Tuesday, 12 October 2021

Journaling

Tuesday, October 12, 2021

Setelah berbulan-bulan ( hampir 2 tahun, he ) tidak menulis di blog ini maupun di blog Catatan Yoen, saya akhirnya bisa posting lagi. Padahal selama berbulan-bulan itu banyak sekali yang bisa diceritakan. Saat pertama merawat pasien covid misalnya, pasti menarik untuk diceritakan. Atau perubahan pola hidup selama pandemi yang panjang dengan segala cerita suka dan dukanya.


menulis jurnal


Kali ini saya ingin menulis tentang sesuatu yang baru yang saya kerjakan, yaitu 'journaling'.
Di sebuah postingan YouTube, saya mengenal istilah 'journaling' ini. Sebuah kegiatan menulis catatan harian baik untuk merencanakan kegiatan sehari-hari maupun menulis bebas tentang apa-apa yang ingin ditulis oleh penulisnya. Bukan sesuatu yang asing sebenarnya karena sejak dulu kita sudah mengenal yang namanya buku diary. Tapi bagi saya tetap menjadi hal baru karena saya memang tidak punya kebiasaan menulis buku diary.


Saya sendiri tertarik ingin menulis buku harian ini sebagai stress release. Banyak hal yang saya rasakan belakangan ini yang menguras pikiran dan emosi. Katanya dengan menuliskannya, masalah-masalah kita akan terlokalisir, alias tidak nggrambyang kalau istilah Jawanya. Dan ini juga untuk 'pengalihan' yang mana kalau ada waktu luang saya biasanya lebih banyak membuka medsos atau membuka aplikasi market place. Sesuatu yang sangat tidak produktif.


Dari berbagai pilihan aktivitas yang ada, saya merasa cocok dengan kegiatan menulis manual ini. Meski sejak dulu sudah sering menulis, salah satunya ngeblog ini, tetapi menulis manual itu sesuatu yang sangat berbeda. Tulisan di blog Saya dulu kebanyakan ditulis untuk eksistensi ngeblog. Memikirkan bagaimana agar tulisan bisa  muncul di mesin pencari atau kadang bertujuan ikut lomba menulis untuk mendapatkan hadiah. Bahkan awal-awal ngeblog dulu saya bermimpi bisa memasang iklan di blog.


Nah, journaling karena tujuannya sebagai stress release, isi jurnal saya akan lebih banyak berisi tentang ungkapan perasaan. Saya berencana akan menulis tentang beberapa kejadian yang beberapa waktu ini menguras emosi saya. Lalu saya juga akan menuliskan apa-apa yang membuat saya gembira pada waktu sekarang maupun di masa lalu. Begitu juga kalau ada kejadian yang berkesan. Dan juga sepertinya menarik kalau suatu saaat berjumpa dengan seseorang dan mendapatkan sesuatu yang menarik dari orang tersebut kemudian kita menuliskannya di sebuah catatan, he. Dan banyak lagi ide tulisan yang sudah saya kumpulkan untuk mengisi buku harian saya.


Jadi dengan kata lain sekarang saya punya dua media untuk menulis. Kalau tulisan itu sifatnya rahasia maka saya akan menuliskannya di jurnal pribadi. Saya tidak perlu memikirkan apakah orang lain akan suka atau tidak. Ada manfaatnya atau tidak. Tetapi kalau tulisan itu sekiranya ada manfaatnya dan tidak berkenaan dengan rahasia orang maka saya akan menuliskannya di blog ini.


Bila lazimnya orang menulis jurnal itu menggunakan kertas dan pulpen, maka untuk menulis jurnal ini saya memakai dua cara, yaitu dengan diketik dan tulis tangan. Baik menulis dengan tangan atau mengetik semuanya punya kelebihannya. Bila tulisan diketik maka hasil ketikan akan saya cetak kemudian saya masukkan ke dalam binder. Suatu ketika entah kapan mungkin saya akan membaca tulisan saya sendiri.
Sedangkan menulis manual katanya akan lebih memberikan terapi bagi jiwa. Dan banyak yang bilang tulisan tangan saya itu bagus loh, he, jadi jangan sampai itu tidak digunakan untuk menulis sesuatu yang bermakna untuk saya sendiri.

Apakah anda juga suka menulis jurnal? Yuk, berbagi cerita tentang menulis jurnal ini.

Tuesday, 24 December 2019

Cerita Saya Mendaftar Mobile Banking dan Internet Banking

Tuesday, December 24, 2019
Mendaftar Mobile Banking dan Internet Banking

Sudah lama tidak ke kantor bank dan memang sebenarnya saya agak segan untuk datang ke kantor bank kalau urusannya tidak darurat. Selain karena antrian yang lama setelah urusan pokok kita selesai kadang masih ditawari dengan beberapa produk bank yang bikin saya senyam senyum karena kalau langsung menolak nggak enak juga sama cs nya, he.

Belum lama ini mau tak mau saya harus mendatangi kantor bank karena tidak bisa log ini di internet banking versi yang baru. Sebenarnya sudah cukup lama layanan internet banking ini dialihkan ke versi yang baru di mana para nasabah harus mendaftar ulang untuk aktivasinya. Tapi saya nya aja yang agak menyepelekan sehingga sampai website versi lamanya ditutup saya belum juga mendaftar.

Awalnya saya ke kantor bank yang terdekat dengan tempat kerja saya. Di sana saya diterima oleh satpam yang menanyakan keperluan saya. Saya bilang bahwa saya ingin ke customer service dan bertanya mengapa saya tidak bisa log in di website versi yang baru. Waktu itu dijawab oleh satpam nya bahwa halaman website tersebut sekarang sudah tidak bisa dan dialihkan ke mobile banking. Satpam juga menyarankan agar saya mendownload terlebih dahulu aplikasinya apabila saya belum mendownload.

Saya sebenarnya agak kurang yakin dengan penjelasan bapak satpam ini. Rasanya aneh kalau layanan internet banking itu tidak bisa digunakan lagi. Dan sepemahaman saya, aplikasi di smartphone itu beda dengan website bank yang saya buka melalui browser. Tapi sayang karena terkendala sinyal yang sangat jelek, saya tidak bisa membuka website yang saya maksud dan menunjukkannya ke satpam.

Akhirnya karena hampir setengah jam saya tidak bisa membuka websitenya saya memilih pulang saja. Saya pikir tidak ada gunanya juga kalau bisa ketemu dengan cs kalau handphone saya tidak bisa terkoneksi dengan internet. Namun sebelum pulang itu saya sudah memulai proses mengunduh aplikasi mobile banking nya. Kata pak satpam sih itu aplikasinya.

Lain hari saya kembali datang ke kantor bank lain yang lebih dekat dengan rumah saya. Sama seperti di kantor bank yang pertama, saya di tanya sama satpamnya apa keperluan saya. Ketika saya bilang akan menanyakan kenapa tidak bisa log in di internet banking, dijawab bahwa sekarang sudah dialihkan ke mobile banking. Saya bilang ke satpamnya bahwa saya memakai internet banking dan bukan aplikasi mobile banking dan masalah saya saat ini adalah saya tidak bisa log in. Saya sempat membuka halaman websitenya dan menunjukkannya ke satpam, namun jawabannya sama bahwa website tersebut sudah tidak bisa lagi ...

Masih merasa aneh dengan jawaban pak satpam yang kurang lebih intinya website bank ini tidak bisa lagi. Tapi dari pada saya pusing akhirnya saya ngikut proses yang harus di lakukan yaitu mendaftar di ATM kemudian mengisi formulir permintaan aktivasi internet banking dan yang penting mengantri ke customer service untuk bertanya langsung.

Sampai giliran saya, permintaan aktivasi mobile banking saya di verifikasi dan tinggal aktivasinya di aplikasi. Karena saya sudah disuruh download sebelumnya maka saya tunjukkan aplikasi yang telah saya download sebelumnya. Wk wk .. ternyata aplikasi yang saya download kemarin bukanlah aplikasi yang dimaksud. Aplikasi tersebut diperuntukkan bagi perusahaan dan bukan nasabah individu. Eh, pantesan saya agak aneh dengan nama aplikasinya yang ada tulisan 'bisnis', tapi karena sudah di iyakan oleh satpam di kantor sebelumnya ya saya manut saja.

Sepertinya memang saya harus bersabar dengan proses pendaftaran mobile banking ini karena ketika membuka Playstore aplikasi yang harus saya download tidak muncul. Dibilangin sama cs nya mungkin versi android saya tidak mendukung karena aplikasi ini hanya didukung oleh android versi 5 ke atas. Gubrakk ...

Memang betul sih handphone saya androidnya versi 4. Padahal saat ini sudah versi 10. Jadi ternyata handphone saya kurang update alias sudah tergolong jadul. Dan saya harus upgrade versi android saya atau ganti handphone agar saya bisa mendownload aplikasi ini, he.

Akhirnya keinginan saya untuk menggunakan layanan internet banking atau mobile banking harus tertunda. Sementara ini semua urusan bayar membayar dan transfer harus terencana dengan lebih baik karena saya hanya bisa bertransaksi lewat ATM.  Untuk upgrade androidnya sepertinya tidak sesederhana yang saya bayangkan karena sejak lima tahun lalu handphone saya tidak pernah diutak-atik alias sudah jauh ketinggalan. Dan untuk beli handphone baru, tampaknya ini solusi terbaik namun harus merogoh kocek dalam-dalam. Hmm ...

Friday, 15 November 2019

Agar Pinjam Meminjam Tak Jadi Runyam

Friday, November 15, 2019
Pinjam meminjam adalah sesuatu yang lazim terjadi dalam hidup kita. Hubungan antar manusia yang saling membutuhkan dan ingin saling menolong sehingga transaksi pinjam meminjam ini dapat terjadi. Tetapi sayang niat baik ini kadang berbuntut ketidaknyamanan bila seiring berjalannya waktu peminjam tak punya komitmen untuk mengembalikan pinjamannya.


seputar pinjam meminjam
ilustrasi via pixabay.com

Cerita tidak mengenakkan seputar pinjam meminjam ini banyak terjadi di sekitar kita. Ada seorang teman yang punya piutang uang tapi kesulitan saat hendak menagih, padahal dia sedang membutuhkan dana tersebut. Akhirnya dia harus menjadi peminjam juga untuk memenuhi kebutuhannya. Ada lagi yang meminjam uang kepada temannya, sampai beberapa tahun berlalu tak ada komunikasi kapan akan dikembalikan. Padahal sebenarnya kesempatan berbicara itu ada, karena yang pinjam dan yang meminjami berada di satu gedung kantor dan beberapa kali bertemu.
Dan masih banyak lagi pastinya cerita tentang pinjam meminjam yang sering kita dengar sehari-hari.

Memang pinjam meminjam uang antar teman atau saudara biasanya didasarkan atas rasa saling percaya. Tak ada saksi apalagi jaminan. Bila pinjaman tersebut dianggap kecil, biasanya peminjam akan rela saja bila pinjaman tak kunjung kembali. Tetapi beda ceritanya bila jumlah pinjaman tersebut relatif besar. Pinjaman yang tak kunjung kembali ini akan membuat si peminjam resah. Kadang upaya menagih pun bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi kedua belah pihak. Salah-salah persahabatan yang tadinya baik menjadi renggang gara-gara masalah pinjam meminjam ini.

Lalu bagaimana agar pinjam meminjam uang ini menjadi nyaman untuk kedua pihak?

Beberapa hal berikut ini mungkin bisa menjadi catatan bagi yang meminjam maupun pemberi pinjaman :

1. perhitungkan resikonya

Masing-masing orang bisa jadi punya patokan nilai sendiri-sendiri tentang hal ini. Dan bisa jadi ketika kita meminjamkan kepada saudara bisa beda perlakuan dibanding ketika meminjamkan kepada teman. Tapi semua akan setuju bahwa resiko terbesar saat kita memberikan pinjaman adalah saat si peminjam tidak mampu atau menunda-nunda mengembalikan pinjamannya. Oleh karena itu kita harus tahu akan seberapa jumlah yang bisa kita pinjamkan dan apakah bisa dipinjamkan dalam waktu lama. Selain itu kita juga harus siap dengan semua resiko bila pinjam meminjam dilakukan dengan dasar saling percaya.

2. kontrak waktu

Biasanya inisiatif ini datang dari yang meminjam untuk menunjukkan komitmennya kapan akan mengembalikan. Tapi bisa juga ini menjadi syarat yang diberikan si peminjam untuk disepakati kapan harus mulai mengembalikan, misalnya 1 bulan, 2 bulan, 1 tahun dan seterusnya.

Saat tiba waktu yang disepakati tersebut, bagi peminjam tidak boleh menunda-nunda pembayaran hutangnya. Bila belum mampu, mintalah kerelaan kepada pemberi pinjaman untuk memperpanjang waktunya.
Sebaliknya pemberi pinjaman sebenarnya mempunyai hak untuk menagih kepada peminjam bila sudah jatuh tempo. Meskipun ini sering tidak dilakukan karena segan atau lainnya. Dan apabila peminjam belum mampu maka tidak diperkenankan memaksa membayarkan hutangnya.

3. barang jaminan

Ini adalah cara sederhana untuk memberikan kepercayaan kepada orang yang memberi pinjaman. Mungkin cara ini lazim di tempat gadai atau bank, tapi tidak lazim saat pinjam meminjam antar teman. Dan biasanya pertemanan atau saudara tidak pernah mensyaratkan jaminan seperti ini. Tetapi ini bisa menjadi solusi yang menenangkan bagi kedua belah pihak.

Barang jaminan dapat berupa barang-barang yang berharga seperti emas, surat berharga atau barang berharga lainnya. Bila disepakati oleh kedua belah pihak, barang jaminan ini bisa menjadi pembayaran bila saat jatuh tempo peminjam tidak mampu melunasi hutang.

4. pentingnya saksi dan catatan

Manusia itu tempatnya lupa. Kadang-kadang kita sangat percaya diri bisa mengingat sesuatu, tapi pada akhirnya lupa. Terutama bagi yang meminjam hutang harus dicatat agar tidak lupa dengan kewajibannya sendiri. Sedangkan untuk pemberi pinjaman catatan bisa menghindarkan kita dari keragu-raguan dan berbagai masalah di kemudian hari.

Saksi sangat penting terutama jika jumlah pinjaman relatif besar. Ajaklah seseorang yang dipercaya dan bisa menjaga nama baik kedua belah pihak. Dan yang tidak kalah penting dari saksi adalah, apabila seseorang telah berumah tangga, maka sebaiknya pasangan suami/istri mengetahui hal ihwal peminjaman ini. Selain sebagai saksi, suami/istri ini adalah ahli waris yang akan menanggung bila terjadi sesuatu ke depannya.

Tentang perlunya suami atau istri untuk mengetahui tentang transaksi hutang ini, saya pernah menemui aturan ini diberlakukan oleh bagian keuangan di sebuah kantor yang bekerjasama dengan bank dalam melayani pinjaman kepada karyawannya. Apabila yang meminjam tersebut sudah berstatus menikah maka wajib untuk mengajak suami/istri saat menerima uang pinjaman.

5. membayar hutang adalah prioritas

Ada sebuah nasihat yang mengatakan jika seseorang sedang memiliki tanggungan hutang maka dia tidak boleh bergaya hidup mewah atau membeli kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya tersier. Membayar hutang ini harus menjadi prioritas setelah kebutuhan primernya. Mungkin akan banyak yang tidak setuju dengan hal ini, karena gaya hidup adalah kebiasaan yang sudah berlangsung lama dan sulit dihilangkan, he. Tapi bukankah menjadi aneh bila seseorang individu mempunyai pinjaman yang tak kunjung dibayar namun kemudian unggahan di media sosialnya menunjukkan gaya hidup yang tidak murah.

6. jangan berprasangka

Selain beberapa hal di atas perlu kiranya kita berbaik sangka kepada orang yang meminjam apabila orang yang meminjam tiba-tiba lama tak terdengar kabarnya. Bisa jadi ada sesuatu yang membuat yang bersangkutan tidak segera melunasi pinjamannya. Bisa ditanyakan baik-baik dan mengingatkan tentang pinjamannya.

Ada kejadian yang tak bisa saya lupakan hingga sekarang tentang seorang teman lama yang datang dan meminjam uang kepada saya. Karena setelah meminjam itu memang teman saya ini tidak pernah berkunjung lagi atau memberikan kabar lagi, saya menjadi merasa agak aneh. Ditambah lagi ada suara negatif yang masuk telinga saya membuat saya akhirnya memutuskan untuk menagih pinjaman tersebut lewat surat ( - waktu itu belum jamannya chattingan, he ).

Ternyata keputusan saya tersebut menimbulkan persoalan baru. Surat yang saya kirim tidak sampai kepada yang bersangkutan tapi malah dibaca oleh saudaranya dan anggota keluarga yang lain. Masalah pinjam meminjam ini akhirnya diselesaikan oleh sang adik dan saya baru tahu waktu itu bahwa ada sedikit masalah antara teman saya dan keluarganya sehingga surat itu dibuka tanpa sepengetahuan teman saya tersebut.

Beberapa waktu setelah kejadian itu baru saya menerima surat berisi permintaan maaf dari teman saya yang sekaligus menjelaskan kenapa dia tidak kunjung muncul dan melunasi hutangnya. Sebenarnya alasan yang dia berikan bisa diterima. Mungkin yang seharusnya dilakukan teman saya adalah tetap menjaga komunikasi dengan saya sehingga tidak terkesan tiba-tiba menghilang. Sebuah pelajaran yang semoga menjadi hikmah untuk semuanya.
seputar pinjam meminjam
Untuk yang memberi pinjaman :

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa menghilangkan suatu kesusahan dari seorang muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya kesusahan dari kesusahan-kesusahan akhirat. Dan barang siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang mu'sir ( kesulitan membayar hutang ), niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya."

Untuk yang meminjam :

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

Semoga kita termasuk orang yang amanah ketika menjadi peminjam dan bisa mendulang banyak pahala saat menjadi orang yang berkelebihan.

Thursday, 17 October 2019

Selain Uang, Ini Keuntungan Yang di Dapat dari Ngeblog

Thursday, October 17, 2019

Keuntungan Ngeblog Selain Uang

Bermacam-macam tujuan orang membuat blog. Ada yang memang sejak awal ingin menghasilkan uang dengan ngeblog. Ada juga yang bertujuan menyalurkan hobi menulis. Dan ada juga yang awalnya menyalurkan hobi namun kemudian berpikir agar blognya bisa menghasilkan uang.

Saya pun pernah berpikir untuk bisa mendapatkan uang dari blog. Paling tidak untuk ganti beli kuota lah, he. Karena keinginan tersebut saya dulu rajin mencari tahu tentang seluk beluk Google Adsense dan mencoba beberapa cara untuk monetisasi blog. Saya pernah bergabung dengan beberapa situs pay per click lokal dan pernah juga ikut menjual souvenir unik di blog dengan teknik dropship.

Tapi karena berbagai sebab, tak ada satu pun dari program-program tersebut yang berlanjut. Dari tayangan iklan yang saya sendiri kurang sreg hingga blog saya yang kurang memenuhi syarat untuk mendaftar Google Adsense. Kesimpulannya monetisasi blog tidak semudah yang saya bayangkan, he.

Lalu setelah semua harapan untuk mendapatkan uang tersebut pergi apakah saya masih terus ngeblog. Faktanya demikian. Saya masih terus ngeblog hingga sekarang. Sepertinya minat untuk menulis melebihi keinginan-keinginan lainnya. Meski itu artinya ngeblog ini menjadi hobi yang menyenangkan namun juga butuh biaya untuk mengelolanya.

Selain Uang, Apa Keuntungan Yang di Dapat dari Ngeblog?


Setiap orang bisa jadi memiliki jawaban yang berbeda-beda. Kalau saya, berikut ini beberapa di antaranya:

1. eksistensi

Semua orang butuh akan eksistensi. Menulis di blog adalah salah satu cara untuk eksis namun tetap positif. Ada kepuasan tersendiri saat kita berhasil menyelesaikan beberapa tulisan di blog. begitu juga saat tulisan kita dicari orang dan bisa muncul di mesin pencari. Itu artinya apa yang kita tulis ada manfaatnya dan artinya kita telah eksis dong, he.

2. menulis lebih baik

Teringat dulu waktu awal-awal ikut giveaway, saya butuh waktu lama untuk menulis 200 kata saja. Saya yang biasanya nulis resep makanan harus berusaha lebih menuliskan ide yang ada di kepala. Tapi seiring berjalan waktu menulis panjang menjadi semakin terbiasa. Seperti pepatah bilang "Alah bisa karena biasa".

Kemudian seiring berjalan waktu dan semakin banyakya pengunjung muncul rasa tanggung jawab untuk menulis dengan lebih baik. Tak hanya dalam cara menulis agar mudah dipahami tapi juga isi tulisan yang memang bermanfaat untuk banyak orang.

3. bermanfaat untuk orang lain

Seperti halnya kita saat mencari informasi di internet, pengguna internet yang lain juga mencari informasi sesuai kebutuhannya. Dengan menulis di blog kita bisa membantu orang lain yang membutuhkan informasi tersebut. Bisa dari pengalaman pribadi atau keilmuan sesuai bidang masing-masing seperti kesehatan, travelling, teknologi, tips seputar dapur dan lain sebagainya.

4. mengisi waktu luang

Kejenuhan bisa dialami oleh semua orang. Jenuh dengan rutinitas harian atau dengan permasalahan yang dihadapi. Nah bagi yang suka menulis ngeblog bisa menjadi alternatif untuk berkegiatan di waktu luang.

Dan di jaman yang serba online ini menulis unguk blog tidak harus duduk di depan komputer. Dengan smartphone kita bisa update blog di mana saja. Saat mengantri di bank, sambil antri membayar pajak atau lainnya. Kadang di saat menunggu tersebut kita malah mendapatkan ide tulisan yang menarik. Saat banyak orang menggunakan waktu luang untuk browsing, chatting, membaca berita, nah ngeblog bisa menjadi salah satu pilihannya.

5. tempat curhat

Menulis adalah bercerita. Blog memberikan ruang yang sangat luas untuk mengeluarkan isi pikiran dan berbagi pandangan. Ini lebih baik dari pada kita cuap-cuap di media sosial yang ruangnya sangat sempit untuk menulis. Dan apa yang kita tulis di media sosial tersebut bisa jadi tidak akan mudah diakses seperti tulisan di blog. Jadi blog ini seperti buku harian namun masih layak dibaca banyak orang.

6. menambah wawasan

Salah satu keuntungan dari ngeblog adalah kesempatan untuk bergabung di komunitas blog. Di group tersebut saya bisa berbagi tulisan dan membaca tulisan orang lain dengan blog walking. Banyak hal yang bisa saya dapatkan dengan saling berkunjung ke blog orang lain. Selain tips dan tutorial blog, saya jadi bisa melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Ngeblog juga membuat kita terus belajar. Seperti misalnya ketika ada pertanyaan di kolom komentar tulisan saya seputar resep atau tips baking, ada semacam tanggung jawab untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Kalau saya belum tahu jawabannya, saya akan berusaha mencari tahu dan banyak belajar lagi seputar baking.

Itu beberapa hal yang saya dapat dari ngeblog selama ini. Bagaimana dengan anda?

Monday, 7 October 2019

Tentang Niche Blog dan Konsistensi Ngeblog

Monday, October 07, 2019
Tentang Niche Blog dan Konsistensi Ngeblog

Salah satu yang tantangan bagi sesorang blogger adalah konsistensi dalam menulis. Konsisten bukan hanya terus menulis agar postingannya terus bertambah tetapi juga tulisan yang baik yang sesuai dengan topik blognya. Untuk blog yang topiknya general mungkin masih leluasa mendapatkan banyak ide tulisan. Tetapi bagi yang memilih blog dengan niche tertentu, konsisten menulis adalah suatu perjuangan.

Saya pun merasakan tantangan ini ketika membuat blog Catatan Yoen yang nichenya adalah resep dan tips baking. Saya dulu memilih topik ini karena saat memulai ngeblog saya lagi seneng-senengnya masak-masak khususnya baking. Dan itu juga yang memotivasi saya untuk eksis melalui blog dan akhirnya membuat blog. Ditambah lagi saya kemudian bergabung di sebuah komunitas kuliner, membuat saya lebih semangat lagi untuk menampilkan hasil masakan saya.

Perpaduan antara ‘hobi’ dan ’obsesi' untuk eksis ini ternyata klop, he. Blog Catatan Yoen cepat sekali tumbuhnya. Tidak hanya jumlah postingannya yang bertambah, jumlah pengunjungnya pun semakin meningkat. Seiring dengan itu saya pun mulai belajar lebih banyak tentang seluk beluk blog. Dari mengenal SEO hingga utak-atik kode html agar blog saya lebih nyaman bagi pengunjung.

Tapi pada suatu waktu di mana saya tidak bisa baking lagi atau malas mencari ide tulisan seputar baking. Mulai jarang update blog dan jenuh dengan blog saya sendiri, he. Apalagi ketika saya kemudian bergabung dengan komunitas blog dan mulai mengikuti kontes blog maka saya menjadi gemar menulis beragam tema.

Baca juga : Tentang Giveaway dan Blog Competition

Yang menjadi masalah kemudian, saya mulai berasa aneh ketika di blog yang berisi resep-resep masakan di dalamnya ada tulisan yang mengulas tentang produk suplemen kesehatan atau produk perawatan kulit. Sangat tidak nyambung kan, he. Begitu juga ketika melihat template blog yang sepertinya kurang sesuai untuk menulis review produk, membuat saya menjadi kurang pede saat mau ikut kontes blog, he.

Membuat blog lagi? Awalnya ini juga yang terpikir di kepala. Tapi mengingat dulu waktu membangun blog pertama cukup menghabiskan waktu dan energi, maka keinginan membuat blog baru saya lupakan sejenak. Selama beberapa waktu saya menulis banyak hal dan kadang-kadang ikut kontes blog di blog masak memasak, he.

Namun pada akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan kemantapan saya membuat blog kedua yaitu Yoen Ngeblog. Dan tak lagi mau menghabiskan waktu untuk utak-atik html saya membeli template premium dengan sedikit modifikasi agar sesuai dengan kebutuhan blog saya.

Di blog kedua ini saya menulis beragam topik. Tentang hal-hal yang menarik bagi saya namun masih layak untuk diceritakan. Pastinya selain tentang resep masakan. Selain tulisan baru, ada juga beberapa tulisan dari blog pertama yang didaur ulang karena sayang kalau tidak di tulis ulang.

Kalau blog pertama dulu niche blognya adalah resep dan tip baking, untuk blog kedua ini saya sendiri masih bertanya-tanya apa sebutannya yang sesuai. Tadinya saya ingin menjadikan blog ini lifestyle blog. Tetapi sepertinya jiwa saya tak cocok untuk mengulas tentang ‘gaya hidup’, he. Karena kalau menilik dari definisinya lifestyle blog lebih banyak membutuhkan tampilan visual selain narasi.

Mungkin lebih sesuai jika dilabeli personal blog jika melihat tulisan-tulisannya lebih merupakan ekspresi dan pendapat pribadi mengenai hal-hal yang saya alami atau rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di dalamnya adalah mencurahkan unek-unek yang ada di kepala saya. Tapi bukan semata-mata curhat lho ya. Pastinya sesuai sebutannya blog ini hanya dikelola oleh seorang saja yaitu saya sebagai penulis.

Setelah ada blog kedua ini, saya semakin jarang update di blog pertama. Meski begitu hingga sekarang blog pertama saya tersebut masih terus eksis. Ada satu artikel yang paling banyak dikunjungi hingga saat ini yaitu Ovenku Oven Tangkring yang bisa dibilang menjadi artikel andalan untuk blog tersebut terus eksis. Hingga artikel ini saya tulis, kalau kita mengetikkan kata kunci ‘cara menggunakan oven tangkring’ atau ‘seputar oven tangkring’ di mesin pencari, artikel saya tersebut masih muncul di halaman pertama Google.

Ngeblog itu tidak mudah dan juga tidak murah. Butuh kuota internet, butuh meluangkan waktu dan butuh pihak lain jika ada kesulitan dalam mengelola blog. Dan pastinya butuh skill menulis agar tulisan kita bisa dipahami dengan baik. Lalu mungkin ada yang bertanya, apa yang kita dapat dari ngeblog?   -bersambung-