024

Membuat Akta Kelahiran Ibu

Friday, November 08, 2024
Beberapa waktu lalu ada info yang beredar bahwa paspor dengan satu nama, visa umrohnya tidak bisa keluar. Namun selang beberapa jam kemudian pernyataan itu diralat. Bahwa seperti sebelum-sebelumnya paspor dengan satu nama bisa dipakai untuk berangkat umroh. Entah dari mana asal informasinya namun kurang di re-check dan sempat beredar luas sehingga memunculkan kekhawatiran pada jamaah yang hendak berangkat umroh. 

Mengingat tentang paspor ini saya jadi ingat bagaimana saya mengurus pengajuan paspor umroh Ibu saya pada sekitar tahun 2018. Banyak tahapan yang harus dilalui sebelum ke kantor imigrasinya, khususnya ketika saya membuat Akta Kelahiran ibu.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan paspor adalah pemohon harus menyertakan salah satu dari : Akta Lahir/Ijazah/Buku Nikah. Ibu saya karena jamannya dulu kurang mendapatkan pendidikan formal maka ibu tidak memiliki ijazah yang bisa digunakan untuk pengajuan paspor yaitu ijazah yang memuat data : nama, tempat-tanggal lahir dan nama orang tua.
Sedangkan untuk Akta Nikah ada ketidaksesuaian antara nama di akta nikah dengan KTP dan KK. Sehingga Akta Nikah inipun tidak bisa dipakai karena kemungkinan akan ditolak.

Mengenai kesalahan penulisan pada buku nikah tersebut Ibu pernah bercerita. Saat menikah dulu buku nikah itu langsung disimpan saja tanpa memperdulikan kesalahan penulisannya. Karena pembuatan akta lahir didasarkan pada buku nikah, maka kesalahan ini menurun di akta lahir anak-anaknya. Termasuk saya, he.

Karena ijazah dan akta nikah tidak ada maka pilihan terakhir adalah Akta Lahir. Dan ini adalah pilihan paling aman, karena akta lahir belum dimiliki sehingga bisa dibuat dulu dengan data yang benar.
Untuk mencari tahu apa saja syarat membuat akte lahir saya kemudian ke Dukcapil. Beberapa syarat itu antara lain : Formulir dari Dukcapil, KTP, KK, Surat pengantar ( atau surat apa-saya lupa namanya ) yang  ditanda tangani oleh dua orang saksi yang mana saksi tersebut lebih tua dari pemohon dan dianggap sebagai orang yang mengetahui lahirnya si pemohon.

Dari syarat-syarat tersebut ada hal yang perlu diperhatikan yaitu apabila pemohon bisa melampirkan buku nikah orang tua, maka dalam akta lahir akan tercantum nama ayah dan ibu. Sedangkan bila tidak ada buku nikah  maka hanya akan dicantumkan nama ibu saja. Dan alhamdulillah, Ibu saya masih menyimpan akta nikah bapaknya ( kakek saya ) yang jaman dulu ternyata akta nikah itu berupa selembar kertas kira-kira ukuran A5. Dokumen jadul ini masih ada dan tersimpan dengan baik. Beberapa bagian sudah berlubang karena tersimpan lama, namun semua datanya masih terbaca dengan jelas seperti nama mempelai, tanggal pernikahannya, mas kawin, nama penghulu dan KUA tempat menikah.
surat nikah
Mas kawin pernikahan 1950 : katju ( sapu tangan )

Akta nikah asli tersebut harus difotokopi dan di legalisir di KUA tempat kakek saya menikah. Untungnya KUA ini tidak jauh dari rumah saya, hanya beda kecamatan. Ya kan memang orang dulu kebanyakan menikah dengan orang yang dekat saja, he. Di KUA dokumen dicocokkan dengan buku arsip yang jaman dulu ditulis dengan tulisan tangan. Dan ditemukan catatan pernikahan kakek saya dan datanya sesuai dengan dokumen yang saya punya. Petugas KUA memberikan cap legalisir dan berkas siap dipakai untuk mengajukan akta lahir.

Saya kemudian kembali ke Dukcapil untuk mengumpulkan semua syarat-syaratnya. Saya lupa berapa hari prosesnya namun setelah dikumpulkan syarat-syarat ini tidak ada masalah apapun dan alhamdulilah akta lahir Ibu saya bisa keluar. 
Dan dengan akta lahir ini Ibu saya bisa mengajukan paspor ke kantor imigrasi. Di kantor imigrasi sama sekali tidak ada kendala. Semua berjalan dengan lancar dan paspor Ibu saya bisa terbit.

Oh ya karena nama Ibu saya hanya satu kata, maka di paspornya ditambah menjadi 3 kata. Nama paspor yang unik karena kata ke dua adalah nama ayahnya dan kata ke tiga adalah nama kakeknya. Ini berbeda dengan nama yang terdiri dari 2 suku kata, maka paspornya akan tertulis 2 kata yaitu nama aslinya.

Untuk anak-anak yang lahir sekarang, barangkali pengajuan akta lahir ataupun dokumen lain tidaklah rumit karena jaman sekarang semua orang sadar pentingnya merawat dokumen pribadi dan aturan yang ada untuk segera mengurusnya. Namun untuk yang seusia ibu saya atau yang lebih tua banyak yang tidak mempunyai pendukung atau pernah punya tapi hilang.

Demikian cerita saya saat membuat akta lahir Ibu. Beberapa hal penting yang menjadi pelajaran untuk kita adalah  : harus teliti dengan dokumen pribadi dan apabila ada kesalahan harus sesegera mungkin direvisi. Kedua adalah penyimpanan dokumen yang rapi sehingga dengan mudah ditemukan saat diperlukan.

Saturday, 26 October 2024

Menjadi Tim Kesehatan Tes CPNS

Saturday, October 26, 2024
Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan tugas untuk menjadi tim Kesehatan seleksi pegawai negeri ( CAT ASN ). Kegiatan seleksi ASN ini adalah kewenangan BKN yang dilakukan serempak dari berbagai kementerian. Nah, BKN berjasama dengan rumah sakit tempat saya bekerja dan saya termasuk yang ditunjuk bertugas pada kegiatan CAT ASN tersebut.

Penunjukkan ini bisa dibilang mendadak, apalagi untuk saya yang mendapat jadwal pada hari ke dua. Dan sebenarnya, sempat ada rasa berat kalau berkaitan dengan tugas luar seperti ini. Namun karena nama saya sudah ada di situ ya bagaimana lagi. Harus dijalani lah, he. Dan saya yakin akan selalu ada pengalaman baru yang bisa diambil dari kegiatan luar seperti ini. Pengalaman yang tidak dapatkan saat kita berdinas di bangsal rumah sakit.

Tim kesehatan sendiri terdiri dari dokter, perawat dan driver ambulans. Masa seleksi tahap pertama ( kemampuan dasar ) akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu dan saya bertugas satu hari saja.
Saat hari kedua tersebut saya tergabung dalam satu tim yang terdiri dari 1 dokter, 2 perawat dan 1 driver ambulans emergensi. Kami bertugas di salah satu tempat seleksi di sebuah hotel di Yogyakarta.

Menurut informasi dari tim yang bertugas pada hari pertama, kondisi pelaksanaan test lancar dan aman. Tidak ada keluhan dari peserta yang membutuhkan penanganan atau dirujuk ke rumah sakit. Ini cukup melegakan. Harapannya seperti itu juga pada hari ke-2. Namun ada warning bahwa di lokasi tes pada hari ke-2 tersebut ada 3 acara yang bersamaan. Pertama adalah tes ASN ini, kedua acara resepsi pernikahan dan ketiga adalah acara dari PT Pegadaian. Dengan akses masuk yang sama maka suasana hotel akan lebih ramai.

Dan benar saja, sesampainya di lokasi saya sempat nyasar ke acara resepsinya. Setelah beberapa kali bertanya baru menemukan posko kesehatannya. Sesuai dengan jadwal yang ditentukan saya sampai lokasi pukul 06.30, yang mana para peserta juga sudah mulai berdatangan dan melakukan daftar ulang. Di posko saya bergabung dengan rekan yang berangkat langsung dari RS dengan mobil ambulans. Setelah menata perlengkapan kami menuju area lokasi dan stand by di beberapa titik yang sekiranya mudah terlihat bila ada yang membutuhkan pertolongan.
Sesuai SOP kami harusnya stand by di posko. Namun hari itu kami dihimbau untuk lebih pro aktif mendekat ke area seleksi.

Alur masuk peserta seleksi ini dimulai dari depan lobby hotel. Di sana para peserta akan melakukan registrasi yang diampu oleh masing kementerian sesuai peminatan peserta. Pada hari ke dua tersebut kementerian yang mengampu adalah Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan.

Setelah mendaftar para peserta ini akan naik ke lantai 1 dan harus menitipkan tas dan benda-benda yang dilarang seperti : jam tangan, handphone, cincin, anting dan benda berlogam lainnya. Intinya peserta hanya boleh membawa kartu identitas dan kartu ujian saja. Kemudian peserta melewati security check dan dikumpulkan di area steril sebelum memasuki ruang ujian.

Hari kedua itu tes terbagi menjadi 4 sesi. Masing-masing sesi terdiri dari 90 menit untuk registrasi, proses security check dan 100 menit untuk pelaksanaan tes. Kegiatan di hari kedua tersebut berakhir pada pukul 17.10 yaitu saat waktu tes terakhir selesai.

Karena baru pertama ini melihat lokasinya sempat bertanya-tanya bagaimana alurnya bila terjadi kegawatan pada peserta. Sepertinya letak posko kurang strategis. Namun karena dari sesi satu dan dua tidak ada masalah apa-apa alias semua peserta sehat, maka di sesi selanjutnya kami tim kesehatan lebih santai. Dan dalam pelaksanaannya kami malah jarang diam di posko dan lebih sering stand by di area kedatangan peserta sambil mengamati tahapan yang dilalui para peserta.

Peserta tes ini macam-macam karakternya. Ada yang datangnya gasik. Ada yang pada waktu-waktu akhir baru muncul. Beberapa peserta yang datang mepet masih diijinkan masuk. Namun ada juga yang ditolak oleh BKN karena memang telah melewati batas waktu. Kadang kami ikut dag dig dug melihat peserta yang seperti ini. Tapi mungkin ada hambatan di jalan atau manajemen waktunya yang kurang baik sehingga tidak bisa mengatur waktunya. 

Suasana hotel hari itu memang lebih sibuk karena beberapa acara yang bersamaan. Dan dari peserta sendiri banyak yang diantar oleh keluarga yang menunggu hingga ujian berakhir. Para pengantar ini menunggu di area depan hotel sehingga menambah ramai suasana di depan hotel.

Tim Kesehatan sendiri meninggalkan lokasi menjelang pukul 17.30. Beberapa peserta sudah mulai keluar dari ruang ujian. Hingga acara berakhir di hari itu tidak ada masalah kesehatan yang dialami peserta. Esok hari tim kesehatan akan hadir dengan petugas yang berbeda sesuai jadwal yang telah ditentukan.

By the way, test ini masih tahap pertama dari ujian CPNS yaitu Seleksi Kemampuan Dasar. Setelah lolos dari tes ini peserta akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang. Masih panjang jalan para calon abdi negara ini. Semoga diberikan kemudahan dan menjadi abdi negara yang baik. Aamiin ...

Wednesday, 1 March 2023

Tentang Cita-cita

Wednesday, March 01, 2023

Manusia merencanakan Tuhan yang menentukan. Manusia punya impian namun kenyataan kadang tidak seperti yang kita bayangkan. Ini adalah cerita tentang cita-cita…

Waktu usia SD, kalau ditanya apa cita-citaku aku akan menjawab menjadi guru. Mungkin karena merekalah sosok yang paling sering aku temui dan memang kulihat bahwa mereka ini sosok yang baik, penampilannya rapi, orangnya pintar dan berwibawa maka aku bermimpi menjadi guru.

Ketika masa SMP cita-citaku mulai bergeser. Aku ingin menjadi seorang akuntan. Saya membayangkan keren sekali bekerja di bank, berkutat dengan buku catatan angka-angka rupiah. Lucu bila diingat, karena sekarang boro-boro menjadi pegawai bank bahkan aku selalu ingin bisa seminimal mungkin bermuamalah dengan bank karena ada 'riba' di dalamnya. 


Saat SMA bayangan menjadi pegawai bank itu mulai berubah. Kala itu aku punya pelajaran favorit yaitu pelajaran Bahasa Inggris. Di mata pelajaran ini aku memang cukup menonjol dengan nilai yang selalu bagus. Hal ini menimbulkan keinginan setelah SMA aku akan kuliah di jurusan yang lebih mendalami Bahasa Inggris. Namun memilih jurusan kuliah bagiku tidak sesederhana itu. Kuliah tidak hanya butuh suka atau tidak dengan jurusannya. Banyak hal lain yang harus dipertimbangkan, apakah biayanya murah dan nanti kedepannya akan seperti apa hingga akhirnya keinginan itu disingkirkan saja. Kembali ke pilihan yang lebih realistis. He ..

Dan sekarang aku adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit negeri. Nah, bagaimana itu ceritanya?

Pada akhirnya aku memilih tempat kuliah dengan berbagai pertimbangan yang terbaik menurutku.

- tempat kuliah relatif dekat

Kampus keperawatan ini lokasinya sekitar 6 km dari rumah. Kampus ini menyediakan asrama untuk mahasiswanya. Namun kalau ingin pulang ke rumah pun juga tidak masalah. Ini pastinya akan menghemat biaya transport bila dibanding bila harus kuliah di tempat yang lebih jauh. Dan enaknya lagi kampus ini menyediakan asrama untuk mahasiswanya. Namun kalau ingin pulang ke rumah pun juga tidak masalah. Selain fasilitas asrama ada juga jatah makan 3 kali dan disediakan bus kampus untuk transportasi ke tempat-tempat praktikum. Jadi untuk fasilitas benar-benar terjamin.

- waktu pendidikan yang singkat

Jurusan yang kuambil ini adalah program D3. Waktu pendidikan tiga tahun dan setelah lulus saya bisa melamar di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lain.

- peluang kerja

Waktu itu ada yang bilang lulusan perawat banyak dibutuhkan. Dan aku kuliah di kampus negeri yang kualitas lulusannya dikenal bagus. Maka harapannya setelah kuliah ya langsung bisa kerja.

Masa-masa kuliah terlewati dengan stressor paling berat adalah adaptasi dengan kehidupan asrama dan rutinitas perkuliahan yang padat. Namun alhamdulillah semua selesai juga pada waktunya dan tibalah saatnya aku mencari kerja.

Aku mendaftar di rumah sakit negeri melalui tes CPNS dan dua rumah sakit swasta waktu itu. Tes PNS nya diterima sedangkan di dua rumah sakit lainnya tidak lulus seleksi. Dan di tes PNS ini aku memilih RS yang terdekat dengan rumah pastinya sehingga aku tidak perlu merantau ke luar daerah. Dan singkat cerita hingga tahun ini aku telah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai PNS di RS pemerintah di Jogja.
 
Begitulah jalan hidup. Tidak semua orang mendapatkan apa yang dia impikan. Banyak suka duka yang telah dialami saat menjalani kuliah perawat ini maupun saat menjalani pekerjaannya. Namun seiring bertambahnya usia kita semakin bisa bersyukur dan mengambil hikmah dari apa yang terjadi di masa lalu.

Cerita Emas

Wednesday, March 01, 2023

Investasi emas saat ini semakin booming saja. Sepertinya semakin banyak orang tahu kelebihan menabung emas ini, terutama emas batangan. Atau bisa jadi ada yang awalnya seperti saya, ingin menabung untuk jangka panjang tapi tidak ingin berurusan dengan bunga bank.

Salah satu bukti bahwa emas semakin diminati, saat ini kita tidak harus ke Butik Emas Antam atau ke toko emas besar untuk mendapatkan emas batangan. Banyak outlet baik offline maupun online yang menjual emas batangan ini. Bahkan di lingkungan kerja saya ada teman yang sudah berbisnis emas ini dan menjual dalam pecahan kecil.
Dan beberapa waktu lalu saat ke Butik Emas Antam ( setelah sekian lama tidak ke sana ) saya lihat suasananya jauh beda dengan dulu yang sepi. Sekarang pengunjungnya tampak lebih ramai .

Dulu saya tidak pernah tertarik dengan yang namanya perhiasan emas. Bisa jadi karena memang tidak suka memakai macam-macam aksesoris, maka tidak terlintas untuk membeli perhiasan emas. Malah pernah heran saat lagi jalan sama teman tiba-tiba dia mengajak saya melihat perhiasan di sebuah etalase. Dia tampak antusias sekali kalau melihat etalase perhiasan. 

Namun kemudian saya terbawa oleh teman-teman waktu tinggal di asrama perawat. Ada yang punya ide membelanjakan uang insentifnya untuk dibelikan perhiasan. Waktu itu belum familiar yang namanya emas batangan, apalagi yang gram nya kecil. Saya ikut saja karena sepertinya menyisihkan uang dalam bentuk perhiasan adalah ide yang baik. Maka saya beli sesuatu yang paling mungkin dipakai oleh saya yaitu anting-anting. Seingat saya di masa itu saya punya 3 pasang anting-anting.

Setelah sekian lama berlalu, saya berniat menjual satu anting-anting saya karena saya kurang sreg dengan anting-anting ini. Nah, ada cerita lucu. Saya ke pertokoan emas di Jogja yaitu di Ketandan. Sampai di sana anting-anting saya diperiksa dan dicocokkan dengan suratnya. Ternyata surat dan antingnya tidak cocok. Ternyata saya salah bawa surat. He.. Wah saya jadi heran juga karena sepertinya saya tidak salah naruh, tapi kok ternyata salah. Kayak saya ini punya banyak perhiasan, padahal tidak.

Tapi ketidakcocokan itu tidak masalah karena anting-anting tetap bisa dijual setelah diperiksa oleh tukang emas di toko tersebut. Dikatakan bahwa anting-anting saya beratnya 1,200 gram. Karena saya niatnya tukar tambah jadi berat ini kemudian dikonversi sesuai dengan harga emas saat itu.

Sepulang dari toko emas itu saya penasaran dan mencari surat anting-anting saya. Dan ternyata memang masih ada. Dari surat itu ketahuan kalau beratnya dulu 1,150 gr. Lha, saya untung dobel dong. Ada penambahan berat di emasnya dan ternyata harganya lebih tinggi dibanding saat beli dulu. Nggak sengaja ini, he. 

Apapun cerita tentang emas, selalu menunjukkan bahwa emas ini adalah alat investasi yang menenangkan. Saya pernah diberikan sebuah cincin oleh Ibu saya yang dibeli pada tahun 2005. Di surat pembelian tertulis berat emasnya adalah 10.1 gram, dengan harga 1.335.000. Artinya harga per gramnya sekitar 132 ribu. Jika dibandingkan saat ini, anggap saja harga jual emas perhiasan adalah 600 ribuan maka bisa kita pastikan bahwa nilainya tidak turun. Kalaupun tidak untung, karena pada waktu yang sama harga barang-barang sudah naik tinggi juga, tetapi nilai tukarnya masih kuat. Seperti kata seorang penasihat keuangan : "Emas tidak akan membuat kita semakin kaya, tetapi emas akan membuat kita tetap kaya." 

Tuesday, 12 October 2021

Journaling

Tuesday, October 12, 2021

Setelah berbulan-bulan ( hampir 2 tahun, he ) tidak menulis di blog ini maupun di blog Catatan Yoen, saya akhirnya bisa posting lagi. Padahal selama berbulan-bulan itu banyak sekali yang bisa diceritakan. Saat pertama merawat pasien covid misalnya, pasti menarik untuk diceritakan. Atau perubahan pola hidup selama pandemi yang panjang dengan segala cerita suka dan dukanya.


menulis jurnal


Kali ini saya ingin menulis tentang sesuatu yang baru yang saya kerjakan, yaitu 'journaling'.
Di sebuah postingan YouTube, saya mengenal istilah 'journaling' ini. Sebuah kegiatan menulis catatan harian baik untuk merencanakan kegiatan sehari-hari maupun menulis bebas tentang apa-apa yang ingin ditulis oleh penulisnya. Bukan sesuatu yang asing sebenarnya karena sejak dulu kita sudah mengenal yang namanya buku diary. Tapi bagi saya tetap menjadi hal baru karena saya memang tidak punya kebiasaan menulis buku diary.


Saya sendiri tertarik ingin menulis buku harian ini sebagai stress release. Banyak hal yang saya rasakan belakangan ini yang menguras pikiran dan emosi. Katanya dengan menuliskannya, masalah-masalah kita akan terlokalisir, alias tidak nggrambyang kalau istilah Jawanya. Dan ini juga untuk 'pengalihan' yang mana kalau ada waktu luang saya biasanya lebih banyak membuka medsos atau membuka aplikasi market place. Sesuatu yang sangat tidak produktif.


Dari berbagai pilihan aktivitas yang ada, saya merasa cocok dengan kegiatan menulis manual ini. Meski sejak dulu sudah sering menulis, salah satunya ngeblog ini, tetapi menulis manual itu sesuatu yang sangat berbeda. Tulisan di blog Saya dulu kebanyakan ditulis untuk eksistensi ngeblog. Memikirkan bagaimana agar tulisan bisa  muncul di mesin pencari atau kadang bertujuan ikut lomba menulis untuk mendapatkan hadiah. Bahkan awal-awal ngeblog dulu saya bermimpi bisa memasang iklan di blog.


Nah, journaling karena tujuannya sebagai stress release, isi jurnal saya akan lebih banyak berisi tentang ungkapan perasaan. Saya berencana akan menulis tentang beberapa kejadian yang beberapa waktu ini menguras emosi saya. Lalu saya juga akan menuliskan apa-apa yang membuat saya gembira pada waktu sekarang maupun di masa lalu. Begitu juga kalau ada kejadian yang berkesan. Dan juga sepertinya menarik kalau suatu saaat berjumpa dengan seseorang dan mendapatkan sesuatu yang menarik dari orang tersebut kemudian kita menuliskannya di sebuah catatan, he. Dan banyak lagi ide tulisan yang sudah saya kumpulkan untuk mengisi buku harian saya.


Jadi dengan kata lain sekarang saya punya dua media untuk menulis. Kalau tulisan itu sifatnya rahasia maka saya akan menuliskannya di jurnal pribadi. Saya tidak perlu memikirkan apakah orang lain akan suka atau tidak. Ada manfaatnya atau tidak. Tetapi kalau tulisan itu sekiranya ada manfaatnya dan tidak berkenaan dengan rahasia orang maka saya akan menuliskannya di blog ini.


Bila lazimnya orang menulis jurnal itu menggunakan kertas dan pulpen, maka untuk menulis jurnal ini saya memakai dua cara, yaitu dengan diketik dan tulis tangan. Baik menulis dengan tangan atau mengetik semuanya punya kelebihannya. Bila tulisan diketik maka hasil ketikan akan saya cetak kemudian saya masukkan ke dalam binder. Suatu ketika entah kapan mungkin saya akan membaca tulisan saya sendiri.
Sedangkan menulis manual katanya akan lebih memberikan terapi bagi jiwa. Dan banyak yang bilang tulisan tangan saya itu bagus loh, he, jadi jangan sampai itu tidak digunakan untuk menulis sesuatu yang bermakna untuk saya sendiri.

Apakah anda juga suka menulis jurnal? Yuk, berbagi cerita tentang menulis jurnal ini.

Tuesday, 24 December 2019

Cerita Saya Mendaftar Mobile Banking dan Internet Banking

Tuesday, December 24, 2019
Mendaftar Mobile Banking dan Internet Banking

Sudah lama tidak ke kantor bank dan memang sebenarnya saya agak segan untuk datang ke kantor bank kalau urusannya tidak darurat. Selain karena antrian yang lama setelah urusan pokok kita selesai kadang masih ditawari dengan beberapa produk bank yang bikin saya senyam senyum karena kalau langsung menolak nggak enak juga sama cs nya, he.

Belum lama ini mau tak mau saya harus mendatangi kantor bank karena tidak bisa log ini di internet banking versi yang baru. Sebenarnya sudah cukup lama layanan internet banking ini dialihkan ke versi yang baru di mana para nasabah harus mendaftar ulang untuk aktivasinya. Tapi saya nya aja yang agak menyepelekan sehingga sampai website versi lamanya ditutup saya belum juga mendaftar.

Awalnya saya ke kantor bank yang terdekat dengan tempat kerja saya. Di sana saya diterima oleh satpam yang menanyakan keperluan saya. Saya bilang bahwa saya ingin ke customer service dan bertanya mengapa saya tidak bisa log in di website versi yang baru. Waktu itu dijawab oleh satpam nya bahwa halaman website tersebut sekarang sudah tidak bisa dan dialihkan ke mobile banking. Satpam juga menyarankan agar saya mendownload terlebih dahulu aplikasinya apabila saya belum mendownload.

Saya sebenarnya agak kurang yakin dengan penjelasan bapak satpam ini. Rasanya aneh kalau layanan internet banking itu tidak bisa digunakan lagi. Dan sepemahaman saya, aplikasi di smartphone itu beda dengan website bank yang saya buka melalui browser. Tapi sayang karena terkendala sinyal yang sangat jelek, saya tidak bisa membuka website yang saya maksud dan menunjukkannya ke satpam.

Akhirnya karena hampir setengah jam saya tidak bisa membuka websitenya saya memilih pulang saja. Saya pikir tidak ada gunanya juga kalau bisa ketemu dengan cs kalau handphone saya tidak bisa terkoneksi dengan internet. Namun sebelum pulang itu saya sudah memulai proses mengunduh aplikasi mobile banking nya. Kata pak satpam sih itu aplikasinya.

Lain hari saya kembali datang ke kantor bank lain yang lebih dekat dengan rumah saya. Sama seperti di kantor bank yang pertama, saya di tanya sama satpamnya apa keperluan saya. Ketika saya bilang akan menanyakan kenapa tidak bisa log in di internet banking, dijawab bahwa sekarang sudah dialihkan ke mobile banking. Saya bilang ke satpamnya bahwa saya memakai internet banking dan bukan aplikasi mobile banking dan masalah saya saat ini adalah saya tidak bisa log in. Saya sempat membuka halaman websitenya dan menunjukkannya ke satpam, namun jawabannya sama bahwa website tersebut sudah tidak bisa lagi ...

Masih merasa aneh dengan jawaban pak satpam yang kurang lebih intinya website bank ini tidak bisa lagi. Tapi dari pada saya pusing akhirnya saya ngikut proses yang harus di lakukan yaitu mendaftar di ATM kemudian mengisi formulir permintaan aktivasi internet banking dan yang penting mengantri ke customer service untuk bertanya langsung.

Sampai giliran saya, permintaan aktivasi mobile banking saya di verifikasi dan tinggal aktivasinya di aplikasi. Karena saya sudah disuruh download sebelumnya maka saya tunjukkan aplikasi yang telah saya download sebelumnya. Wk wk .. ternyata aplikasi yang saya download kemarin bukanlah aplikasi yang dimaksud. Aplikasi tersebut diperuntukkan bagi perusahaan dan bukan nasabah individu. Eh, pantesan saya agak aneh dengan nama aplikasinya yang ada tulisan 'bisnis', tapi karena sudah di iyakan oleh satpam di kantor sebelumnya ya saya manut saja.

Sepertinya memang saya harus bersabar dengan proses pendaftaran mobile banking ini karena ketika membuka Playstore aplikasi yang harus saya download tidak muncul. Dibilangin sama cs nya mungkin versi android saya tidak mendukung karena aplikasi ini hanya didukung oleh android versi 5 ke atas. Gubrakk ...

Memang betul sih handphone saya androidnya versi 4. Padahal saat ini sudah versi 10. Jadi ternyata handphone saya kurang update alias sudah tergolong jadul. Dan saya harus upgrade versi android saya atau ganti handphone agar saya bisa mendownload aplikasi ini, he.

Akhirnya keinginan saya untuk menggunakan layanan internet banking atau mobile banking harus tertunda. Sementara ini semua urusan bayar membayar dan transfer harus terencana dengan lebih baik karena saya hanya bisa bertransaksi lewat ATM.  Untuk upgrade androidnya sepertinya tidak sesederhana yang saya bayangkan karena sejak lima tahun lalu handphone saya tidak pernah diutak-atik alias sudah jauh ketinggalan. Dan untuk beli handphone baru, tampaknya ini solusi terbaik namun harus merogoh kocek dalam-dalam. Hmm ...

Friday, 15 November 2019

Agar Pinjam Meminjam Tak Jadi Runyam

Friday, November 15, 2019
Pinjam meminjam adalah sesuatu yang lazim terjadi dalam hidup kita. Hubungan antar manusia yang saling membutuhkan dan ingin saling menolong sehingga transaksi pinjam meminjam ini dapat terjadi. Tetapi sayang niat baik ini kadang berbuntut ketidaknyamanan bila seiring berjalannya waktu peminjam tak punya komitmen untuk mengembalikan pinjamannya.


seputar pinjam meminjam
ilustrasi via pixabay.com

Cerita tidak mengenakkan seputar pinjam meminjam ini banyak terjadi di sekitar kita. Ada seorang teman yang punya piutang uang tapi kesulitan saat hendak menagih, padahal dia sedang membutuhkan dana tersebut. Akhirnya dia harus menjadi peminjam juga untuk memenuhi kebutuhannya. Ada lagi yang meminjam uang kepada temannya, sampai beberapa tahun berlalu tak ada komunikasi kapan akan dikembalikan. Padahal sebenarnya kesempatan berbicara itu ada, karena yang pinjam dan yang meminjami berada di satu gedung kantor dan beberapa kali bertemu.
Dan masih banyak lagi pastinya cerita tentang pinjam meminjam yang sering kita dengar sehari-hari.

Memang pinjam meminjam uang antar teman atau saudara biasanya didasarkan atas rasa saling percaya. Tak ada saksi apalagi jaminan. Bila pinjaman tersebut dianggap kecil, biasanya peminjam akan rela saja bila pinjaman tak kunjung kembali. Tetapi beda ceritanya bila jumlah pinjaman tersebut relatif besar. Pinjaman yang tak kunjung kembali ini akan membuat si peminjam resah. Kadang upaya menagih pun bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi kedua belah pihak. Salah-salah persahabatan yang tadinya baik menjadi renggang gara-gara masalah pinjam meminjam ini.

Lalu bagaimana agar pinjam meminjam uang ini menjadi nyaman untuk kedua pihak?

Beberapa hal berikut ini mungkin bisa menjadi catatan bagi yang meminjam maupun pemberi pinjaman :

1. perhitungkan resikonya

Masing-masing orang bisa jadi punya patokan nilai sendiri-sendiri tentang hal ini. Dan bisa jadi ketika kita meminjamkan kepada saudara bisa beda perlakuan dibanding ketika meminjamkan kepada teman. Tapi semua akan setuju bahwa resiko terbesar saat kita memberikan pinjaman adalah saat si peminjam tidak mampu atau menunda-nunda mengembalikan pinjamannya. Oleh karena itu kita harus tahu akan seberapa jumlah yang bisa kita pinjamkan dan apakah bisa dipinjamkan dalam waktu lama. Selain itu kita juga harus siap dengan semua resiko bila pinjam meminjam dilakukan dengan dasar saling percaya.

2. kontrak waktu

Biasanya inisiatif ini datang dari yang meminjam untuk menunjukkan komitmennya kapan akan mengembalikan. Tapi bisa juga ini menjadi syarat yang diberikan si peminjam untuk disepakati kapan harus mulai mengembalikan, misalnya 1 bulan, 2 bulan, 1 tahun dan seterusnya.

Saat tiba waktu yang disepakati tersebut, bagi peminjam tidak boleh menunda-nunda pembayaran hutangnya. Bila belum mampu, mintalah kerelaan kepada pemberi pinjaman untuk memperpanjang waktunya.
Sebaliknya pemberi pinjaman sebenarnya mempunyai hak untuk menagih kepada peminjam bila sudah jatuh tempo. Meskipun ini sering tidak dilakukan karena segan atau lainnya. Dan apabila peminjam belum mampu maka tidak diperkenankan memaksa membayarkan hutangnya.

3. barang jaminan

Ini adalah cara sederhana untuk memberikan kepercayaan kepada orang yang memberi pinjaman. Mungkin cara ini lazim di tempat gadai atau bank, tapi tidak lazim saat pinjam meminjam antar teman. Dan biasanya pertemanan atau saudara tidak pernah mensyaratkan jaminan seperti ini. Tetapi ini bisa menjadi solusi yang menenangkan bagi kedua belah pihak.

Barang jaminan dapat berupa barang-barang yang berharga seperti emas, surat berharga atau barang berharga lainnya. Bila disepakati oleh kedua belah pihak, barang jaminan ini bisa menjadi pembayaran bila saat jatuh tempo peminjam tidak mampu melunasi hutang.

4. pentingnya saksi dan catatan

Manusia itu tempatnya lupa. Kadang-kadang kita sangat percaya diri bisa mengingat sesuatu, tapi pada akhirnya lupa. Terutama bagi yang meminjam hutang harus dicatat agar tidak lupa dengan kewajibannya sendiri. Sedangkan untuk pemberi pinjaman catatan bisa menghindarkan kita dari keragu-raguan dan berbagai masalah di kemudian hari.

Saksi sangat penting terutama jika jumlah pinjaman relatif besar. Ajaklah seseorang yang dipercaya dan bisa menjaga nama baik kedua belah pihak. Dan yang tidak kalah penting dari saksi adalah, apabila seseorang telah berumah tangga, maka sebaiknya pasangan suami/istri mengetahui hal ihwal peminjaman ini. Selain sebagai saksi, suami/istri ini adalah ahli waris yang akan menanggung bila terjadi sesuatu ke depannya.

Tentang perlunya suami atau istri untuk mengetahui tentang transaksi hutang ini, saya pernah menemui aturan ini diberlakukan oleh bagian keuangan di sebuah kantor yang bekerjasama dengan bank dalam melayani pinjaman kepada karyawannya. Apabila yang meminjam tersebut sudah berstatus menikah maka wajib untuk mengajak suami/istri saat menerima uang pinjaman.

5. membayar hutang adalah prioritas

Ada sebuah nasihat yang mengatakan jika seseorang sedang memiliki tanggungan hutang maka dia tidak boleh bergaya hidup mewah atau membeli kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya tersier. Membayar hutang ini harus menjadi prioritas setelah kebutuhan primernya. Mungkin akan banyak yang tidak setuju dengan hal ini, karena gaya hidup adalah kebiasaan yang sudah berlangsung lama dan sulit dihilangkan, he. Tapi bukankah menjadi aneh bila seseorang individu mempunyai pinjaman yang tak kunjung dibayar namun kemudian unggahan di media sosialnya menunjukkan gaya hidup yang tidak murah.

6. jangan berprasangka

Selain beberapa hal di atas perlu kiranya kita berbaik sangka kepada orang yang meminjam apabila orang yang meminjam tiba-tiba lama tak terdengar kabarnya. Bisa jadi ada sesuatu yang membuat yang bersangkutan tidak segera melunasi pinjamannya. Bisa ditanyakan baik-baik dan mengingatkan tentang pinjamannya.

Ada kejadian yang tak bisa saya lupakan hingga sekarang tentang seorang teman lama yang datang dan meminjam uang kepada saya. Karena setelah meminjam itu memang teman saya ini tidak pernah berkunjung lagi atau memberikan kabar lagi, saya menjadi merasa agak aneh. Ditambah lagi ada suara negatif yang masuk telinga saya membuat saya akhirnya memutuskan untuk menagih pinjaman tersebut lewat surat ( - waktu itu belum jamannya chattingan, he ).

Ternyata keputusan saya tersebut menimbulkan persoalan baru. Surat yang saya kirim tidak sampai kepada yang bersangkutan tapi malah dibaca oleh saudaranya dan anggota keluarga yang lain. Masalah pinjam meminjam ini akhirnya diselesaikan oleh sang adik dan saya baru tahu waktu itu bahwa ada sedikit masalah antara teman saya dan keluarganya sehingga surat itu dibuka tanpa sepengetahuan teman saya tersebut.

Beberapa waktu setelah kejadian itu baru saya menerima surat berisi permintaan maaf dari teman saya yang sekaligus menjelaskan kenapa dia tidak kunjung muncul dan melunasi hutangnya. Sebenarnya alasan yang dia berikan bisa diterima. Mungkin yang seharusnya dilakukan teman saya adalah tetap menjaga komunikasi dengan saya sehingga tidak terkesan tiba-tiba menghilang. Sebuah pelajaran yang semoga menjadi hikmah untuk semuanya.
seputar pinjam meminjam
Untuk yang memberi pinjaman :

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa menghilangkan suatu kesusahan dari seorang muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya kesusahan dari kesusahan-kesusahan akhirat. Dan barang siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang mu'sir ( kesulitan membayar hutang ), niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya."

Untuk yang meminjam :

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

Semoga kita termasuk orang yang amanah ketika menjadi peminjam dan bisa mendulang banyak pahala saat menjadi orang yang berkelebihan.

Thursday, 17 October 2019

Selain Uang, Ini Keuntungan Yang di Dapat dari Ngeblog

Thursday, October 17, 2019

Keuntungan Ngeblog Selain Uang

Bermacam-macam tujuan orang membuat blog. Ada yang memang sejak awal ingin menghasilkan uang dengan ngeblog. Ada juga yang bertujuan menyalurkan hobi menulis. Dan ada juga yang awalnya menyalurkan hobi namun kemudian berpikir agar blognya bisa menghasilkan uang.

Saya pun pernah berpikir untuk bisa mendapatkan uang dari blog. Paling tidak untuk ganti beli kuota lah, he. Karena keinginan tersebut saya dulu rajin mencari tahu tentang seluk beluk Google Adsense dan mencoba beberapa cara untuk monetisasi blog. Saya pernah bergabung dengan beberapa situs pay per click lokal dan pernah juga ikut menjual souvenir unik di blog dengan teknik dropship.

Tapi karena berbagai sebab, tak ada satu pun dari program-program tersebut yang berlanjut. Dari tayangan iklan yang saya sendiri kurang sreg hingga blog saya yang kurang memenuhi syarat untuk mendaftar Google Adsense. Kesimpulannya monetisasi blog tidak semudah yang saya bayangkan, he.

Lalu setelah semua harapan untuk mendapatkan uang tersebut pergi apakah saya masih terus ngeblog. Faktanya demikian. Saya masih terus ngeblog hingga sekarang. Sepertinya minat untuk menulis melebihi keinginan-keinginan lainnya. Meski itu artinya ngeblog ini menjadi hobi yang menyenangkan namun juga butuh biaya untuk mengelolanya.

Selain Uang, Apa Keuntungan Yang di Dapat dari Ngeblog?


Setiap orang bisa jadi memiliki jawaban yang berbeda-beda. Kalau saya, berikut ini beberapa di antaranya:

1. eksistensi

Semua orang butuh akan eksistensi. Menulis di blog adalah salah satu cara untuk eksis namun tetap positif. Ada kepuasan tersendiri saat kita berhasil menyelesaikan beberapa tulisan di blog. begitu juga saat tulisan kita dicari orang dan bisa muncul di mesin pencari. Itu artinya apa yang kita tulis ada manfaatnya dan artinya kita telah eksis dong, he.

2. menulis lebih baik

Teringat dulu waktu awal-awal ikut giveaway, saya butuh waktu lama untuk menulis 200 kata saja. Saya yang biasanya nulis resep makanan harus berusaha lebih menuliskan ide yang ada di kepala. Tapi seiring berjalan waktu menulis panjang menjadi semakin terbiasa. Seperti pepatah bilang "Alah bisa karena biasa".

Kemudian seiring berjalan waktu dan semakin banyakya pengunjung muncul rasa tanggung jawab untuk menulis dengan lebih baik. Tak hanya dalam cara menulis agar mudah dipahami tapi juga isi tulisan yang memang bermanfaat untuk banyak orang.

3. bermanfaat untuk orang lain

Seperti halnya kita saat mencari informasi di internet, pengguna internet yang lain juga mencari informasi sesuai kebutuhannya. Dengan menulis di blog kita bisa membantu orang lain yang membutuhkan informasi tersebut. Bisa dari pengalaman pribadi atau keilmuan sesuai bidang masing-masing seperti kesehatan, travelling, teknologi, tips seputar dapur dan lain sebagainya.

4. mengisi waktu luang

Kejenuhan bisa dialami oleh semua orang. Jenuh dengan rutinitas harian atau dengan permasalahan yang dihadapi. Nah bagi yang suka menulis ngeblog bisa menjadi alternatif untuk berkegiatan di waktu luang.

Dan di jaman yang serba online ini menulis unguk blog tidak harus duduk di depan komputer. Dengan smartphone kita bisa update blog di mana saja. Saat mengantri di bank, sambil antri membayar pajak atau lainnya. Kadang di saat menunggu tersebut kita malah mendapatkan ide tulisan yang menarik. Saat banyak orang menggunakan waktu luang untuk browsing, chatting, membaca berita, nah ngeblog bisa menjadi salah satu pilihannya.

5. tempat curhat

Menulis adalah bercerita. Blog memberikan ruang yang sangat luas untuk mengeluarkan isi pikiran dan berbagi pandangan. Ini lebih baik dari pada kita cuap-cuap di media sosial yang ruangnya sangat sempit untuk menulis. Dan apa yang kita tulis di media sosial tersebut bisa jadi tidak akan mudah diakses seperti tulisan di blog. Jadi blog ini seperti buku harian namun masih layak dibaca banyak orang.

6. menambah wawasan

Salah satu keuntungan dari ngeblog adalah kesempatan untuk bergabung di komunitas blog. Di group tersebut saya bisa berbagi tulisan dan membaca tulisan orang lain dengan blog walking. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dengan saling berkunjung ke blog orang lain. Selain tips dan tutorial blog, saya jadi bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Ngeblog juga membuat kita terus belajar. Seperti misalnya ketika ada pertanyaan di kolom komentar tulisan saya seputar resep atau tips baking, ada semacam tanggung jawab untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Kalau saya belum tahu jawabannya, saya akan berusaha mencari tahu dan banyak belajar lagi seputar baking.

Itu beberapa hal yang saya dapat dari ngeblog selama ini. Bagaimana dengan anda?

Monday, 7 October 2019

Tentang Niche Blog dan Konsistensi Ngeblog

Monday, October 07, 2019
Tentang Niche Blog dan Konsistensi Ngeblog

Salah satu yang tantangan bagi sesorang blogger adalah konsistensi dalam menulis. Konsisten bukan hanya terus menulis agar postingannya terus bertambah tetapi juga tulisan yang baik yang sesuai dengan topik blognya. Untuk blog yang topiknya general mungkin masih leluasa mendapatkan banyak ide tulisan. Tetapi bagi yang memilih blog dengan niche tertentu, konsisten menulis adalah suatu perjuangan.

Saya pun merasakan tantangan ini ketika membuat blog Catatan Yoen yang nichenya adalah resep dan tips baking. Saya dulu memilih topik ini karena saat memulai ngeblog saya lagi seneng-senengnya masak-masak khususnya baking. Dan itu juga yang memotivasi saya untuk eksis melalui blog dan akhirnya membuat blog. Ditambah lagi saya kemudian bergabung di sebuah komunitas kuliner, membuat saya lebih semangat lagi untuk menampilkan hasil masakan saya.

Perpaduan antara ‘hobi’ dan ’obsesi' untuk eksis ini ternyata klop, he. Blog Catatan Yoen cepat sekali tumbuhnya. Tidak hanya jumlah postingannya yang bertambah, jumlah pengunjungnya pun semakin meningkat. Seiring dengan itu saya pun mulai belajar lebih banyak tentang seluk beluk blog. Dari mengenal SEO hingga utak-atik kode html agar blog saya lebih nyaman bagi pengunjung.

Tapi pada suatu waktu di mana saya tidak bisa baking lagi atau malas mencari ide tulisan seputar baking. Mulai jarang update blog dan jenuh dengan blog saya sendiri, he. Apalagi ketika saya kemudian bergabung dengan komunitas blog dan mulai mengikuti kontes blog maka saya menjadi gemar menulis beragam tema.

Baca juga : Tentang Giveaway dan Blog Competition

Yang menjadi masalah kemudian, saya mulai berasa aneh ketika di blog yang berisi resep-resep masakan di dalamnya ada tulisan yang mengulas tentang produk suplemen kesehatan atau produk perawatan kulit. Sangat tidak nyambung kan, he. Begitu juga ketika melihat template blog yang sepertinya kurang sesuai untuk menulis review produk, membuat saya menjadi kurang pede saat mau ikut kontes blog, he.

Membuat blog lagi? Awalnya ini juga yang terpikir di kepala. Tapi mengingat dulu waktu membangun blog pertama cukup menghabiskan waktu dan energi, maka keinginan membuat blog baru saya lupakan sejenak. Selama beberapa waktu saya menulis banyak hal dan kadang-kadang ikut kontes blog di blog masak memasak, he.

Namun pada akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan kemantapan saya membuat blog kedua yaitu Yoen Ngeblog. Dan tak lagi mau menghabiskan waktu untuk utak-atik html saya membeli template premium dengan sedikit modifikasi agar sesuai dengan kebutuhan blog saya.

Di blog kedua ini saya menulis beragam topik. Tentang hal-hal yang menarik bagi saya namun masih layak untuk diceritakan. Pastinya selain tentang resep masakan. Selain tulisan baru, ada juga beberapa tulisan dari blog pertama yang didaur ulang karena sayang kalau tidak di tulis ulang.

Kalau blog pertama dulu niche blognya adalah resep dan tip baking, untuk blog kedua ini saya sendiri masih bertanya-tanya apa sebutannya yang sesuai. Tadinya saya ingin menjadikan blog ini lifestyle blog. Tetapi sepertinya jiwa saya tak cocok untuk mengulas tentang ‘gaya hidup’, he. Karena kalau menilik dari definisinya lifestyle blog lebih banyak membutuhkan tampilan visual selain narasi.

Mungkin lebih sesuai jika dilabeli personal blog jika melihat tulisan-tulisannya lebih merupakan ekspresi dan pendapat pribadi mengenai hal-hal yang saya alami atau rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di dalamnya adalah mencurahkan unek-unek yang ada di kepala saya. Tapi bukan semata-mata curhat lho ya. Pastinya sesuai sebutannya blog ini hanya dikelola oleh seorang saja yaitu saya sebagai penulis.

Setelah ada blog kedua ini, saya semakin jarang update di blog pertama. Meski begitu hingga sekarang blog pertama saya tersebut masih terus eksis. Ada satu artikel yang paling banyak dikunjungi hingga saat ini yaitu Ovenku Oven Tangkring yang bisa dibilang menjadi artikel andalan untuk blog tersebut terus eksis. Hingga artikel ini saya tulis, kalau kita mengetikkan kata kunci ‘cara menggunakan oven tangkring’ atau ‘seputar oven tangkring’ di mesin pencari, artikel saya tersebut masih muncul di halaman pertama Google.

Ngeblog itu tidak mudah dan juga tidak murah. Butuh kuota internet, butuh meluangkan waktu dan butuh pihak lain jika ada kesulitan dalam mengelola blog. Dan pastinya butuh skill menulis agar tulisan kita bisa dipahami dengan baik. Lalu mungkin ada yang bertanya, apa yang kita dapat dari ngeblog?   -bersambung-

Monday, 16 September 2019

Membuat Postingan Blog Tanpa Koneksi Internet

Monday, September 16, 2019
Ngeblog itu tidak gratis. Yup, kita butuh meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk mengelola blog. Awal kita membangun blog kita butuh meluangkan waktu dan pikiran untuk menentukan ide seperti apa blog kita nantinya. Kita juga perlu biaya untuk beli kuota internet. Dan kalau template dan domainnya juga beli, kita juga harus butuh merogoh kocek lebih banyak lagi. Begitu juga ketika setiap harinya kita memperbaharui blog.

Mungkin banyak yang seperti saya, kalau sedang membuat postingan kepikiran boros kuota. Salah satu sebabnya karena saya merasa butuh waktu yang cukup lama untuk membuat sebuah postingan. Sehingga ketika saya mengedit postingan dalam keadaan tersambung ke internet ( online ) saya pikir pasti akan banyak menghabiskan kuota.
Sebab yang lainnya adalah karena blog ini tidak/belum memberikan penghasilan, he. Maka perlu kiranya meminimalkan biaya ngeblog agar kegiatan yang menyenangkan ini tidak menjadi hobi yang mahal.

Lalu bagaimanakah caranya agar kita dapat membuat postingan blog tanpa tersambung ke internet?

Cara Pertama
Bisa dibilang cara ini adalah cara bodon, he. Yaitu dengan mematikan koneksi internet di laptop atau smartphone yang kita pakai untuk nge-blog.
Caranya, setelah kita membuka halaman edit draft postingan di blogger, buka pengaturan koneksi internet di laptop atau smartphone. Matikan koneksi internet. Lalu silakan edit postingan blog anda. Sebelum menyimpan, buka kembali koneksi internet anda dan simpan hasil editan sebagaimana biasanya.

Cara Membuat Postingan Blog Tanpa Koneksi Internet
setting : disconnect

Yang perlu diketahui dari cara pertama ini, perubahan yang kita buat tidak akan otomatis tersimpan. Maka ketika kita tiba-tiba menutup halaman atau merefresh halaman edit, maka perubahan yang kita buat tersebut akan hilang. Berbeda ketika  saat kita mengetik dalam keadaan online perubahan yang kita lakukan akan otomatis disimpan oleh blogger.

Dan tentunya ketika kita mematikan koneksi, maka semua sistem yang membutuhkan koneksi internet seperti pesan chat, video di youtube, aplikasi online lainnya tidak akan berjalan. Yah, namanya juga cara bodon, he.

Cara Kedua
Cara kedua untuk membuat postingan blog secara offline adalah dengan menggunakan aplikasi  Open Live Writer ( OLW ). Aplikasi ini dapat diunduh di laptop dan kita bisa menggunakan versi gratisnya. Untuk mengunduh silakan kunjungi website Open Live Writer ya.

Cara Membuat Postingan Blog Tanpa Koneksi Internet
Source : Open Live Writer-Wikipedia

Sebelum saya mengenal OLW ini sebenarnya saya pernah menggunakan aplikasi pendahulunya yaitu Window Live Writer ( WLW ). Setelah lama tidak update ngeblog dan ganti laptop saya sempat kehilangan akun WLW saya dan bertanya-tanya apakah aplikasi WLW ini masih ada. Ternyata WLW memang sudah tidak bisa diunduh lagi dan sebagai gantinya kita bisa menginstal Open Live Writer.

Cara Membuat Postingan Blog Tanpa Koneksi Internet
Source : Window Live Writer-Wikipedia

Di Open Live Writer kita bisa membuat beberapa akun blog seperti halnya di dashboard blogger. Masing-masing blog ini dapat kita sesuaikan temanya sesuai tema blog yang kita pakai. Saat kita ganti template, kita bisa memperbaharui temanya di Open Live Writer agar sesuai template terbaru.

Beberapa fitur dari OLW ini antara lain : halaman edit yang sesuai tema blog, tag heading, word count, mengunggah gambar dan video serta menu untuk publish tulisan kita ke blogger. Selain itu kita juga bisa melihat preview postingan kita dari layar edit. Dan semua proses edit tersebut bisa dilakukan secara offline. Jadi layaknya kita mengetik di MS Word dengan tampilan seperti template blog kita.

Cara Membuat Postingan Blog Tanpa Koneksi Internet
Tampilan Open Live Writer

Tapi perlu diingat ya. Meski edit postingannya bisa offline, tapi ketika kita akan mengirim draf ke blogger kita tetap harus terkoneksi dengan internet. Demikian juga ketika kita update tema blog, kita harus terkoneksi dulu dengan internet. Jika sedang tidak memungkinkan untuk online, maka tulisan bisa kita disimpan dulu di draf OLW.

Update :
Belakangan saya lebih suka menulis draft di dokumen laptop. Ketika tulisan tersebut siap dipublish akan saya salin ke halaman postingan di blog. Meskipun ada beda format dengan halaman edit di blog tapi masih bisa ditangani dengan baik. Dan dengan cara ini saya juga melihat jumlah kata dalam artikel saya.

Nah itu beberapa cara mengedit postingan blog tanpa terkoneksi dengan internet. Silahkan dicoba.

Friday, 6 September 2019

Nama Unik Jajanan Nusantara

Friday, September 06, 2019
Indonesia punya banyak sekali makanan yang unik. Bukan hanya penampilan dan rasanya tapi juga namanya yang kadang membuat kita berpikir akan maknanya. Ada nama-nama yang terdengar ganjil di telinga seperti mie lethek, tai kucing, sate kere, nasi kentut, rondho kemul, kerupuk melarat dan banyak lagi lainnya.

Selain yang terdengar ganjil, ada yang namanya merupakan akronim seperti cilok ( aci dicolok ), cireng ( aci digoreng ), kipo ( = iki opo ), basreng ( bakso goreng ) dan lain sebagainya. Dan selain itu masih banyak lagi nama jajanan yang mungkin unik dan kita tidak tahu asal-usulnya.

Di antara keunikan jajanan nusantara yang pernah saya temui, berikut ini ada nama jajanan yang merupakan kata ulang. Berikut ini di antaranya :

1. Onde-onde


Anda pasti tidak asing dengan jajanan ini. Ada beberapa macam onde-onde yaitu onde-onde ketawa, onde-onde ketan dan ada juga keciput yang di tempat saya biasa juga disebut onde-onde ceplus.

Onde-onde ketawa terbuat dari bahan dasar terigu, telur, gula dan biji wijen untuk baluran. Ke dalam adonan ini ditambahkan bahan pengembang sehingga merekah saat digoreng. Selain karena rasanya yang gurih manis ada krispinya, onde-onde ketawa ini menarik karena bentuknya yang mekar merekah.

Onde-onde ketan dibuat dari tepung ketan dengan isian kumbu kacang hijau yang manis. Tekstur bagian kulit agak liat dengan baluran biji wijen.
Sedangkan onde-onde ceplus berbentuk kecil-kecil sebesar kelereng dengan tekstur yang renyah. Saat saya masih kecil, keciput ini sering menjadi pengisi toples saat lebaran.

2. Untir-untir


Ada yang menyebut jajanan ini kue tambang karena menyerupai tali tambang. Untir-untir ini berbahan dasar terigu, telur dan gula. Setelah adonan kalis kemudian dibentuk memanjang dan dipilin atau dalam bahasa Jawa diuntir menyerupai tambang. Ini sebabnya cemilan ini disebut untir-untir.

3. Alen-alen


Alen-alen dinamai sesuai bentuknya yang menyerupai ali-ali ( cincin ). Dibuat dari ketela pohon yang direbus lalu dihaluskan kemudian diberi bumbu dan bahan lainnya. Adonan kemudian digiling atau dipilin dan dijemur. Setelah itu baru digoreng hingga matang.

Lain alen-alen, beda lagi yang namanya Lanting. Sama-sama berbahan singkong tetapi proses pembuatannya sedikit berbeda. Pada pembuatan Lanting tidak melalui penjemuran, tetapi setelah dibentuk seperti angka 8 langsung masuk ke penggorengan. Mungkin karena ini, tekstur Lanting jadi lebih renyah. Namun meski beda proses pembuatan, keduanya alen-alen maupun lanting asyik untuk cemilan maupun teman makan.

4. Arem-arem


Arem-arem ini bentuknya mirip seperti lemper, tapi biasanya sedikit lebih besar. Merupakan salah satu makanan pengganjal perut yang populer. Kalau ada acara seminar atau pengajian, biasanya ada arem-arem di snack box nya. Selain itu arem-arem cocok juga dibawa sebagai bekal piknik. Mungkin ini juga sebabnya arem-arem dibuat agak besar. Biar kenyang, he.

Arem-arem ini pada dasarnya adalah nasi gurih ( nasi uduk ) dengan isian tumis tempe di dalamnya. Nah, isian ini bisa dibikin sesuai selera dan menyesuaikan budget. Kalau mau lebih lezat isiannya bisa ditambahkan irisan daging ayam atau daging sapi.

5. Enting-enting

Kalau di Eropa ada Nougat maka di Jawa ada Enting-enting. Cemilan manis ini dibuat dari gula dan kacang tanah yang disangrai. Mula-mula gula direbus hingga mendidih. Kemudian kacang tanah dimasukkan ke dalamnya. Panas-panas adonan gula kacang ini dituang di loyang dan ditunggu hingga dingin. Setelah dingin enting-enting siap dipotong sesuai selera. 

enting-enting gepuk
Berbeda pada enting-enting gepuk, proses pembuatannya sedikit berbeda. Setelah adonan menyatu adonan digepuk sehingga pada enting-enting gepuk teksturnya lebih ngeprul atau beremah.

6. Ongol-ongol


Jajanan ini teksturnya lembut membelai lidah dengan rasa manis gula merah. Banyak versi untuk membuat ongol-ongol ini. Ada ongol-ongol yang dibuat dari tepung sagu, tepung hunkwe atau pati kanji atau kombinasi dari tepung tersebut. Perbedaan tepung dan perbandingannya ini yang akan membedakan tekstur ongol-ongol ini.

Proses membuatnya ada yang merebus semua bahan hingga masak dan baru mendinginkannya di wadah atau loyang kemudian baru diiris-iris. Ada yang mencampur semua bahan lalu dikukus di loyang hingga masak, baru dipotong-potong sesuai selera. Penyelesaian akhir, ongol-ongol ini disajikan dengan kelapa parut.

7. Awug-awug

Di Jogja awug-awug dibuat dari campuran tepung ketan, tepung beras, parutan kelapa dan gula pasir. Bahan-bahan tersebut di campur rata kemudian dikukus di wadah yang di alas daun pisang. Setelah matang awug-awug diiris dan siap disajikan.

Selain awug-awug versi Jogja yang memakai gula pasir, di daerah Jawa Barat ada awug-awug yang memakai gula merah. Bahan-bahan yang terdiri tepung beras dan kelapa parut dicampur hingga rata. Campuran ini kemudian dikukus berselang seling dengan serutan gula merah menggunakan kukusan atau loyang kerucut. Sepertinya awug-awug gula merah ini lezat, semoga suatu saat saya bisa ketemu dengan awug-awug versi kedua ini.

Itulah beberapa contoh keunikan jajanan Indonesia. Di tengah menjamurnya jajanan kekinian jajanan tersebut masih ada yang eksis dan ada juga yang semakin jarang kita temui. Nah, kalau di daerah anda ada jajanan unik apa. Silahkan ceritakan di kolom komentar ya.

Thursday, 5 September 2019

Ketika Saya Ingin Menaikkan Berat Badan

Thursday, September 05, 2019
Diet menurunkan berat badan mungkin sering kita dengar. Tetapi diet menaikkan berat berat badan sepertinya tidak banyak yang membahasnya. Mungkin karena anggapan bahwa menaikkan berat badan ( BB ) tidak sesulit menurunkannya. Atau bisa jadi orang yang ingin menaikkan BB tidak sebanyak yang ingin menurunkannya, he.

tips menaikkan berat badan

Sebenarnya kelebihan maupun kekurangan BB adalah kondisi yang sama-sama beresiko mengalami masalah kesehatan. Kelebihan BB dapat meningkatkan risiko terkena stroke, penyakit diabetes, hipertensi dan dapat menghambat akvititas karena cepat lelah akibat hambatan saat bernapas.
Sebaliknya orang yang terlalu kurus beresiko mengalami osteoporosis, gangguan kesuburan dan resiko mudah terkena penyakit infeksi bila tubuhnya kekurangan nutrisi.

Ukuran Berat Badan Ideal

Ukuran ideal ini memang relatif untuk tiap-tiap orang. Tapi ada salah satu cara untuk menilai status nutrisi orang dewasa yaitu dengan menghitung Indeks Massa Tubuh ( IMT ). Dari nilai IMT ini akan terlihat apakah perbandingan berat badan dan tinggi badan sesuai dengan standar atau termasuk dalam rentang yang beresiko. Berikut rumus IMT :
tips menaikkan berat badan
Dan rentang nilai IMT adalah :
tips menaikkan berat badan

Jadi mengenai berat badan ini tidak melulu soal penampilan ya, meski tidak dipungkiri faktor penampilan kadang menjadi motivasi yang paling kuat untuk seseorang untuk berjuang mencapai berat badan BB ideal.

Baca juga : Pentingnya Menjaga Berat Badan Ideal

Ada yang bilang gemuk itu bakat. Begitu juga dengan orang kurus, katanya sudah bawaan. Bagi yang sedang menjalani diit kalau mendengar pernyataan ini pasti langsung hilang semangatnya,he.

Saya mungkin satu di antara banyak orang yang BB nya kurang dari normal dan sulit untuk naik. Padahal dengan IMT 18an dan postur yang jelas nampak kurus sebenarnya saya ingin menaikkannya beberapa kilo lagi.

Ada beberapa sebab yang membuat BB saya sulit naik. Salah satunya adalah keluhan maag yang saya derita selama beberapa tahun belakangan. Akibat gejala maag yang sering muncul tersebut membuat lambung saya jadi lebih sensitif. Tidak bisa asal makan, karena salah makan bisa menjadi keluhan berkepanjangan. Saya juga tidak bisa makan asal banyak karena perut jadi tidak nyaman. Pada masa-masa itu kenaikan BB sedikit saja bagi saya sudah sangat bermakna.

Namun ada suatu saat di mana timbul keinginan saya untuk benar-benar menaikkan BB. Minimal bisa masuk range IMT normal. Ada beberapa sebab yang membuat saya termotivasi untuk menaikkan BB yang salah satunya adalah faktor penampilan. Karena ternyata bosan juga ya saat ketemu teman selalu dibilangin “Kok kurus terus."

Selain itu dalam kegiatan sehari-hari, orang kurus itu sering menjadi 'tersangka'. Misalnya ketika ditawari makanan dan tidak langsung mengambil, biasanya dibilang, "Jaga body ....". Mereka tidak tahu saja bahwa saya ini pengen menaikkan BB namun belum berhasil, he. Atau kejadian ketika saya membuat teh hijau, seorang teman berkomentar, "Biar tetep langsing ya." Nah, kan. Padahal saya membuat teh hijau itu karena hanya teh hijau itulah yang tersedia.

Tapi selain karena hal-hal tersebut, pastinya saya juga ingin kondisi badan lebih fit, lebih tahan terhadap aktivitas dan bisa bekerja lebih produktif.

Dari semangat tersebut akhirnya saya mencari-cari metode yang efektif untuk menaikkan BB. Dan ternyata bukan hanya sekedar makan banyak, tetapi harus memilih makanan yang tinggi energi dan protein. Selain itu saya juga mulai mencoba latihan-latihan otot yang meski sederhana namun efektif untuk pembentukan otot di beberapa bagian tubuh. Kadang lucu juga mengingat semua latihan-latihan tersebut saya lakukan sendiri di rumah.

Seperti kata pepatah, tak ada hasil yang mengkhianati usaha. Dalam setahun belakangan ini BB saya naik 2,5 kg. Meski lambat namun kenaikan ini sangat bermakna bagi saya. Apalagi kalau mengingat bagian yang paling sulit adalah saat harus meluangkan waktu dan mendisiplinkan diri untuk menjalani sesuatu yang telah kita mulai.

Saturday, 24 August 2019

Kesan Saat Naik Pesawat Garuda Indonesia

Saturday, August 24, 2019
Pengalaman Naik Pesawat Garuda Indonesia

Mode transportasi udara kini banyak dipilih oleh masyarakat modern. Standar keamanan, efektifitas waktu menjadi pertimbangan utama orang memilih mode transportasi ini. Apalagi banyak pilihan tarif pesawat, memberikan keleluasaan masyarakat untuk memilih maskapai mana yang sesuai dengan budgetnya.

Dulu saya tak tahu ada banyak pilihan maskapai. Referensi saya hanyalah pesawat-pesawat yang sering  saya lihat wara wiri di angkasa di atas rumah saya. Karena kurangnya referensi tersebut, maka saat pertama kali harus naik pesawat saya hanya mengunjungi situs maskapai tersebut. Setelah beberapa kali terbang dan mencari-cari tiket sendiri, baru tahu kalau banyak maskapai lain yang juga bisa menjadi pilihan.

Pengalaman pertama selalu meninggalkan kesan yang sulit untuk dilupakan. Begitu juga dengan saya saat terbang rute Jogja-Palembang dengan  maskapai kebanggaan negeri yaitu Garuda Indonesia. Maskapai ini dikenal dengan manajemen yang baik dan memberikan layanan penuh ( full service ) untuk penumpangnya. Bagi anda yang sedang mencari-cari maskapai mungkin pengalaman saya ini bisa menambah referensi.

Rute Jogja-Palembang dengan Garuda Indonesia bukanlah penerbangan langsung. Penumpang harus transit di bandara Soekarno-Hatta dan menunggu untuk pesawat rute Jakarta-Palembang. Bagi yang sibuk transit ini mungkin buang-buang waktu, tetapi bagi saya yang waktu itu yang bepergian dalam suasana plesiran, transit menjadi sesuatu yang menyenangkan karena saya jadi tahu seperti apa Bandara Soekarno-Hatta terutama Terminal II tempat saya menunggu pesawat.

Saat pertama kali itu bisa dibilang saya masih awam terbang. Saya naik pesawat dibayari oleh adik saya dan pokoknya tinggal ikut saja melalui tahapan-tahapannya. Saya belum tahu seluk beluk penerbangan dan aturan-aturan bagi penumpang pesawat. Akibat ketidaktahuan itu ada kejadian di mana saya membawa sesuatu yang dilarang dan disita petugas bandara, he.

Baca juga : Cerita Pertama Kali Naik Pesawat

Pengalaman kedua kali naik Garuda Indonesia Jogja-Palembang adalah ketika adik saya menikah. Kalau sebelumnya saya bersama adik saya yang mengurus segala sesuatunya, yang kedua ini sayalah yang mengurus tiket dan semua hal yang diperlukan. Sempat menyesal juga kenapa pas waktu pertama dulu saya cuman ngikut saja dan tidak mengamati dengan seksama proses-proses dari mulai cara pesan tiket dan selama di bandara. Sehingga saat harus mengurus sendiri itu saya harus benar-benar mempelajarinya.

Tapi untung adik saya juga membuatkan panduan agar saya tahu apa-apa yang yang harus dilalui dan yang tidak boleh terlewat. Selain itu saya juga banyak-banyak membaca artikel seputar pengalaman terbang untuk menambah pengetahuan saya. Akhirnya penerbangan berjalan lancar dan tidak kurang suatu apapun. Bahagia rasanya melihat bulik dan paklik saya bisa menikmati penerbangan dengan Garuda Indonesia.

Untuk yang ketiga kalinya, rute yang saya tempuh berbeda dengan sebelumnya. Karena saat itu saya menuju rumah kakak di Bengkulu. Rute Jogja-Bengkulu ini juga transit dulu di Jakarata selama 2 jam-an dan baru terbang lagi menuju Bandara Fatmawati-Soekarno. Sesuai yang tertulis di website Garuda, pada awalnya rute Jakarta-Bengkulu akan menggunakan pesawat CRJ. Tapi pada kenyataannya menggunakan pesawat yang lebih besar. Bisa jadi karena pas liburan penumpangnya ternyata lebih banyak dan pesawat diganti yang lebih besar. Dan memang saat itu saya lihat pesawat hampir penuh.

Pengalaman Naik Pesawat Garuda Indonesia
Pesawat CRJ ( sumber gambar : wikipedia )

Garuda Indonesia dikenal bagus manajemennya dan lebih tepat waktu. Untuk ketepatan waktu menurut saya belum 100 nilainya, he, karena saya juga pernah mengalami penundaan waktu saat naik Garuda.
Beberapa hal yang kami rasakan saat terbang bersama Garuda Indonesia :

1. check-in yang nyaman

Kenyamanan saat menggunakan Garuda Indonesia dimulai ketika kita check-in. Konter check-in Garuda di Bandara Adi Sutjipto ini agak terpisah dari maskapai lainnya sehingga tidak crowded sehingga membuat kita lebih nyaman.

2. dapat snack, permen, koran

Ketika memasuki pesawat, penumpang akan disambut oleh pramugari yang dengan baki berisi permen dengan kemasan logo Garuda Indonesia. Boleh ambil satu atau banyak terserah kita. Selain itu kita juga dipersilahkan memilih surat kabar untuk dibaca-baca selama terbang. Tapi koran ini dipinjam saja lho ya, bukan dibawa pulang, he.

Pengalaman Naik Pesawat Garuda Indonesia

Terbang bersama Garuda terasa lebih asyik dengan snack dan minuman ala Garuda. Kalau permen bisa menemani berkegiatan di pesawat, maka snack ini lumayan untuk mengganjal perut ntuk penerbangan singkat saya. Selain air mineral, penumpang juga dipersilahkan untuk memilih minuman seperti teh, jus, kopi dan lainnya.

3. fasilitas hiburan video audio selama terbang

Sambil menikmati penerbangan penumpang dapat menikmati fasilitas hiburan dari layar sentuh yang ada di tiap kursi. Tapi saya sendiri belum pernah menggunakan layanan ini. Karena saya waktu itu belum familiar jadi malas utak-atiknya. Dan penerbangan saya cukup singkat sekitar 50 menit, jadi selesai makan snack biasanya tidak lama lagi pesawat akan bersiap-siap untuk mendarat. Jadi lebih suka membaca buku atau tidur-tidur ayam di pesawat.

Kesan Saat Naik Pesawat Garuda Indonesia
Pemandangan Laut Selatan Jawa dari jendela pesawat

4. kru pesawat yang elegan

Melihat bagaimana petugas konter check-in Garuda dan pramugarinya sudah membuat kita lebih nyaman. Mereka mengerjakan segala sesuatunya tidak tergesa-gesa namun selesai dengan efisien.

5. kompensasi jika ketinggalan pesawat

Ini yang mungkin melegakan bagi calon penumpang Garuda. Ketika penumpang yang terlambat sampai ke bandara dan ketinggalan pesawat, maka akan dicarikan seat di penerbangan selanjutnya dengan syarat tiket kita bukan tiket promo. Pada penerbangan bertarif rendah ketika kita ketinggalan pesawat maka tiket akan hangus dan harus beli lagi. Sayang, kan?

Baca juga : Tips dan Persiapan Naik Pesawat Terbang

Sedikit perbandingan harga tiket pesawat dengan layanan penuh ( full service ) dengan penerbangan bertarif rendah ( low cost carrier ). Harga tiket Garuda Jogja-Palembang untuk akhir bulan ini adalah sekitar 1,9 juta. Sedangkan untuk maskapai Lion Air pada jam yang hampir sama harga tiketnya kurang lebih 1,5 juta. Bedanya 400 ribu. Apakah 400 ribu itu sepadan dengan apa yang kita dapat?

Masing-masing orang bisa jadi punya penilaian sendiri. Snack dan hiburan mungkin memang tidak terlalu kita butuhkan. Apalagi untuk penerbangan singkat yang kurang dari satu jam. Namun selain itu ada track record maskapai juga perlu menjadi pertimbangan. Cerita saya saat naik salah satu maskapai rute Palembang ke Jogja berikut ini bisa jadi contohnya.

Waktu itu kita hendak terbang dari Palembang ke Yogyakarta dengan satu kali transit di Jakarta. Berawal dari keterlambatan pesawat yang akan mengangkut kami dari Palembang ke Jakarta, kami terlambat sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Pada sekitar jam itu harusnya kami sudah boarding, namun kami masih harus lapor check-in dan menuju gate keberangkatan yang pastinya butuh waktu tidak sebentar.

Dan benar saja saat saya berjalan menuju gate keberangkatan, terdengar panggilan terakhir untuk penumpang Jakarta-Jogja. Akhirnya kami harus berlari-lari untuk segera masuk ke pesawat. Saya kasihan dengan Bapak dan Ibu saya yang harus berlari-lari.
Sejauh ini saya tidak pernah mendengar hal serupa terjadi pada penerbangan dengan Garuda Indonesia. Kalaupun ada kita akan tenang karena kompensasi untuk keterlambatan.

Baca juga : Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Menurut saya penting bagi calon penumpang untuk mencari banyak referensi, agar bisa memilih pesawat sesuai dengan kebutuhan. Saya sendiri terakhir ke Palembang memilih menggunakan  penerbangan langsung dengan pesawat NAM Air karena lebih singkat waktunya dan lebih hemat biaya. Sayangnya Garuda Indonesia belum membuka rute satu jalur seperti ini.