Sabtu, 15 Juni 2019

Handphoneku dari Masa ke Masa

Sabtu, Juni 15, 2019
Waktu berubah manusia berubah. Salah satu perubahan yang terlihat adalah cara dan alat berkomunikasi yang mengikuti perkembangan teknologi. Dari mulai surat yang ditulis tangan dan telepon wartel yang menghubungkan saya dengan saudara-saudara di seberang pulau. Setelah itu kami sempat menikmati saluran telepon rumah dari Telkom Flexi selama beberapa waktu. Dan sekarang dengan gadget di tangan saya bisa ngobrol dengan saudara-saudara yang tinggal di seberang pulau. Sebuah nikmat teknologi yang harus disyukuri.

Sebagai orang awam yang tidak tahu menahu tentang teknologi, referensi saya saat membeli handphone adalah testimoni teman-teman dan ulasan dari tabloid handphone. Selain dua hal itu ada satu pertimbangan lagi pastinya, yaitu kemampuan kantong saya, he.

Dan inilah beberapa handphone yang pernah saya pakai.

Handphone

Handphone pertama saya adalah Samsung C200. Dengan ukuran layar 1,6 inchi handphone ini sangat mungil bila dibandingkan dengan handphone jaman sekarang. Meski mungil Samsung C200 ini bisa menyimpan ribuan nomer kontak dan sudah bisa internetan. Waktu itu sudah berasa keren bisa internetan padahal cuma mengunduh nada dering dan gambar wallpaper.

Saya lupa berapa lama saya memakai handphone Samsung ini. Kerusakan handphone ini dimulai saat penutup/baterainya sulit untuk dipasang ke bodynya. Ternyata baterainya handphone ini menggembung dan harus diganti. Karena sulit mencari baterai yang original, teman saya mencoba memberikan baterai yang KW ( = tiruan ). Namun tetap saja tidak membantu. Akhirnya Samsung C200 harus pensiun.

Sebagai pengganti Samsung C200 saya memilih Nokia 5070. Fiturnya tak jauh beda dengan Samsung C200. Warnanya merah muda, terlihat eye catching dan pengoperasiannya relatif mudah. Handphone ini bertahan kurang lebih 3 tahun. Kerusakan terjadi di mana handphone ini tidak mengeluarkan bunyi lagi yang kemungkinan karena pernah jatuh atau terkena air. Akhirnya saya memutuskan untuk ganti handphone.

Kalau sebelum-sebelumnya saya selalu beli handphone melalui seorang teman, kali ini saya pede untuk membeli sendiri di sebuah pameran elektronik. Sebuah brand yang cukup dikenal, meski tidak se-terkenal Nokia atau Samsung.

Dari reviewnya handphone ini menawarkan spesifikasi yang lebih baik dari dua handphone sebelumnya. Apalagi dengan harga yang tidak murahan harusnya memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna. Tapi ternyata tidak demikian. Sejak awal tombol 'delete'nya bermasalah. Bila mencetnya kurang kuat, layar tidak berespon. Sebaliknya kalau mencetnya terlalu kuat teks di layar akan terhapus semua. Jadi sangat merepotkan saat mengetik sms, karena teks di layar bisa terhapus semua.

Belum lagi masalah tombol delete ini selesai, muncul masalah lainnya, yakni hape ini tiba-tiba tidak bisa dinyalakan. Waktu dicek di service centernya disarankan untuk ngecharge handphone sebelum baterai habis. Namun ini juga tidak membantu karena akhirnya handphone saya ini benar-benar mati dan ternyata harus ganti baterai yang mana baterainya tidak ready stock dan harus pesan dulu.

Belum juga mendapatkan baterainya, kekecewaan saya bertambah karena belakangan service centernya tutup dan saya tak tahu pindahnya ke mana. Daripada tersita energi saya untuk melacak service center nya, saya memutuskan untuk ganti handphone saja. Sempat terpikir juga apakah ada yang mengalami nasib serupa seperti saya. Atau jangan-jangan cuma handphone ini saja yang bermasalah. Hah entahlah ...
Yang pasti ada pelajaran berharga dari kejadian ini. Kalau membeli barang elektronik pastikan ada service center dan mudah suku cadangnya. Kecuali memang siap dengan risikonya, he.

Tidak mau mengalami masalah serupa saya kembali ke merk-merk yang mainstream. Saya memilih Nokia Asha 302. Layarnya lebih lega, dengan keypad qwerty yang memang menjadi fitur unggulan pada masa itu. Seperti tipe-tipe Nokia sebelumnya Nokia Asha 302 juga mudah dioperasikan.

handphone

Teknologi handphone terus berkembang pesat. Di saat saya masih seneng-senengnya memakai Nokia Asha, orang-orang mulai beralih ke handphone android dengan segala kelebihannya. Kemudahan download berbagai aplikasi, koneksi internet lancar, berkirim pesan dan chatting menjadi menyenangkan. Paling tidak hal terakhir ini yang sangat terasa dalam komunikasi antar teman kantor. Dan akhirnya saya memutuskan memakai handphone android.

Selama 4 tahunan ini saya memakai handphone android. Nokia Asha 302 masih oke hingga sekarang meski lebih sering dipakai untuk cek kuota atau mengaktifkan paket data, he. Malah chargernya sering saya pakai untuk ngecharge hape android saya, yang charger aslinya hilang di tempat kerja, he. Terbukti tangguh memang Nokia.
Android

Dan hari-hari ini handphone android seolah tak lepas dari keseharian. Komunikasi dengan keluarga maupun urusan pekerjaan hampir tak lepas dari handphone android. Entah sampai kapan handphone android saya ini akan bertahan. Mungkin nanti akan saya tulis kalau dia sudah pensiun, he.
 

Jumat, 07 Juni 2019

Macam-Macam Bentuk Ketupat

Jumat, Juni 07, 2019
Siapa yang tak kenal dengan ketupat? Makanan khas satu ini mungkin salah satu yang paling ditunggu saat lebaran. Biasanya dua hari atau sehari sebelum Idul Fitri, di pasar-pasar dan di jalan-jalan akan banyak sekali pembuat selongsong ketupat yang menggelar dagangannya. Saya sering gemes kalau melihat para pembuat ketupat ini menganyam janurnya.

Dulu, saat masih banyak waktu luang dan masih mudah mendapatkan janur, saya sering ikut membuat selongsong ketupat sendiri. Sekarang lebih sering beli ke tetangga atau ke penjual yang ada di jalan-jalan yang saya temui. Seperti lebaran kali ini, beberapa hari sebelum lebaran Ibu sudah pesen selongsong ketupat ke tetangga saya. Dan saya cuma pesen supaya dimintakan janurnya agar bisa ikut menganyam ketupat, he.

Keunikan ketupat ini adalah bentuknya yang beraneka ragam. Dari helai daun yang sama bisa dianyam menjadi berbagai macam bentuk yang berbeda. Ini beberapa bentuk ketupat yang masih bisa saya buat sampai sekarang :

1. Ketupat Sinto 

Macam-Macam Bentuk Ketupat
Ketupat shinta ini pasti sudah sangat familiar bagi kita. Tidak hanya saat lebaran pada hari biasa pun kita bisa menjumpai ketupat ini disajikan bersama lotek, gado-gado, kupat tahu, tahu guling dan sebagainya.

2. Ketupat panggang

Macam-Macam Bentuk Ketupat
Bentuk ketupat ini menyerupai bentuk belah ketupat yang mana sisi-sisi nya sama panjang dengan sudut yang berhadapan sama besar. Volumenya paling kecil dibanding dengan lainnya. Mungkin karena volumenya yang kecil ini sehingga jarang dibuat untuk dimakan ya, he.

3. Ketupat Gunung

Di daerah saya ketupat ini dinamai ketupat gunung karena bentuknya seperti gunung. Tapi ada yang menyebutnya ketupat bawang.
Macam-Macam Bentuk Ketupat
Tentang ketupat ini, saya teringat kejadian beberapa tahun lalu. Waktu itu saya main ke tempat tetangga yang menjual selongsong ketupat. Dia bilang di pasar ada yang menanyakan bentuk ketupat ini, sayangnya dia tidak menjual karena tidak bisa membuatnya. Lalu dia minta diajari cara membuat ketupat gunung ini.

4. Ketupat Luwar

Macam-Macam Bentuk Ketupat
Ketupat ini pola anyamannya berbeda dengan ketupat yang lain. Ada yang bilang ketupat ini rumit dan paling sulit tapi ada juga yang bilang justru ini yang paling mudah. Selain untuk dihidangkan di meja makan, ketupat ini juga sering diikutkan dalam kenduri di malam 1 Syawal. Sesuai namanya ketupat ini menjadi simbol ngluwari ( keluar ) dari Ramadan menuju Idul Fitri.

Baca juga : Ketupat, Tradisi dan Ketentuan Ibadah

Itu beberapa jenis ketupat yang sering kita jumpai. Selain ini masih banyak sekali bentuk-bentuk ketupat yang saya tak bisa membuatnya. Kadang-kadang ketupat ini dibuat sebagai hidangan saja, tapi masih ada juga yang membuatnya sebagai tradisi pada acara-acara tertentu. Kalau saya sih membuatnya semata-mata untuk hidangan saja.
Nah, kalau di tempat anda ada ketupat apa saja? Silakan diceritakan di kolom komentar ya.

Rabu, 05 Juni 2019

Ketupat, Tradisi dan Ketentuan Ibadah Dalam Islam

Rabu, Juni 05, 2019
Ketupat, Tradisi dan Ketentuan Ibadah Dalam Islam

Kalau ditanya apa yang identik dengan lebaran mungkin salah satunya adalah ketupat. Tak hanya di rumah-rumah yang membuat ketupat untuk sajian, di pusat-pusat perbelanjaan saat menjelang lebaran akan dihiasi dengan pernik-pernik bentuk ketupat.

Konon ketupat ini muncul pada masa Sunan Kalijaga yang mana pada saat itu budaya sangat berperan dalam dakwah Islam. Sehingga banyak tradisi dan budaya yang menyatu dengan ajaran-ajaran Islam. Dan banyak dari adat dan kebiasaan tersebut masih berlangsung hingga sekarang. Salah satunya adalah ketupat luwar yang katanya merupakan simbol ngluwari ( keluar ) dari bulan Ramadan menuju Idul Fitri.

Baca juga : Macam-macam Bentuk Ketupat

Ketupat hanya salah satu contoh tradisi masyarakat Islam yang masih terus dilakukan hingga sekarang. Selain itu masih banyak adat dan tradisi dalam masyarakat yang seolah-olah menjadi keharusan dan dirasa tidak afdhol jika tidak dilakukan. Dalam hal inilah kita harus berhati-hati dan meneliti apakah suatu kebiasaan, tradisi yang terus dilakukan tersebut sesuai dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ibadah dalam Islam.

Ibadah merupakan amalan dengan ketentuan yang di atur dalam syariat, kita harus mencari dasar aturannya dulu sebelum mengamalkannya. Dengan kata lain ibadah tidak boleh kita lakukan kecuali ada dalil yang mendasarinya.

Al-Alamah Ibnul Qayyim dalam kitabnya yang menakjubkan, I’lam al-Muwaqqi’in (I/344) :
“Dan telah maklum bahwa tidak ada yang haram melainkan sesuatu yang diharamkan Allah dan RasulNya, dan tidak dosa melainkan apa yang dinyatakan dosa oleh Allah dan RasulNya bagi orang yang melakukannya. Sebagaim ana tidak ada yang wajib kecuali, apa yang diwajibkan Allah, dan tidak ada yang haram melainkan yang diharamkan Allah, dan juga tidak ada agama kecuali yang telah disyari’atkan Allah. Maka hukum asal dalam ibadah adalah batil hingga terdapat dalil yang memerintahkan.Sedang hukum asal dalam akad dan muamalah adalah shahih hingga terdapat dalil yang melarang. Adapun perbedaan keduanya adalah, bahwa Allah tidak disembah kecuali dengan apa yang telah disyariatkanNya melalui lisan para rasulNya. Sebab ibadah adalah hak Allah atas hamba-hambaNya dan hak yang Dia paling berhak menentukan, meridhai dan mensyari’atkannya.

Seorang muslim hendaknya tidak terburu-buru meyakini dan mengamalkan suatu ajaran dalam beribadah kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa, baik yang berupa ucapan maupun amalan anggota badan. Sebaiknya dia meneliti apakah  amalan ibadahnya sesuai dengan yang dituntunkan Rasulullah shalaallahu ‘alaihi wa sallam. Bila mencocoki tuntunan Rasulullah maka diterima dan diamalkan, namun apabila bertentangan maka hendaknya ditolak, dari manapun datangnya.

Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:
“Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan baginya agama yang lurus.” ( QS : Al-Bayyinah : 5 )

Rasulullah  shalaallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya amal-amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya.” ( HR. Al-Bukhari dan Muslim )

Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada syariatnya dari kami maka amalan tersebut ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat untuk diterimanya amal adalah ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah shalaallahu ‘alaihi wa sallam . Kalau salah satu dari kedua syarat tersebut tidak ada, maka amalan itu tidak akan diterima.  Dari sini sangat jelas kesalahan orang-orang yang mengatakan “ yang penting kan niatnya”, karena bukan hanya itu yang dia butuhkan untuk beramal.

Hendaknya kita berusaha untuk senantiasa mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya dan tidak menyelisihinya. Karena Allah subhaanahu wa ta’aalaa telah mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan rasul-Nya dengan ancaman yang keras. Sebagaimana hal ini tersebut di dalam firman-Nya :
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih.” ( An-Nur: 50 )

Para ulama telah menjelaskan amalan yang diada-adakan dapat berupa amalan ibadah baru yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shalaallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin. Ataupun dengan mengubah tata cara ibadah yang telah disyariatkan. Munculnya amalan/kebiasaan yang baru ini akan menjadikan hati pelakunya menjadi benci kepada As-Sunnah. karena, hati tidak akan menerima Sunnah Rasul jika sudah ditempati oleh bid’ah. Selain itu menyebabkan kaum muslimin menjadi terpecah-pecah,  juga akan menjadikan pelakunya membanggakan dirinya dan amalannya serta menganggap amalannya adalah yang paling baik.

Inilah yang mungkin belum banyak disadari oleh para muslimin. Masing-masing berbangga dengan amalan yang belum kuat dalilnya. Mereka enggan mengkaji dan mencari tahu apakah hal tersebut dituntunkan oleh Rasulullah shalaallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan predikat islam yang “kaku” sering diberikan kepada orang-orang yang tunduk pada sunnah, padahal sebenarnya mereka berjalan di atas prinsip agama yang benar.

*dari berbagai sumber

Jumat, 31 Mei 2019

Syarat-syarat Pakaian Wanita Muslimah

Jumat, Mei 31, 2019

Melihat tren busana muslimah belakangan ini kadang membuat saya prihatin. Banyak di antara para perancang mode yang membuat jilbab dan pakaian muslimah tanpa merujuk kepada ketentuan syariat. Dan bukan hanya pakaian sehari-hari saja, pakaian yang dikenakan untuk sholat seperti mukena pun, tak lepas dari kreasi demi menarik selera pasar.

Sayangnya banyak sekali wanita muslimah yang belum sepenuhnya mengetahui harus seperti apa berpakaian yang sesuai dengan syariat.
Berikut ini adalah penjelasan secara ringkas mengenai syarat-syarat jilbab yang sesuai dengan syariat :
  1. Menutup seluruh badan
  2. Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria untuk melihatnya.
    Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman :
    ”Katakanlah ( ya Muhammad ) kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan mereka, dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju mereka ( dada-dada mereka )…  ( QS An-Nuur : 31 )
  3. Tebal / tidak tipis
    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
    ”Akan ada nanti dikalangan umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…Kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ”…laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat .”( HR Ath Thabrani dalam Al Mu’jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Mar’ah Al Muslimah )

    Kata Ibnu Abdil Baar rahimahullah : “Yang dimaksud Nabi shalaallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya ( di atas ) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya, maka wanita seperti ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang."
  4. Lebar tidak sempit
    Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma berkata Rasulullah shalaallahu ‘alaihi wa sallam memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau maka aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau shalaallahu ‘alaihi wa sallam bertanya : “Mengapa engkau tidak memakai pakaian Qibthiyah itu ?
    Aku menjawab : “Aku berikan kepada istriku”.
    Beliau berkata : “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya."
    ( Diriwayatkan oleh Adl Dliya al Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan, kata Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Jilbab, hal 131 )
  5. Tidak diberi wangi-wangian
    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :
    ”Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina."( HR. An Nasai, Abu Daud dan lainnya dengan isnad hasan kata syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137 )
  6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
    Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan : Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.
    ( HR Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141 )
  7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
    Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka.
  8. Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran
    Yakni pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja apakah pakaian itu mahal /mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya'.
    Berkata Ibnu Atsir : pakaian yang dikenakan itu masyhur di kalangan manusia karena warnanya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka hingga manusia mengangkat pandangan ke arahnya jadilah orang tadi merasa bangga diri dan sombong.
    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallaam bersabda  :
    Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya."
    ( HR Abu Daud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 213 )

Demikian syarat-syarat jilbab muslimah. Semoga menjadi pengingat untuk kita dalam menjalankan kewajibanNya.

( Dinukil dari Jilbab Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani | Majalah AsySyariah no 03/I/JUNI 2003 )

Minggu, 19 Mei 2019

Tip Berpuasa Sehat di Bulan Ramadan

Minggu, Mei 19, 2019

Tip Puasa Sehat Ramadan
Ilustrasi via Pixabay
Tak terasa nanti malam kita sudah masuk tanggal 15 Ramadan. Puasa memang tidak terasa berat jika mampu mengisinya dengan hal-hal bermanfaat. Daan sebaliknya jika kita malas-malasan waktu terasa berjalan sangat lama.

Pada bulan puasa ini pola kegiatan sehari-hari sedikit banyak akan berubah. Rasa ngantuk, lemes dan sedikit hilang konsentrasi yang kadarnya bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ini karena intensitas ibadah kita pada malam hari yang lebih banyak sehingga berefek pada siang harinya.

Ada yang tempat kerjanya memberikan pengurangan jam kerja sehingga ada tambahan waktu untuk kegiatan di rumah. Namun ada juga yang saat puasa justru banyak lemburnya untuk meningkatkan pendapatan. Kalau sudah begini harus pintar-pintar mengatur waktu dan menjaga kondisi selama puasa.

Berikut ini beberapa tip agar kita tetap sehat selama puasa :
1. Akhirkanlah sahur menjelang imsak.
Merupakan pengamalan sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam. Anas radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu :
“Kami makan sahur bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau shalat.” Aku tanyakan ( kata Anas ), “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur ?” Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca al Quran”.

Perintah di atas sangat ditekankan untuk dilaksanakan, terlihat dari hadits –hadits yang menunjukkan tentang perintah dan keutamaan dari sahur tersebut.
Jadi jangan sepelekan sahur ya.

2. Sahurlah dengan menu seimbang, lengkapi dengan buah dan sayur. Sayur dan buah merupakan sumber serat dan vitamin yang membantu pencernaan.

3. Minumlah air putih dalam jumlah cukup saat sahur, karena selama kurang lebih 12 jam  kita tidak akan mendapat asupan cairan. Asupan cairan ini tidak hanya di dapat dari minuman tetapi juga dari buah-buahan seperti melon, semangka, jambu air, mentimun. Selain kandungan airnnya buah-buahan tersebut juga mengandung serat, vitamin dan mineral yang sangat menunjang metabolisme tubuh.

4. Segeralah berbuka bila waktunya sudah tiba, jangan menunda-nunda.
Ini merupakan pengamalan sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam. Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka”.

Bila anda dalam perjalanan biasakan untuk membawa persediaan snack atau minuman, agar dapat berbuka tepat pada waktunya.

5. Berbuka dengan makanan yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ( ia berkata ) :
“Adalah Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah ( ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering ( tamr ), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air”.

6. Berbukalah dengan makanan yang dapat menggantikan cairan dan elektrolit tubuh.
Slogan yang sering kita dengar “berbukalah dengan yang manis, tidaklah sepenuhnya benar. Ketika seharian tubuh kita tidak mendapatkan asupan nutrisi dan tiba-tiba kita mengkonsumsi makanan manis apalagi dalam jumlah banyak, maka kadar gula darah akan  naik secara drastis dan hal tersebut ddapat memperberat kerja dari hormon  insulin.
Sebaiknya berbuka dengan buah yang mengandung zat pengganti cairan dan elektrolit tubuh. Blewah yang diberi perasan jeruk limau bisa menjadi salah satu alternatif pilihan. Buah kurma terbukti mengandung elektrolit Kalium. Jus buah dari buah-buahan yang tidak terlalu asam pun baik sebagai pilihan.

7. Puasa bagi penderita maag
Bagi penderita maag, pilihlah makanan yang bertekstur lembut sehingga aman bagi lambung. Sehabis menyantap sahur jangan langsung tidur terlentang yang akan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan mual.

Pada prinsipnya lambung mempunyai pelindung untuk menetralisir asam lambung itu sendiri. Tapi ada beberapa faktor lain yang menyebabkan asam lambung ini kadang-kadang menimbulkan keluhan sakit. Mintalah saran dokter bila ada keluhan berat atau anda ingin minum obat maag setiap pagi saat sahur.

8. Bagi anda yang menderita penyakit diabetes, sebaiknya sahur dengan menu karbohidrat kompleks yang  mana penyerapannya akan berlangsung perlahan. Selain itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan  kaya serat  dan  protein.

Pantau gula darah anda secara berkala. Dan penting untuk mengenali tanda-tanda turunnya gula darah seperti keringat dingin dan mengantuk. Akan sangat bagus bila penderita gula darah memiliki alat cek gula darah untuk mengetahui kadar gula darah dalam kondisi darurat. Pertolongan pertama bisa dilakukan dengan minum manis agar kondisi turunnya kadar gula tidak memberat. Mintalah saran dari dokter anda untuk terapi obat gula dan ahli gizi untuk pengaturan menu makanan.

Demikian beberapa tip agar puasa tetap lancar dan sehat. Selamat berpuasa!

*dari berbagai sumber