Pengalaman Membeli Template Blog Premium

Template blog bagi seorang blogger adalah ibarat kerangka rumah yang akan ia bangun dan tata sedemikian rupa agar para tamunya senang berkunjung. Karena ini pulalah saya dulu pernah lembur dan sangat gigih untuk bisa menaklukkan kode html agar tampilan blog saya enak dan layak dikunjungi. Meski kode html tak kunjung takluk dan saya akhirnya memakai template premium, tetapi sedikit ilmu mengenai kode html tersebut sangat membantu saya menyesuaikan template dengan blog saya.

Sebenarnya awal saya hunting template kemarin karena muncul ide di kepala saya ( = baca : angan-angan ) untuk berjualan di blog. Meski belum tahu mau berjualan apa, dan tak punya pengalaman berjualan tapi saya pikir tak ada salahnya kalau saya punya templatenya dulu. Eh, siapa tahu ada yang cocok dan saya benar-benar bisa berjualan di blog, salah satu cara memonetize blog yang mungkin lebih menenangkan hati.

Tapi yang namanya "lapar mata" ternyata tidak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Belum lagi mendapat template yang cocok untuk jualan, saya malah tergoda dengan banyak template cantik yang wara-wiri di depan mata. Salah satunya adalah sebuah template yang saat ini terpasang di blog pertama saya, Catatan Yoen. Ya begitulah, yang dituju belum didapatkan, malah mendapatkan yang lainnya.

Ada cerita menarik di balik pembelian template kemarin. Ini adalah pertama kali saya membeli template premium di website luar negeri. Kenapa tidak beli dari penjual template lokal ? Alasannya karena saya belum menemukan template serupa ini dari penjual lokal. Dan dari pengamatan saya, kebanyakan template lokal lebih cocok untuk personal blog, blog tutorial atau review gadget.

Masalah timbul saat saya melakukan transaksi dan sampai pada tahap pembayaran. Harga yang tercantum di sana adalah dalam mata uang dolar dan hanya busa membayar dengan kartu kredit atau Paypal. Dan saya tidak mempunyai keduanya. Masalah pembayaran ini yang membuat pembelian template ini tertunda hingga beberapa waktu.

Pengalaman Membeli Template Blog Premium

Tapi ... selalu ada solusi. Saat mencari referensi tentang pembelian template premium, saya membaca sebuah tulisan dari seorang blogger yang bercerita tentang pengalamannya membeli template dengan bantuan jasa pembayaran Paypal. Dari tulisan tersebut saya baru mengetahui kalau ada jasa pembayaran Paypal.

Jasa pembayaran ini membantu mereka yang hendak berbelanja online ( misal di Amazon dot com atau Ebay ) tetapi tidak mempunyai kartu kredit atau akun Paypal. Dan belakangan baru saya tahu, ternyata banyak penyedia jasa seperti ini. Ah, ternyata saya kurang piknik, he. Penyedia jasa ini kebanyakan membuka lapaknya di Kaskus meski ada juga yang di blog pribadinya. Di sana kita dapat membaca ketentuan transaksi dan mendapatkan nomor kontak pemilik lapaknya.

Saya kemudian menghubungi nomor kontak yang ada di lapak tersebut dan menanyakan apakah masih bisa menerima order untuk pembelian template blog dengan Paypal. Ternyata adminnya masih aktif dan meminta saya mengirimkan link barang yang akan saya beli untuk dicek harganya. Beberapa jam kemudian saya sudah diberikan totalan harga ( dalam kata uang rupiah plus ongkos jasa pembelian ) untuk kita bayar dengan cara transfer.

Saya sempat khawatir bagaimana kalau ada penipuan dalam transaksi ini. Namun membaca beberapa testimoni dari pelanggan lain, sepertinya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Dan saya pikir kalaupun saya tertipu, maka saya akan dirugikan sebanyak harga template ( 9,5 dolar ) plus ongkos jasa pembelian. Sepertinya saya tidak keberatan menanggung resiko ini.

Ada hal lain lagi yang mengganjal pikiran saya waktu itu. Berbeda dengan barang belanjaan lain ( misal alat elektronik, sepatu, tas atau barang lain ), yang saya beli ini adalah template blog yang berbentuk file pdf. File tersebut bisa saja dicopy ( tercopy ) bila harus melalui pihak ketiga. Karena itu sebelum saya transfer, saya menanyakan apakah file template-nya bisa langsung dikirim ke email saya. Dan ternyata hal tersebut bisa dilakukan. Jadi dalam transaksinya, agen penyedia jasa memakai email saya untuk alamat pengiriman template yang saya pesan.

Untuk saya kemarin prosesnya sangat cepat. Begitu saya konfirmasi bahwa saya sudah transfer ( dengan mengirimkan screenshot transfernya ), beberapa menit kemudian saya sudah menerima email yang berisi file template yang saya beli. Dan email ini dikirim langsung dari pihak penjual templatenya.

Pengalaman Membeli Template Blog Premium

Dari pembelian kemarin saya mendapat 5 file pdf  yang berisi file yang sama. Mungkin maksudnya untuk cadangan ya. Karena saat kita utak-atik template, bisa saja terjadi kesalahan yang sulit dipulihkan lagi. Apalagi yang masih belajar kode html seperti saya, he.

Demikian pengalaman saya membeli template premium dengan jasa pembayaran Paypal. Semoga bisa menjadi pencerahan untuk yang sedang mencari-cari template premium tetapi kesulitan saat harus membayar dengan kartu kredit atau Paypal.

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Bagi anda yang sering melakukan perjalanan jauh, naik pesawat mungkin bukan hal yang asing lagi. Tapi bagi mereka yang baru pertama-tama mau naik pesawat mungkin informasi seputar pengalaman terbang bisa bermanfaat untuk menambah referensi. Seperti pengalaman saya ini saat bulan kemarin berlibur ke tempat saudara saya di Sumatera dengan pesawat NAM Air.
 
Karena sudah beberapa kali pergi ke sana, saya sudah punya gambaran maskapai mana saja yang terbang ke Palembang. Tetapi kali ini ada yang beda. Kalau sebelumnya kami biasa naik pesawat yang transit dulu di Jakarta, kini ada pilihan baru yakni penerbangan langsung Yogyakarta-Palembang.

Banyaknya pilihan maskapai ini, sempat membuat saya bingung mau pilih yang mana. Yang ada di pikiran saya sih naik pesawat maskapai full service seperti Garuda Indonesia dengan suguhan snack dan minuman yang sejenak menemani menghabiskan waktu hingga pesawat mendarat. Meski untuk kenyamanan tersebut saya harus merogoh kocek lebih dalam, saya sih oke saja. Meski tetap nyari promo atau yang termurah, he ..

Namun impian saya tampaknya bertepuk sebelah tangan karena ayah dan ibu rupanya lebih tertarik dengan pesawat yang terbang langsung ( tidak transit ) dengan pertimbangan lebih cepat sampai dan tidak capek. Wah, kalau sudah begini ngalamat gagal rencana saya terbang naik Garuda Indonesia, he ...

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air
e-ticket
Semakin dekat dengan waktu berangkat, akhirnya diputuskan kami ke Palembang dengan pesawat NAM Air. Tiket untuk berangkat dibelikan oleh adik saya dan tiket pulangnya saya beli.

Karena saat ini layanan tiket pesawat menggunakan sistem elektronik ( e-ticket ) maka data penumpang sudah tercatat di website maskapai sejak kita booking tiket secara online. Adik saya yang membelikan tiketnya mengirim file pdf e-tiket tersebut melalui pesan chatting. Untuk check-in, saya cukup menunjukkan file tersebut kepada petugas check in di bandara. Begitu juga saat kami masuk ke area check in, saya cukup menunjukkan file tersebut pada petugas keamanan bandara.

Seperti biasa saya berangkat gasik supaya tidak grudakan saat harus mengantri di loket check in. Untuk penerbangan dengan NAM Air ini para penumpang diberangkatkan dari terminal B Bandara Adisucipto. Ini pertama kalinya saya terbang dari terminal B. Sebelum-sebelumnya kalau ke Palembang, pesawat yang saya naiki berangkat dari terminal A.

Suasana di loket check in pagi itu sangat sibuk. Selain NAM AIR, loket maskapai lain juga sudah buka dan penuh antrian. Lumayan sibuk juga karena barang bawaan saya ada 6 item yang ternyata setelah ditimbang beratnya 50 kg lebih, he. Dan karena sibuknya mengatur barang titipan bagasi tersebut, saya tak sempat minta agar kami bisa duduk berjejer. Tapi waktu saya lihat boarding pass nya, ternyata kami bertiga sudah diatur duduk sederet. Setelah proses check in selesai saya menunggu di ruang tunggu sambil melihat-lihat suasana di terminal B yang baru beroperasi sejak 2015 ini.

Kami boarding sekitar pukul 10.20 WIB. Mundur beberapa menit saja dari jadwal yang seharusnya. Masih terhitung wajar sih kalau hanya beberapa menit. Yang lebih lama dari ini .. banyak, he. Saya tadinya mengira pesawat kami parkirnya tak terlalu jauh dari gate. Ternyata pesawat kami parkirnya di depan terminal A. Lumayan juga nih jalannya ...

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air
menuju NAM Air ...

Tak ada aral yang berarti saat pesawat ini take off. Setelah saat-saat penting terlewati dan daratan yang semakin lama semakin menghilang, pesawat mulai stabil. Waktu itu langit berawan. Awan putih dan sesekali langit biru menjadi pemandangan dari jendela pesawat.

Ada yang luput dari perhatian saya, bahwa ternyata penerbangan NAM Air memberikan snack selama terbang. Sebenarnya fasilitas snack dan bagasi ini tertera pada e-tiket tapi saya kurang memperhatikan ada tulisan snack nya. Makanya saya surprise waktu pramugari membagi-bagikan snack dan minuman. Roti manis dan air mineral ini mungkin tidak mahal tapi lumayanlah menjaga mulut saya tetap mengunyah dan mengurangi tekanan di tuba eustachius saya.

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Penerbangan Yogyakarta - Palembang dengan NAM Air ini memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Meski cuaca sedang hujan di beberapa tempat, penerbangan kami cukup lancar tanpa ada guncangan yang berarti. Lega sekali saat melihat ke bawah terlihat kelokan-kelokan seperti sebuah sungai besar. Saya pikir itu pasti sungai Musi. Tapi lama-lama saya ragu. Ah entahlah ... Yang jelas pesawat kami ini kini berada di atas Pulau Sumatera.

Pesawat kami mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada sekitar jam 12.00. Cuaca di Palembang sangat panas. Setelah mengambil barang bagasi, kami segera menemui adik saya dan keponakan yang sudah menunggu di luar.

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Untuk pertama kali ini saya mendapatkan kesan yang cukup baik dengan pelayanan NAM Air. Bukan hanya pemberian snack selama terbang saja yang membuat penerbangan ini punya nilai lebih, tetapi di NAM Air ini pula saya pertama kali melihat pramugari mengenakan jilbab. Di maskapai lain di Indonesia, saya kok belum pernah melihat. Dan kesan yang baik ini paling tidak membuat kami percaya untuk terbang lagi dengan NAM Air saat kembali ke Jogja.

Permak Atau Vermak ?

Istilah permak baju mungkin sudah sangat familiar bagi kita. Biasanya adalah celana jeans yang sering mampir di tukang permak. Dulu saya juga tahunya celana jeans saja yang bisa dipermak. Tapi sekarang semua jenis jahitan yang kurang pas ukurannya bisa dibawa ke tukang permak untuk dipermak. Bahkan belum lama ini saya melihat ibu-ibu membawa spreinya ke tukang permak.


Sebelum cerita tentang permak, mana sih kata yang benar, permak ataukah vermak. Karena ada yang memakai kedua istilah tersebut dan memang lafadz keduanya beda-beda tipis.


Bila kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia kita tidak menemukan kata 'vermak'. Yang ada di sana adalah kata 'permak' yang salah satu artinya : merombak ( agar dapat dimanfaatkan kembali, misalnya pakaian ). Arti lain lagi adalah : mengubah dari bentuk atau keadaan asli menjadi bentuk baru. Dan dapat diartikan pula 'memukuli dan menyiksa'. Duh ... beda sekali ya arti yang terakhir ini.

Saya berkenalan dengan urusan permak memermak ini saat seragam dinas yang saya terima dari kantor sering tidak pas alias terlalu besar. Padahal seragam-seragam tersebut kadang diukur langsung oleh penjahitnya. Mungkin karena postur saya yang memang tidak ideal ( = terlalu kurus), saat memotong kainnya si penjahit tak yakin dengan ukuran saya dan mereka memotong lebih longgar untuk mengantisipasi komplain. Tapi ini cuma dugaan saya sih ... he. Nggak pernah juga saya konfirmasi ke tukang jahitnya.

Setelah familiar dengan tukang permak ini, saya mulai sering memermak baju-baju selain seragam. Biasanya baju yang tidak pas itu adalah baju yang beli langsung jadi. Maklum untuk ukuran badan yang tidak ideal, kalau lingkar badannya pas, biasanya panjangnya kurang. Kalau panjangnya pas, lingkar badannya terlalu besar.

Sementara baju-baju yang dijahit di perusahaan konveksi biasanya memakai ukuran standar dan hanya satu ukuran ( all size ). Model baju begini yang kadang kalau sudah kepincut tetap saja dibeli dan akhirya mampir di tukang permak.

Untungnya di Jogja ini tak sulit mencari tukang permak. Banyak tukang jahit yang menerima permak baju. Bahkan di sekitaran kampus UGM ada satu los kios yang menerima permak baju. Layanan di kios ini angat bisa diandalkan karena biasanya sehari jadi. Dan kadang tukang permak di sini bisa menyelesaikan order jahitan yang di tempat lain belum tentu mau menerima. Seperti waktu saya mau bikin mukena, tak mudah menemukan tukang jahit yang mau jahitan mukena. Akhirnya di kios permak ini ada yang menerima jahitan saya. Ongkos jahitnya memang relatif lebih mahaal, tetapi melihat layanannya yang oke, ongkos mahal ini sepadan lah.

Dan yang paling terkini, tukang permak langganan saya tidak hanya melayani permak baju tapi juga menerima permak kerudung. Ini juga sangat membantu karena saya jarang sekali beli kerudung dengan pet. Karena di bagian pet itulah kadang-kadang tidak pas dan kalau dipakai tidak nyaman. Nah, sekarang kalau beli kerudung dan petnya kurang pas, tinggal bawa saja ke sana.

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Pesawat sebagai salah satu mode transportasi kini semakin banyak dipilih dengan pertimbangan efisiensi waktu dan kenyamanan. Dan semakin banyaknya maskapai yang menawarkan penerbangan berbiaya murah memberikan keleluasaan masyarakat untuk memilih sesuai kebutuhan dan budget masing-masing.

Berbeda dengan jaman dulu di mana tiket pesawat bentuknya adalah lembaran-lembaran kertas, kini pelayanan tiket untuk calon penumpang pesawat menggunakan sistem pencatatan digital yang kita kenal dengan e-tiket. Dengan e-tiket data penumpang dan detail penerbangan tercatat dalam database maskapai. E-tiket ini tidak perlu dicetak dan kita bisa check in cukup dengan menunjukkan file. gambar yang terdapat kode bookingnya saja.

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Selain hemat kertas dengan e-tiket ini calon penumpang tidak perlu khawatir hilang tiket karena tiket kita telah tercatat di database maskapai. Dan lebih simpel lagi karena kini calon penumpang tidak perlu repot-repot ke agen travel karena e-tiket bisa dipesan secara real time dari smartphone masing-masing.

Di mana saja kita dapat membeli tiket pesawat ?

Jaman dulu kita bisa membeli tiket langsung di bandara di konter maskapai. Namun kini, sesuai instruksi menteri perhubungan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan dengan nomor HK. 209/I/16/PHP. 2014 tertanggal 31 Desember 2014, konter untuk penjualan tiket di terminal penumpang telah ditiadakan. Ruangan konter tersebut sekarang lebih difungsikan sebagai customer service untuk melayani perubahan rute penerbangan, pembatalan penerbangan atau refund.

Kini calon penumpang dapat membeli tiket melalui website resmi maskapaisitus penjualan online yang terpercaya atau agen travel yang pada dasarnya juga menggunakan sistem online.

Membeli tiket di agen travel

Dulu saya selalu ke agen travel untuk mencari tiket pesawat. Waktu itu saya belum familiar dengan pembelian dengan sistem elektronik. Ditambah lagi handphone nya masih jadul, tidak leluasa untuk internetan dan mencari tiket murah. Dan meski bisa internetan dengan laptop, tapi tetap saja saya belum pede kalau harus booking tiket sendiri. Tapi melalui laptop tersebut, saya biasanya survey harga ke website beberapa maskapai sebelum saya pesen tiket ke agen travel.

Saat kita membeli ticket di agen travel maka petugas agen travel yang akan terhubung secara online dan melakukan pemesanan. Data calon penumpang akan masuk ke database maskapai dan pihak agen travel akan menerbitkan lembar initerary ( rencana perjalanan ).

Dalam lembar initerary ( rencana perjalanan ) tertulis kode booking, nama maskapai, nomor penerbangan, tujuanjam boarding, jam keberangkatan dan detail penumpang serta jatah bagasi. Ada baiknya kode booking ini dicatat untuk mengantisipasi kalau lembar initerary hilang, kita masih bisa check-in di bandara cukup dengan kode booking.

Membeli Tiket Di Situs Perjalanan Online

Kini sistem pembayaran elektronik dipakai di banyak layanan publik. Smartphone bukan barang langka dan masyarakat sudah familiar dengan berbagai aplikasi di smartphonenya. Dan untuk tiket pesawat, banyak sekali aplikasi situs perjalanan yang membantu kita mencari dan memesan tiket pesawat dengan beberapa langkah mudah saja.

Di situs perjalanan kita bisa mencari harga tiket terbaik sesuai rencana bepergian. Tidak perlu lagi melihat satu per satu ke website maskapai, situs perjalanan menggabungkan data dari ratusan jadwal penerbangan dan menyajikannya untuk kita. Proses pemesanannya pun relatif mudah. Setelah kita menyelesaikan pemesanan, kita akan diberi waktu untuk menyelesaikan transfer pembayaran. Selesai transfer maka e-tiket akan terbit dan akan dikirimkan ke e-mail pemesan.

Beberapa situs perjalanan bahkan memiliki aplikasi mobile sehingga memudahkan calon penumpang untuk bertransaksi. Mencari, melihat harga dan memesan tiket pesawat dimana saja dan kapan saja.  Tak perlu print e-tiket, karena e-tiket yang telah terbit otomatis tersimpan di aplikasi. Saat check in calon penumpang tinggal buka aplikasi dan menunjukkan e-tiket nya kepada petugas bandara.

Tentang Tiket Promo

Banyak promo dari maskapai menjadi keuntungan tersendiri bagi konsumen. Dengan biaya lebih terjangkau kita sudah dapat bepergian dengan pesawat ke tujuan-tujuan favorit. Untuk diketahui, biaya murah bukan berarti mengabaikan keselamatan lho ya. Tarif murah yang dikeluarkan oleh beberapa maskapai tersebut karena pihak maskapai menghilangkan beberapa fasilitas  kenyamanan yang ada pada tarif yang lebih mahal.

Namun harga yang lebih murah ini bisa jadi berbeda dengan tiket yang dijual dengan harga normal dalam hal fasilitas dan kompensasi. Ada kalanya pada tiket promo ini harus menambah bayar untuk memilih tempat duduk sesuai keinginan, jam terbangnya pada malam hari dan tidak ada pengembalian bila hendak merubah rute atau membatalkan penerbangan. Jadi, pikirkan baik-baik ya sebelum memutuskan untuk memilih tiket promo.

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Membeli tiket jauh-jauh hari adalah pilihan bijak saat anda bepergian pada masa lebaran atau masa liburan sekolah. Terutama bila anda pergi dengan rombongan yang banyak. Tidak mau kan kalau rencana perjalanan anda gagal karena pesawat sesuai tujuan anda sudah kehabisan tempat duduk ? Selain itu, dengan membeli tiket jauh-jauh hari kita masih bisa mendapatkan tiket yang harganya lebih murah dan leluasa saat mengubah jadwal keberangkatan.
Baca juga : Tips Bepergian Dengan Pesawat Terbang

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Ini adalah cerita liburan saya ke Palembang dan Rejang Lebong. Di dua tempat ini memang tak asing bagi saya dan keluarga, karena dua saudara saya ( adik dan kakak ) merantau dan menetap di sana.

Sebelumnya saya pernah ke Palembang tahun 2009. Waktu itu adik saya masih awal-awal bekerja di sana. Kemudian tahun 2012 saat adik saya menikah dan 2014 saat adik mempunyai anak pertama. Dan memang setiap ke Sumatera kami selalu mengunjungi keduanya sekalian. Begitu juga saat liburan kemarin, setelah dari tempat adik di Palembang kami lanjut ke tempat kakak di Curup, Rejang Lebong.

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Perjalanan Yogyakarta-Palembang kami tempuh dengan penerbangan langsung pesawat NAM Air. Ini pertama kalinya kami terbang langsung ke Palembang. Sebelum-sebelumnya kami naik pesawat yang harus transit dulu di bandara Soekarno - Hatta. Berangkat dari rumah jam 8-an, kami boarding sekitar 10.30 dan sampai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 12an. Dengan penerbangan langsung ini, selain menghemat waktu perjalanan, badan juga nggak capek.

Di Palembang kami tak banyak rencana ke tempat wisata. Namun begitu kami tetap menyempatkan jalan-jalan sore di seputaran kota Palembang.

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Hari pertama di Palembang kami jalan-jalan ke kompleks olahraga Jakabaring Sport City ( JSC ). Komplek olah raga ini dibangun pada tahun 2004 saat Palembang menjadi tuan rumah PON ke-16. Di sini berdiri megah Stadion Gelora Sriwijaya yang berkapasitas 40 ribu kursi dan venue-venue cabang olah raga lainnya.

Waktu kami ke JSC tahun 2012, Palembang baru saja menjadi tuan rumah Sea Games XXVI. Setelah perhelatan Sea Games tersebut, JSC tetap menjadi tempat kegiatan bagi masyarakat baik untuk berolahraga atau sekedar menikmati hari libur.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Jakabaring Sport City "Countdown Asian Games ke-18"
Kini JSC bersiap menjadi tempat diselenggarakannya Asian Games ke-18. Di beberapa tempat terlihat perbaikan dan pembangunan fasilitas olah raga. Sepertinya menarik mengunjungi tempat ini saat ada even olahraga, apalagi even bertaraf internasional seperti Asian Games.

Jembatan Ampera adalah tempat yang tak terlewatkan kalau ke Palembang. Dan kalau biasanya kami ke Ampera saat siang hari, kali ini saya minta adik saya untuk mengantar kami ke Ampera sore hari.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Jembatan Ampera
Saat sore hari di Ampera ini suasananya lebih bersahabat. Semilir angin menemani pengunjung yang ingin duduk-duduk sambil meliha kapal-kapal yang lalu lalang di sungai Musi. Saat mulai gelap kita bisa melihat jembatan Ampera di keramaian kerlip lampu kendaraan dan kapal-kapal di sungai Musi.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Kuliner khas Palembang, Pindang Pegagan
Sesuai rencana, dari Palembang kami melanjutkan perjalanan ke rumah kakak saya di Curup, Rejang Lebong. Butuh waktu sekitar 8-9 jam dari Palembang menuju Curup. Kalau biasanya kami ke Curup naik travel, kali ini kami diantar oleh adik saya. Dengan kendaraan pribadi ini perjalanan kami lebih santai karena lebih bebas untuk menentukan jam berangkat.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Beristirahat di Masjid Agung As-Salam Kota Lubuk Linggau
Kecamatan Curup, kabupaten Rejang Lebong adalah kota di pegunungan bukit barisan yang kelilingi oleh perbukitan. Seperti daerah pegunungan pada umumnya kota ini kaya akan hasil pertanian seperti sayur mayur. Di sepanjang jalannya kita akan melihat petani atau pedagang yang sedang menimbang sayur hasil panen seperti kol, wortel, daun bawang dan terung.
Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu ( sumber gambar : wikipedia )

Saat ke Curup sebelumnya kami pernah mengunjungi pemandian air panas Suban dan air terjunnya. Kali ini kami jalan-jalan ke danau Mas Harun Bastari dan Taman Bunga D'Syandana.

Danau Mas Harun Bastari adalah salah satu obyek wisata menarik di kabupaten Rejang Lebong. Danau ini dikelilingi oleh bukit-bukit dengan lereng yang berupa lahan pertanian sayur mayur. Danau ini cukup mudah dijangkau karena lokasinya berada di jalan lintas Curup-Lubuk Linggau. Terhitung dekat juga kalau dari rumah kakak saya.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
danau dilihat dari sisi bukit

Sebelum ke danaunya kita naik ke bukit di salah satu sisi danau. Nah dari bukit ini kita bisa melihat bukit-bukit yang mengelilingi beserta danau di bawahnya. Setelah dari puncak bukitnya, kita baru turun ke kawasan danau dan duduk-duduk di sana. Mungkin karena bukan waktu libur saat kami ke sana suasananya tidak begitu ramai.

Taman bunga D'Syandana 88 adalah tempat wisata yang berisi beraneka ragam tanaman bunga. Tempat wisata ini kelihatannya masih baru jika dilihat dari beberapa petak tanah yang bunganya belum bermekaran. Meski baru, tapi keindahan dan warna-warni bunga yang mekar sangat menyenangkan untuk dipandang.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Taman Bunga D'Syandana 88
Susana di Curup sangat berbeda dari kota Palembang. Kota di pegunungan ini hawanya mirip-mirip dengan kota di pegunungan lainnya. Kalau di Jogja dinginnya seperti di daerah Kaliurang.

Dua hari di Curup kami kembali ke Palembang dengan membawa banyak tanaman hias dan buah dari rumah kakak. Tanaman-tanaman itu nanti akan ditinggal di rumah adik saya di Palembang. Sedangkan ke Jogjanya, kami akan membawa oleh-oleh makanan saja, he. Semoga kapan-kapan kita bisa liburan ke sana lagi ...