Monday, 15 January 2018

Pengalaman Membeli Template Blog Premium

Monday, January 15, 2018
Template blog bagi seorang blogger adalah ibarat kerangka rumah yang akan ia bangun dan tata sedemikian rupa agar para tamunya senang berkunjung. Karena ini pulalah saya dulu pernah lembur dan sangat gigih untuk bisa menaklukkan kode html agar tampilan blog saya enak dan layak dikunjungi. Meskipun saya tidak semahir itu dan akhirnya memakai template premium. Namun dari seringnya utak-atik kode html tersebut ada banyak ilmu yang sangat membantu saya memodifikasi tampilan blog.

Berawal dari ide untuk berjualan di blog lah sehingga saya membeli template premium. Meski belum tahu mau berjualan apa, dan tak punya pengalaman berjualan tapi saya pikir tak ada salahnya kalau saya punya templatenya dulu. Eh, siapa tahu ada yang cocok dan saya benar-benar bisa berjualan di blog nantinya, he.

Tapi belum lagi mendapat template yang cocok untuk jualan, saya malah tergoda dengan banyak template cantik untuk blog saya. Salah satunya adalah sebuah template yang saat ini terpasang di blog pertama saya, Catatan Yoen. Blog ini berisi resep masakan dan hal-hal yang berhubungan dengan kuliner.

Ada sedikit cerita saat saya membeli template tersebut. Ini adalah pertama kali saya membeli template premium. Sebelum-sebelumnya sering jjuga mengunjungi situs penyedia template tetapi mengunduh yang versi gratis, he. Nah, saya kesulitan menyelesaikan transaksi karena harga yang tercantum di sana adalah dalam mata uang dolar dan hanya bisa membayar dengan kartu kredit atau Paypal. Dan saya tidak mempunyai keduanya. Karena masalah pembayaran ini, pembelian template ini tertunda hingga beberapa waktu.

Pengalaman Membeli Template Blog Premium

Tapi ... selalu ada solusi. Saat mencari referensi tentang pembelian template premium, saya membaca sebuah tulisan dari seorang blogger yang bercerita tentang pengalamannya membeli template dengan bantuan jasa pembayaran Paypal. Dari tulisan tersebut saya baru mengetahui kalau ada jasa pembayaran Paypal.

Jasa pembayaran ini biasanya membantu mereka yang hendak berbelanja online ( misal di Amazon dot com atau Ebay ) tetapi tidak mempunyai kartu kredit atau akun Paypal. Dan belakangan baru saya tahu, ternyata banyak penyedia jasa seperti ini. Ah, ternyata saya kurang piknik, he. Penyedia jasa ini kebanyakan membuka lapaknya di Kaskus meski ada juga yang di blog pribadinya. Di sana kita dapat membaca ketentuan transaksi dan mendapatkan nomor kontak pemilik lapaknya.

Saya kemudian menghubungi nomor kontak yang ada di lapak tersebut dan menanyakan apakah masih bisa menerima order untuk pembelian template blog dengan Paypal. Ternyata adminnya masih aktif dan meminta saya mengirimkan link barang yang akan saya beli untuk dicek harganya. Kemudian saya diberikan totalan harga dalam mata uang rupiah untuk kita bayar dengan cara transfer.

Saya sempat khawatir bagaimana kalau ada penipuan dalam transaksi ini. Namun membaca beberapa testimoni dari pelanggan lain, sepertinya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Dan saya pikir kalaupun saya tertipu, maka saya akan dirugikan sebanyak harga template ( 9,5 dolar ) plus ongkos jasa pembelian. Risiko yang masih bisa ditoleransi, he.

Ada hal lain lagi yang mengganjal pikiran saya waktu itu. Berbeda dengan barang belanjaan lain ( misal alat elektronik, sepatu, tas atau barang lain ), yang saya beli ini adalah template blog yang berbentuk file pdf. File tersebut bisa saja dicopy ( tercopy ) bila harus melalui pihak ketiga. Karena itu sebelum saya transfer, saya menanyakan apakah file template-nya bisa langsung dikirim ke email saya. Dan ternyata hal tersebut bisa dilakukan. Jadi dalam transaksinya, agen penyedia jasa memakai email saya untuk alamat pengiriman template yang saya pesan.

Untuk transaksi saya kemarin prosesnya cepat. Begitu saya konfirmasi bahwa saya sudah transfer ( dengan mengirimkan screenshot transfernya ), beberapa menit kemudian saya sudah menerima email yang berisi file template yang saya beli. Dan email ini dikirim langsung dari pihak penjual templatenya.

Pengalaman Membeli Template Blog Premium

Dari pembelian kemarin saya mendapat 5 file pdf  yang berisi file yang sama. Mungkin maksudnya untuk cadangan ya. Karena saat kita utak-atik template, bisa saja terjadi kesalahan yang sulit dipulihkan lagi. Apalagi yang masih belajar kode html seperti saya.

Demikian pengalaman saya membeli template premium dengan jasa pembayaran Paypal. Semoga bisa menjadi pencerahan untuk yang sedang mencari-cari template premium atau produk apapun tetapi kesulitan saat harus membayar dengan kartu kredit atau Paypal.

Monday, 1 January 2018

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Monday, January 01, 2018
Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Bagi anda yang sering melakukan perjalanan jauh, naik pesawat mungkin bukan hal yang asing lagi. Tapi bagi mereka yang baru pertama-tama mau naik pesawat mungkin informasi ini bisa bermanfaat untuk menambah referensi.

Ini adalah pengalaman saya bulan kemarin saat berlibur ke tempat saudara saya di Sumatera dengan pesawat NAM Air.
 
Karena sudah beberapa kali pergi ke sana, saya sudah punya gambaran maskapai mana saja yang terbang ke Palembang. Tetapi kali ini ada yang beda. Kalau sebelumnya kami biasa naik pesawat yang transit dulu di Jakarta, kali ini ada pilihan baru yakni penerbangan langsung Yogyakarta-Palembang.

Karena banyaknya pilihan maskapai, saya sempat membuat saya bingung mau pilih yang mana. Yang ada di pikiran saya sih naik pesawat full service seperti Garuda Indonesia yang sesuai pengalaman sebelumnya nyaman dan menyenangkan. Meski untuk kenyamanan tersebut saya harus merogoh kocek lebih dalam dan pasti nyari yang promo, he ..

Namun impian saya tampaknya bertepuk sebelah tangan karena Bapak dan Ibu saya lebih tertarik dengan pesawat yang terbang langsung ( tidak transit ) dengan pertimbangan lebih cepat sampai dan tidak capek. Wah, kalau sudah begini ngalamat gagal rencana saya terbang naik Garuda Indonesia, he ...

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air
e-ticket
Semakin dekat dengan waktu berangkat, akhirnya diputuskan kami ke Palembang dengan pesawat NAM Air. Tiket untuk berangkat dibelikan oleh adik saya dan tiket pulangnya saya yang beli.

Karena saat ini layanan tiket pesawat menggunakan sistem elektronik ( e-ticket ) maka data penumpang sudah tercatat di website maskapai sejak kita booking tiket secara online. Adik saya yang membelikan tiketnya mengirim file pdf e-tiket tersebut melalui pesan chatting. Untuk check-in, saya cukup menunjukkan file tersebut kepada petugas check in di bandara. Begitu juga saat kami masuk ke area check in, saya cukup menunjukkan file tersebut pada petugas keamanan bandara.

Baca juga : Seputar E-ticket Pesawat Terbang

Seperti biasa saya berangkat ke bandara lebih awal supaya tidak grudakan saat harus mengantri di loket check in. Untuk penerbangan dengan NAM Air ini para penumpang diberangkatkan dari terminal B Bandara Adisucipto. Ini pertama kalinya saya terbang dari terminal B. Sebelum-sebelumnya kalau ke Palembang, pesawat yang saya naiki berangkat dari terminal A.

Suasana di loket check in pagi itu sangat sibuk. Selain NAM AIR, loket maskapai lain juga sudah buka dan penuh antrian. Lumayan sibuk juga karena barang bawaan saya ada 6 item yang ternyata setelah ditimbang beratnya 50 kg lebih, he. Dan karena sibuknya mengatur barang titipan bagasi tersebut, saya tak sempat minta agar kami bisa duduk berjejer. Tapi waktu saya lihat boarding pass nya, ternyata kami bertiga sudah diatur duduk sederet. Setelah proses check in selesai saya menunggu di ruang tunggu sambil melihat-lihat suasana di terminal B yang baru beroperasi sejak 2015 ini.

Kami boarding sekitar pukul 10.20 WIB. Mundur beberapa menit saja dari jadwal yang seharusnya. Masih terhitung wajar sih kalau hanya beberapa menit.
Saya tadinya mengira pesawat kami parkirnya tak terlalu jauh dari gate. Ternyata pesawat kami parkirnya di depan terminal A. Lumayan juga nih jalannya ...

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air
menuju NAM Air ...

Tak ada aral yang berarti saat pesawat ini take off. Setelah saat-saat penting terlewati dan daratan yang semakin lama semakin menghilang, pesawat mulai stabil. Waktu itu langit berawan. Awan putih dan sesekali langit biru menjadi pemandangan dari jendela pesawat.

Ada yang luput dari perhatian saya, bahwa ternyata penerbangan NAM Air memberikan snack selama terbang. Sebenarnya fasilitas snack dan bagasi ini tertera pada e-tiket tapi saya kurang memperhatikan ada tulisan snack nya. Makanya saya surprise waktu pramugari membagi-bagikan snack dan minuman. Roti manis dan air mineral ini mungkin tidak mahal tapi lumayanlah menjaga mulut saya tetap mengunyah dan mengurangi tekanan di tuba eustachius saya.

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Penerbangan Yogyakarta - Palembang dengan NAM Air ini memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Meski cuaca sedang hujan di beberapa tempat, penerbangan kami cukup lancar tanpa ada guncangan yang berarti. Lega sekali saat melihat ke bawah terlihat kelokan-kelokan seperti sebuah sungai besar. Saya pikir itu pasti sungai Musi. Tapi lama-lama saya ragu. Ah entahlah ... Yang jelas pesawat kami ini kini berada di atas Pulau Sumatera.

Baca juga : Tips Pertama kali Naik Pesawat Terbang

Pesawat kami mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada sekitar jam 12.00. Cuaca di Palembang sangat panas. Setelah mengambil barang bagasi, kami segera menemui adik saya dan keponakan yang sudah menunggu di luar.

Pengalaman Terbang Bersama NAM Air

Untuk pertama kali ini saya mendapatkan kesan yang cukup baik dengan pelayanan NAM Air. Bukan hanya pemberian snack selama terbang saja yang membuat penerbangan ini menyenangkan, tetapi di NAM Air ini pula saya pertama kali melihat pramugari Indonesia mengenakan jilbab. Salut deh buat NAM Air. Dan kesan yang baik ini membuat kami percaya untuk terbang lagi dengan NAM Air saat kembali ke Jogja.

Monday, 11 December 2017

Permak Atau Vermak ?

Monday, December 11, 2017
Permak memermak baju sepertinya tak asing lagi saat ini. Kalau dulu yang lazim dipermak adalah celana jeans, sekarang sepertinya semua jenis jahitan yang kurang pas ukurannya bisa dibawa ke tukang permak. Baju, celana, rok bawahan dan lainnya. Bahkan belum lama ini saya melihat ada ibu-ibu membawa spreinya untuk dipermak, he.


Sebelum cerita tentang permak, mana sih kata yang benar, permak ataukah vermak?

Permak Atau Vermak ?

Bila kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia kita tidak menemukan kata 'vermak'. Yang ada di sana adalah kata 'permak' yang salah satu artinya : merombak ( agar dapat dimanfaatkan kembali, misalnya pakaian ). Arti lainnya adalah : mengubah dari bentuk atau keadaan asli menjadi bentuk baru. Dan dapat diartikan pula 'memukuli dan menyiksa'. Duh ... yang terakhir ini kok beda sekali ya artinya, he.

Saya mengenal permak memermak baju ini saat seragam dinas yang saya terima dari kantor sering tidak pas alias terlalu besar. Mungkin karena postur saya yang memang tidak ideal ( = terlalu kurus) maka penjahitnya lebih memilih melebihi ukurannya. Alhasil bajunya jadi longgar. Dan akhirnya harus mampir dulu ke tukang permak.

Baca juga  :  Pentingnya Menjaga BB Ideal

Setelah familiar dengan tukang permak ini, saya mulai sering memermak baju-baju selain seragam. Biasanya baju yang tidak pas itu adalah baju yang beli langsung jadi. Baju-baju ini biasanya memakai ukuran standar S. M, L dan XL. Kadang-kadang malah satu ukuran ( all size ). Nah karena badan saya tidak ideal, sulit bagi saya untuk mencari yang pas. Kalau lingkar badannya pas, panjangnya kurang. Kebalikannya kalau ukuran panjangnya pas, lingkar badannya terlalu besar. Tapi karena sudah sreg dengan modelnya akhirnya tetap dibeli dan mampir dulu di tukang permak.

Untungnya di Jogja ini tak sulit mencari tukang permak. Banyak tukang jahit yang menerima permak baju. Dari penjahit rumahan hingga yang membuka kios khusus permak. Bahkan di sekitaran kampus UGM ada satu los kios yang khusus melayani permak pakaian. Karena letaknya strategis di pinggir jalan dan ada di wilayah kampus kios-kios ini jadi tujuan mereka yang membutuhkan. Menurut saya layanannya cukup memuaskan. Meski tarif sedikit mahal tapi bisa selsai dalam waktu sehari saja.

Nah, tempat permak langganan saya malah lebih banyak lagi layanannya. Selain melayani permak baju juga menerima jahitan baju, woolsum dan jahitan kerudung.

Layanan jahitan kerudung ini sangat membantu para muslimah tentunya. Karena kerudung dengan pad itu harus pas ukurannya. Kalau tidak pas jadinya tidak nyaman kalau dipakai dan terlihat aneh. Dan untuk jahitan kerudung ini tidak semua tukang permak bisa mengerjakan lho karena memang tidak semua bisa menjahit model kerudung yang ada pad nya.

Kalau saya mungkin agak unik. Ke tukang permak kerudung ini tapi njahitin kerudung. Jadi saya biasanya beli kain sendiri, dipotong sendiri sesuai keinginan dan sekaligus membuat contoh pad sesuai ukuran saya.Nah nanti tinggal antar ke tempat permak langganan saya tersebut. Dengan biaya Rp 30.000 saya sudah punya kerudung baru dengan pad yang pas untuk wajah saya.

Wednesday, 6 December 2017

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Wednesday, December 06, 2017
Pesawat sebagai salah satu mode transportasi kini semakin banyak dipilih dengan pertimbangan efisiensi waktu dan kenyamanan. Dan semakin banyaknya maskapai yang menawarkan penerbangan berbiaya murah memberikan keleluasaan masyarakat untuk memilih sesuai kebutuhan dan budget masing-masing.

Berbeda dengan jaman dulu di mana tiket pesawat bentuknya adalah lembaran-lembaran kertas, kini pelayanan tiket untuk calon penumpang pesawat menggunakan sistem pencatatan digital yang kita kenal dengan e-tiket. Dengan e-tiket data penumpang dan detail penerbangan tercatat dalam database maskapai. E-tiket ini tidak perlu dicetak dan saat check in kita cukup menunjukkan kode bookingnya.

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Selain hemat kertas dengan e-tiket ini calon penumpang tidak perlu khawatir hilang tiket karena tiket kita telah tercatat di database maskapai. Dan lebih simpel lagi karena kini calon penumpang tidak perlu repot-repot ke agen travel karena pembelian tiket bisa dipesan secara online dari smartphone masing-masing.

Di mana saja kita dapat membeli tiket pesawat ?

Jaman dulu kita bisa membeli tiket langsung di bandara di konter maskapai. Namun kini, sesuai instruksi menteri perhubungan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan dengan nomor HK. 209/I/16/PHP. 2014 tertanggal 31 Desember 2014, konter untuk penjualan tiket di terminal penumpang telah ditiadakan. Ruangan konter tersebut sekarang lebih difungsikan sebagai customer service untuk melayani perubahan rute penerbangan, pembatalan penerbangan atau refund.

Kini calon penumpang dapat membeli tiket melalui website resmi maskapaisitus penjualan online yang terpercaya atau agen travel yang pada dasarnya juga menggunakan sistem online.

Membeli tiket di agen travel

Dulu saya selalu ke agen travel untuk mencari tiket pesawat. Waktu itu saya belum familiar dengan seluk-beluk pembelian tiket elektronik. Ditambah lagi handphonenya masih jadul, tidak leluasa untuk internetan dan mencari-cari tiket. Dan waktu itu meski bisa internetan dengan laptop saya belum pede kalau harus pesen  tiket sendiri. Takut ada yang keliru dan pesanan gagal.

Saat kita membeli tiket di agen travel maka petugas agen travel yang akan terhubung secara online dan melakukan pemesanan. Data calon penumpang akan masuk ke database maskapai dan pihak agen travel akan menerbitkan lembar initerary ( rencana perjalanan ).

Dalam lembar initerary ( rencana perjalanan ) tertulis kode booking, nama maskapai, nomor penerbangan, tujuanjam boarding, jam keberangkatan dan detail penumpang serta jatah bagasi. Ada baiknya kode booking ini dicatat untuk mengantisipasi kalau lembar initerary hilang, kita masih bisa check-in di bandara dengan menunjukkan kode booking.

Membeli Tiket Di Situs Perjalanan Online

Kini sistem pembayaran elektronik dipakai di banyak layanan publik. Teknologi handphone semakin canggih dan rata-rata orang sudah memiliki gadget. Ini memudahkan kita membuka situs perjalanan dan mencari tiket pesawat kapan saja di mana saja.

Di situs perjalanan kita bisa mencari harga tiket terbaik sesuai rencana bepergian. Tidak perlu lagi melihat satu per satu ke website maskapai, situs perjalanan menggabungkan data dari ratusan jadwal penerbangan dan menyajikannya untuk kita. Proses pemesanannya pun relatif mudah. Setelah kita menyelesaikan pemesanan, kita akan diberi waktu untuk menyelesaikan transfer pembayaran. Selesai transfer maka e-tiket akan terbit dan akan dikirimkan ke e-mail pemesan.

Baca juga : Tips Bepergian Dengan Pesawat Terbang

Beberapa situs perjalanan bahkan memiliki aplikasi yang bisa diunduh di handphone sehingga memudahkan calon penumpang untuk bertransaksi. Mencari, melihat harga dan memesan tiket pesawat dimana saja dan kapan saja. Dan melalui aplikasi, kita tak perlu print e-tiket, karena e-tiket yang telah terbit otomatis tersimpan di aplikasi. Saat check in calon penumpang tinggal buka aplikasi dan menunjukkannya kepada petugas bandara.

Tentang Tiket Promo

Banyak promo dari maskapai menjadi keuntungan tersendiri bagi konsumen. Dengan biaya lebih terjangkau kita sudah dapat bepergian dengan pesawat ke tujuan-tujuan favorit. Untuk diketahui, biaya murah bukan berarti mengabaikan keselamatan lho ya. Tarif murah yang dikeluarkan oleh beberapa maskapai tersebut karena pihak maskapai menghilangkan beberapa fasilitas  kenyamanan yang ada pada tarif yang lebih mahal.

Namun harga yang lebih murah ini bisa jadi berbeda dengan tiket normal dalam hal fasilitas dan kompensasi. Ada kalanya pada tiket promo ini harus menambah bayar untuk memilih tempat duduk sesuai keinginan, jam terbangnya pada malam hari dan tidak ada pengembalian bila hendak merubah rute atau membatalkan penerbangan. Jadi, pikirkan baik-baik ya sebelum memutuskan untuk memilih tiket promo.

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Membeli tiket jauh-jauh hari adalah pilihan bijak saat anda bepergian pada masa lebaran atau masa liburan sekolah. Terutama bila anda pergi dengan rombongan yang banyak. Tidak mau kan kalau rencana perjalanan anda gagal karena pesawat sesuai tujuan anda sudah kehabisan tempat duduk ? Selain itu, dengan membeli tiket jauh-jauh hari kita masih bisa mendapatkan tiket yang harganya lebih murah dan leluasa bila hendak mengubah jadwal keberangkatan.

Thursday, 30 November 2017

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Thursday, November 30, 2017
Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Ini adalah cerita liburan saya ke Palembang dan Rejang Lebong. Dua tempat ini memang tak asing bagi saya dan keluarga, karena dua saudara saya ( adik dan kakak ) merantau dan menetap di sana.

Sebelumnya saya pernah ke Palembang tahun 2009. Waktu itu adik saya masih awal-awal bekerja di sana. Kemudian tahun 2012 saat adik saya menikah dan 2014 saat adik mempunyai anak pertama. Dan memang setiap ke Sumatera kami selalu mengunjungi keduanya. Begitu juga saat liburan kemarin, setelah dari tempat adik di Palembang kami lanjut ke tempat kakak di Curup, Rejang Lebong.

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Perjalanan Yogyakarta-Palembang kami tempuh dengan penerbangan langsung NAM Air. Ini pertama kalinya kami terbang langsung ke Palembang. Sebelum-sebelumnya kami naik pesawat yang harus transit dulu di bandara Soekarno - Hatta. Berangkat dari rumah jam 8-an, kami boarding sekitar 10.30 dan sampai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 12an. Dengan penerbangan langsung ini, selain menghemat waktu perjalanan, badan juga nggak capek.

Di Palembang kami tak banyak rencana ke tempat wisata karena beberapa tempat yang menjadi ikon wisata Palembang pernah kami kunjungi. Namun begitu kami tetap menyempatkan jalan-jalan sore di seputaran kota Palembang.

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Hari pertama di Palembang kami jalan-jalan ke kompleks olahraga Jakabaring Sport City ( JSC ). Komplek olah raga ini dibangun pada tahun 2004 saat Palembang menjadi tuan rumah PON ke-16. Di sini berdiri megah Stadion Gelora Sriwijaya yang berkapasitas 40 ribu kursi dan venue-venue cabang olah raga lainnya.

Waktu kami ke JSC tahun 2012, Palembang baru saja menjadi tuan rumah Sea Games XXVI. Setelah perhelatan Sea Games tersebut, JSC tetap menjadi tempat kegiatan bagi masyarakat baik untuk berolah raga atau sekedar menikmati hari libur.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Jakabaring Sport City "Countdown Asian Games ke-18"
Kini JSC bersiap menjadi tempat diselenggarakannya Asian Games ke-18. Di beberapa tempat terlihat perbaikan dan pembangunan fasilitas olah raga. Sepertinya menarik mengunjungi tempat ini saat ada even olahraga, apalagi even bertaraf internasional seperti Asian Games.

Jembatan Ampera adalah tempat yang tak terlewatkan untuk dikunjungi. Kalau sebelum-sebelumnya kami ke Ampera saat siang hari, kali ini saya minta adik saya untuk mengantar kami ke Ampera sore hari.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Jembatan Ampera
Saat sore hari di Ampera ini suasananya lebih bersahabat. Semilir angin menemani pengunjung yang ingin duduk-duduk sambil melihat kapal-kapal yang lalu lalang di sungai Musi. Saat mulai gelap kita bisa melihat jembatan Ampera dan kerlap-kerlip lampu kendaraan dan kapal-kapal di sungai Musi.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Kuliner khas Palembang, Pindang Pegagan
Sesuai rencana, dari Palembang kami melanjutkan perjalanan ke rumah kakak saya di Curup, Rejang Lebong. Butuh waktu sekitar 8-9 jam dari Palembang menuju Curup. Kalau biasanya kami ke Curup naik travel, kali ini kami diantar oleh adik saya. Dengan kendaraan pribadi ini perjalanan kami lebih santai karena lebih bebas untuk menentukan jam berangkat.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Beristirahat di Masjid Agung As-Salam Kota Lubuk Linggau
Kecamatan Curup, Rejang Lebong adalah kota di pegunungan bukit barisan yang kelilingi oleh perbukitan. Seperti daerah pegunungan pada umumnya kota ini kaya akan hasil pertanian seperti sayur mayur. Di sepanjang jalannya kita akan melihat petani atau pedagang yang sedang menimbang sayur hasil panen seperti kol, wortel, daun bawang dan terung.
Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu ( sumber gambar : wikipedia )

Saat ke Curup sebelumnya kami pernah mengunjungi pemandian air panas Suban dan air terjunnya. Kali ini kami jalan-jalan ke danau Mas Harun Bastari dan Taman Bunga D'Syandana.

Danau Mas Harun Bastari adalah salah satu obyek wisata menarik di kabupaten Rejang Lebong. Danau ini dikelilingi oleh bukit-bukit dengan lereng yang berupa lahan pertanian sayur mayur. Danau ini cukup mudah dijangkau karena lokasinya berada di jalan lintas Curup-Lubuk Linggau. Terhitung dekat juga kalau dari rumah kakak saya.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
danau dilihat dari sisi bukit

Sebelum ke danaunya kita naik ke bukit di salah satu sisi danau. Nah dari bukit ini kita bisa melihat bukit-bukit yang mengelilingi beserta danau di bawahnya. Setelah dari puncak bukitnya, kita baru turun ke kawasan danau dan duduk-duduk di sana. Mungkin karena bukan masa liburan suasana tempat ini tidak begitu ramai.

Taman bunga D'Syandana 88 adalah tempat wisata yang berisi beraneka ragam tanaman bunga. Tempat wisata ini kelihatannya masih baru jika dilihat dari beberapa petak tanah yang bunganya belum bermekaran. Meski baru, tapi keindahan dan warna-warni bunga yang mekar sangat menyenangkan untuk dipandang.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Taman Bunga D'Syandana 88
Susana di Curup sangat berbeda dari kota Palembang. Kota di pegunungan ini hawanya mirip-mirip dengan kota di pegunungan lainnya yang kadang sangat dingin. Kalau di Jogja ini dinginnya seperti di daerah Kaliurang.

Dua hari di Curup kami kembali ke Palembang dengan membawa banyak tanaman hias dan buah dari rumah kakak. Tanaman-tanaman itu nanti akan ditinggal di rumah adik saya di Palembang. Sedangkan ke Jogjanya, kami akan membawa oleh-oleh makanan saja, he. Semoga kapan-kapan kita bisa liburan ke sana lagi.