Monday, 11 December 2017

Permak Atau Vermak ?

Monday, December 11, 2017
Permak memermak baju sepertinya tak asing lagi saat ini. Kalau dulu yang lazim dipermak adalah celana jeans, sekarang sepertinya semua jenis jahitan yang kurang pas ukurannya bisa dibawa ke tukang permak. Baju, celana, rok bawahan dan lainnya. Bahkan belum lama ini saya melihat ada ibu-ibu membawa spreinya untuk dipermak, he.


Sebelum cerita tentang permak, mana sih kata yang benar, permak ataukah vermak?

Permak Atau Vermak ?

Bila kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia kita tidak menemukan kata 'vermak'. Yang ada di sana adalah kata 'permak' yang salah satu artinya : merombak ( agar dapat dimanfaatkan kembali, misalnya pakaian ). Arti lainnya adalah : mengubah dari bentuk atau keadaan asli menjadi bentuk baru. Dan dapat diartikan pula 'memukuli dan menyiksa'. Duh ... yang terakhir ini kok beda sekali ya artinya, he.

Saya mengenal permak memermak baju ini saat seragam dinas yang saya terima dari kantor sering tidak pas alias terlalu besar. Mungkin karena postur saya yang memang tidak ideal ( = terlalu kurus) maka penjahitnya lebih memilih melebihi ukurannya. Alhasil bajunya jadi longgar. Dan akhirnya harus mampir dulu ke tukang permak.

Baca juga  :  Pentingnya Menjaga BB Ideal

Setelah familiar dengan tukang permak ini, saya mulai sering memermak baju-baju selain seragam. Biasanya baju yang tidak pas itu adalah baju yang beli langsung jadi. Baju-baju ini biasanya memakai ukuran standar S. M, L dan XL. Kadang-kadang malah satu ukuran ( all size ). Nah karena badan saya tidak ideal, sulit bagi saya untuk mencari yang pas. Kalau lingkar badannya pas, panjangnya kurang. Kebalikannya kalau ukuran panjangnya pas, lingkar badannya terlalu besar. Tapi karena sudah sreg dengan modelnya akhirnya tetap dibeli dan mampir dulu di tukang permak.

Untungnya di Jogja ini tak sulit mencari tukang permak. Banyak tukang jahit yang menerima permak baju. Dari penjahit rumahan hingga yang membuka kios khusus permak. Bahkan di sekitaran kampus UGM ada satu los kios yang khusus melayani permak pakaian. Karena letaknya strategis di pinggir jalan dan ada di wilayah kampus kios-kios ini jadi tujuan mereka yang membutuhkan. Menurut saya layanannya cukup memuaskan. Meski tarif sedikit mahal tapi bisa selsai dalam waktu sehari saja.

Nah, tempat permak langganan saya malah lebih banyak lagi layanannya. Selain melayani permak baju juga menerima jahitan baju, woolsum dan jahitan kerudung.

Layanan jahitan kerudung ini sangat membantu para muslimah tentunya. Karena kerudung dengan pad itu harus pas ukurannya. Kalau tidak pas jadinya tidak nyaman kalau dipakai dan terlihat aneh. Dan untuk jahitan kerudung ini tidak semua tukang permak bisa mengerjakan lho karena memang tidak semua bisa menjahit model kerudung yang ada pad nya.

Kalau saya mungkin agak unik. Ke tukang permak kerudung ini tapi njahitin kerudung. Jadi saya biasanya beli kain sendiri, dipotong sendiri sesuai keinginan dan sekaligus membuat contoh pad sesuai ukuran saya.Nah nanti tinggal antar ke tempat permak langganan saya tersebut. Dengan biaya Rp 30.000 saya sudah punya kerudung baru dengan pad yang pas untuk wajah saya.

Wednesday, 6 December 2017

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Wednesday, December 06, 2017
Pesawat sebagai salah satu mode transportasi kini semakin banyak dipilih dengan pertimbangan efisiensi waktu dan kenyamanan. Dan semakin banyaknya maskapai yang menawarkan penerbangan berbiaya murah memberikan keleluasaan masyarakat untuk memilih sesuai kebutuhan dan budget masing-masing.

Berbeda dengan jaman dulu di mana tiket pesawat bentuknya adalah lembaran-lembaran kertas, kini pelayanan tiket untuk calon penumpang pesawat menggunakan sistem pencatatan digital yang kita kenal dengan e-tiket. Dengan e-tiket data penumpang dan detail penerbangan tercatat dalam database maskapai. E-tiket ini tidak perlu dicetak dan saat check in kita cukup menunjukkan kode bookingnya.

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Selain hemat kertas dengan e-tiket ini calon penumpang tidak perlu khawatir hilang tiket karena tiket kita telah tercatat di database maskapai. Dan lebih simpel lagi karena kini calon penumpang tidak perlu repot-repot ke agen travel karena pembelian tiket bisa dipesan secara online dari smartphone masing-masing.

Di mana saja kita dapat membeli tiket pesawat ?

Jaman dulu kita bisa membeli tiket langsung di bandara di konter maskapai. Namun kini, sesuai instruksi menteri perhubungan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan dengan nomor HK. 209/I/16/PHP. 2014 tertanggal 31 Desember 2014, konter untuk penjualan tiket di terminal penumpang telah ditiadakan. Ruangan konter tersebut sekarang lebih difungsikan sebagai customer service untuk melayani perubahan rute penerbangan, pembatalan penerbangan atau refund.

Kini calon penumpang dapat membeli tiket melalui website resmi maskapaisitus penjualan online yang terpercaya atau agen travel yang pada dasarnya juga menggunakan sistem online.

Membeli tiket di agen travel

Dulu saya selalu ke agen travel untuk mencari tiket pesawat. Waktu itu saya belum familiar dengan seluk-beluk pembelian tiket elektronik. Ditambah lagi handphonenya masih jadul, tidak leluasa untuk internetan dan mencari-cari tiket. Dan waktu itu meski bisa internetan dengan laptop saya belum pede kalau harus pesen  tiket sendiri. Takut ada yang keliru dan pesanan gagal.

Saat kita membeli tiket di agen travel maka petugas agen travel yang akan terhubung secara online dan melakukan pemesanan. Data calon penumpang akan masuk ke database maskapai dan pihak agen travel akan menerbitkan lembar initerary ( rencana perjalanan ).

Dalam lembar initerary ( rencana perjalanan ) tertulis kode booking, nama maskapai, nomor penerbangan, tujuanjam boarding, jam keberangkatan dan detail penumpang serta jatah bagasi. Ada baiknya kode booking ini dicatat untuk mengantisipasi kalau lembar initerary hilang, kita masih bisa check-in di bandara dengan menunjukkan kode booking.

Membeli Tiket Di Situs Perjalanan Online

Kini sistem pembayaran elektronik dipakai di banyak layanan publik. Teknologi handphone semakin canggih dan rata-rata orang sudah memiliki gadget. Ini memudahkan kita membuka situs perjalanan dan mencari tiket pesawat kapan saja di mana saja.

Di situs perjalanan kita bisa mencari harga tiket terbaik sesuai rencana bepergian. Tidak perlu lagi melihat satu per satu ke website maskapai, situs perjalanan menggabungkan data dari ratusan jadwal penerbangan dan menyajikannya untuk kita. Proses pemesanannya pun relatif mudah. Setelah kita menyelesaikan pemesanan, kita akan diberi waktu untuk menyelesaikan transfer pembayaran. Selesai transfer maka e-tiket akan terbit dan akan dikirimkan ke e-mail pemesan.

Baca juga : Tips Bepergian Dengan Pesawat Terbang

Beberapa situs perjalanan bahkan memiliki aplikasi yang bisa diunduh di handphone sehingga memudahkan calon penumpang untuk bertransaksi. Mencari, melihat harga dan memesan tiket pesawat dimana saja dan kapan saja. Dan melalui aplikasi, kita tak perlu print e-tiket, karena e-tiket yang telah terbit otomatis tersimpan di aplikasi. Saat check in calon penumpang tinggal buka aplikasi dan menunjukkannya kepada petugas bandara.

Tentang Tiket Promo

Banyak promo dari maskapai menjadi keuntungan tersendiri bagi konsumen. Dengan biaya lebih terjangkau kita sudah dapat bepergian dengan pesawat ke tujuan-tujuan favorit. Untuk diketahui, biaya murah bukan berarti mengabaikan keselamatan lho ya. Tarif murah yang dikeluarkan oleh beberapa maskapai tersebut karena pihak maskapai menghilangkan beberapa fasilitas  kenyamanan yang ada pada tarif yang lebih mahal.

Namun harga yang lebih murah ini bisa jadi berbeda dengan tiket normal dalam hal fasilitas dan kompensasi. Ada kalanya pada tiket promo ini harus menambah bayar untuk memilih tempat duduk sesuai keinginan, jam terbangnya pada malam hari dan tidak ada pengembalian bila hendak merubah rute atau membatalkan penerbangan. Jadi, pikirkan baik-baik ya sebelum memutuskan untuk memilih tiket promo.

Seputar Tiket Elektronik ( E-ticket ) Pesawat Terbang

Membeli tiket jauh-jauh hari adalah pilihan bijak saat anda bepergian pada masa lebaran atau masa liburan sekolah. Terutama bila anda pergi dengan rombongan yang banyak. Tidak mau kan kalau rencana perjalanan anda gagal karena pesawat sesuai tujuan anda sudah kehabisan tempat duduk ? Selain itu, dengan membeli tiket jauh-jauh hari kita masih bisa mendapatkan tiket yang harganya lebih murah dan leluasa bila hendak mengubah jadwal keberangkatan.

Thursday, 30 November 2017

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Thursday, November 30, 2017
Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Ini adalah cerita liburan saya ke Palembang dan Rejang Lebong. Dua tempat ini memang tak asing bagi saya dan keluarga, karena dua saudara saya ( adik dan kakak ) merantau dan menetap di sana.

Sebelumnya saya pernah ke Palembang tahun 2009. Waktu itu adik saya masih awal-awal bekerja di sana. Kemudian tahun 2012 saat adik saya menikah dan 2014 saat adik mempunyai anak pertama. Dan memang setiap ke Sumatera kami selalu mengunjungi keduanya. Begitu juga saat liburan kemarin, setelah dari tempat adik di Palembang kami lanjut ke tempat kakak di Curup, Rejang Lebong.

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Perjalanan Yogyakarta-Palembang kami tempuh dengan penerbangan langsung NAM Air. Ini pertama kalinya kami terbang langsung ke Palembang. Sebelum-sebelumnya kami naik pesawat yang harus transit dulu di bandara Soekarno - Hatta. Berangkat dari rumah jam 8-an, kami boarding sekitar 10.30 dan sampai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 12an. Dengan penerbangan langsung ini, selain menghemat waktu perjalanan, badan juga nggak capek.

Di Palembang kami tak banyak rencana ke tempat wisata karena beberapa tempat yang menjadi ikon wisata Palembang pernah kami kunjungi. Namun begitu kami tetap menyempatkan jalan-jalan sore di seputaran kota Palembang.

Cerita Wisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong

Hari pertama di Palembang kami jalan-jalan ke kompleks olahraga Jakabaring Sport City ( JSC ). Komplek olah raga ini dibangun pada tahun 2004 saat Palembang menjadi tuan rumah PON ke-16. Di sini berdiri megah Stadion Gelora Sriwijaya yang berkapasitas 40 ribu kursi dan venue-venue cabang olah raga lainnya.

Waktu kami ke JSC tahun 2012, Palembang baru saja menjadi tuan rumah Sea Games XXVI. Setelah perhelatan Sea Games tersebut, JSC tetap menjadi tempat kegiatan bagi masyarakat baik untuk berolah raga atau sekedar menikmati hari libur.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Jakabaring Sport City "Countdown Asian Games ke-18"
Kini JSC bersiap menjadi tempat diselenggarakannya Asian Games ke-18. Di beberapa tempat terlihat perbaikan dan pembangunan fasilitas olah raga. Sepertinya menarik mengunjungi tempat ini saat ada even olahraga, apalagi even bertaraf internasional seperti Asian Games.

Jembatan Ampera adalah tempat yang tak terlewatkan untuk dikunjungi. Kalau sebelum-sebelumnya kami ke Ampera saat siang hari, kali ini saya minta adik saya untuk mengantar kami ke Ampera sore hari.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Jembatan Ampera
Saat sore hari di Ampera ini suasananya lebih bersahabat. Semilir angin menemani pengunjung yang ingin duduk-duduk sambil melihat kapal-kapal yang lalu lalang di sungai Musi. Saat mulai gelap kita bisa melihat jembatan Ampera dan kerlap-kerlip lampu kendaraan dan kapal-kapal di sungai Musi.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Kuliner khas Palembang, Pindang Pegagan
Sesuai rencana, dari Palembang kami melanjutkan perjalanan ke rumah kakak saya di Curup, Rejang Lebong. Butuh waktu sekitar 8-9 jam dari Palembang menuju Curup. Kalau biasanya kami ke Curup naik travel, kali ini kami diantar oleh adik saya. Dengan kendaraan pribadi ini perjalanan kami lebih santai karena lebih bebas untuk menentukan jam berangkat.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Beristirahat di Masjid Agung As-Salam Kota Lubuk Linggau
Kecamatan Curup, Rejang Lebong adalah kota di pegunungan bukit barisan yang kelilingi oleh perbukitan. Seperti daerah pegunungan pada umumnya kota ini kaya akan hasil pertanian seperti sayur mayur. Di sepanjang jalannya kita akan melihat petani atau pedagang yang sedang menimbang sayur hasil panen seperti kol, wortel, daun bawang dan terung.
Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu ( sumber gambar : wikipedia )

Saat ke Curup sebelumnya kami pernah mengunjungi pemandian air panas Suban dan air terjunnya. Kali ini kami jalan-jalan ke danau Mas Harun Bastari dan Taman Bunga D'Syandana.

Danau Mas Harun Bastari adalah salah satu obyek wisata menarik di kabupaten Rejang Lebong. Danau ini dikelilingi oleh bukit-bukit dengan lereng yang berupa lahan pertanian sayur mayur. Danau ini cukup mudah dijangkau karena lokasinya berada di jalan lintas Curup-Lubuk Linggau. Terhitung dekat juga kalau dari rumah kakak saya.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
danau dilihat dari sisi bukit

Sebelum ke danaunya kita naik ke bukit di salah satu sisi danau. Nah dari bukit ini kita bisa melihat bukit-bukit yang mengelilingi beserta danau di bawahnya. Setelah dari puncak bukitnya, kita baru turun ke kawasan danau dan duduk-duduk di sana. Mungkin karena bukan masa liburan suasana tempat ini tidak begitu ramai.

Taman bunga D'Syandana 88 adalah tempat wisata yang berisi beraneka ragam tanaman bunga. Tempat wisata ini kelihatannya masih baru jika dilihat dari beberapa petak tanah yang bunganya belum bermekaran. Meski baru, tapi keindahan dan warna-warni bunga yang mekar sangat menyenangkan untuk dipandang.

Berwisata Ke Palembang Dan Rejang Lebong
Taman Bunga D'Syandana 88
Susana di Curup sangat berbeda dari kota Palembang. Kota di pegunungan ini hawanya mirip-mirip dengan kota di pegunungan lainnya yang kadang sangat dingin. Kalau di Jogja ini dinginnya seperti di daerah Kaliurang.

Dua hari di Curup kami kembali ke Palembang dengan membawa banyak tanaman hias dan buah dari rumah kakak. Tanaman-tanaman itu nanti akan ditinggal di rumah adik saya di Palembang. Sedangkan ke Jogjanya, kami akan membawa oleh-oleh makanan saja, he. Semoga kapan-kapan kita bisa liburan ke sana lagi.

Saturday, 21 October 2017

Yang Tersisa Dari Pilkada DKI

Saturday, October 21, 2017
Jakarta akhirnya punya gubernur baru. Setelah kampanye yang sangat panas dan menyita perhatian masyarakat seluruh Indonesia, gubernur baru terpilih telah dilantik beberapa hari yang lalu. Dan saya lihat, setelah dilantik pun, sudah mulai muncul kontroversi di media sosial mengenai isi pidato sang gubernur saat pelantikan.

Saya tidak akan ikut terlalu jauh dalam politik dan kampanye, karena memang bukan keahlian saya. Saya hanya ingin sedikit bercerita tentang kesan dan pesan saya sebagai orang luar Jakarta yang ikut menyimak jalannya pilkada DKI 2017. Adalah warga Jakarta yang akan memilih Gubernur DKI. Dan merekalah yang lebih tahu mengenai kodisi Jakarta saat ini. Mereka juga lebih dekat mengenal dan mungkin pernah bertemu dengan para calon Gubernur yang akan mereka pilih dibanding kita-kita yang bukan warga Jakarta.

Namun pemberitaan TV nasional dan media sosial membuat pilkada DKI ini menyita perhatian masyarakat. Saya yang di luar Jakarta menjadi ikut terbawa dan berkubu. Meskipun berita dari medsos tersebut sulit dikonfirmasi kebenarannya, tetapi tetap saja banyak yang melalapnya mentah-mentah. Saya pun tak terkecuali, pernah juga terpancing mengomentari berita yang belakangan diketahui tidak dikonfirmasi oleh sumbernya.

Akhirnya karena banyak terpapar oleh berita di media sosial, saya juga memiliki kesan terhadap para kandidat gubernur DKI waktu itu. Kesan ini muncul berdasarkan pemberitaan yang gencar tentang keseharian calon-calon tersebut. Inilah kesan saya terhadap mereka. Saya urutkan dari yang tertua hingga termuda.

BTP adalah gubernur petahana yang dikenal sangat berani mengambil tindakan dan terobosan. Berita tentang prestasi dan kontroversinya sama kuatnya di media sosial. Cara berkomunikasinya menimbulkan banyak kritikan. Bahkan terjadi demo besar-besaran yang berawal dari 'ucapan' yang ditafsirkan sebagai suatu penistaan. Hal ini menyebabkan urusan 'politik' dan 'hukum' menyatu dalam suasana panasnya pilkada DKI.

Masyarakat memang sangat beragam dalam merespon pidato BTP. Saya termasuk yang menyesalkan kenapa harus terjadi kegaduhan dalam hal yang sangat sensitif. Tapi mungkin saya adalah orang yang memilih 'damai' daripada 'ribut' maka hanya menganggap frasa pidato tersebut sebagai sesuatu yang tidak pantas saja dan setelah itu habis perkara.

AB bukanlah sosok asing bagi saya. Profilnya dulu pernah muncul di majalah sekolah saya. Yak, karena beliau adalah alumni dari SMA saya. Sosoknya santun dan kharismatik. Ketika mengetahui beliau menjadi rektor termuda tentunya ikut bangga sebagai satu almamater. Apalagi saat beliau jadi menteri. Kalau ternyata sekarang beliau terpilih menjadi Gubernur Jakarta saya tentu ikut mendoakan semoga beliau mampu menjalankan amanah dengan baik.

AHY adalah calon termuda gubernur DKI. Sosoknya yang muncul pada waktu-waktu terakhir sangat menarik perhatian banyak orang. Membawa gaya baru dalam berkampanye dari gaya lama ke gaya anak muda kekinian. Saya sangat salut dengan keputusannya keluar dari zona nyaman. Tidak semua orang berani melakukannya.

Menurut pengamatan saya AHY lebih banyak diserang karena masih sangat baru di dunia politik. Terlebih dia adalah putra mantan presiden yang pastinya punya banyak musuh politik. Tapi itulah demokrasi, semua bisa digunakan untuk berpendapat dan menyerang. Dan fakta bahwa akhirnya dia kalah itu adalah konsekuensi dari sebuah pilihan. Dan nampaknya semua sudah diantisipasi. Ini terlihat dari pidato kekalahan yang sangat elegan dan menunjukkan sikap ksatria. Hingga pelantikan kemarin beliau menunjukkan sikap yang sangat gentle. Sebuah perilaku yang patut dicontoh oleh banyak orang.

Sekali lagi selamat kepada warga DKI yang punya gubernur baru. Semoga warganya bisa menerima hasil pilihan ini dengan dewasa dan kemudian bersama-sama membangun Jakarta.

Media Sosial dan Kampanye

Setelah Pilpres 2014, ini adalah kali kedua saya mengikuti hiruk pikuk kampanye melalui media sosial. Pada pemilu dan pilkada sebelumnya saya belum mempunyai smartphone sehingga tidak bisa terlalu intens mengikuti berita-berita di media sosial. Ternyata kampanye di medsos lebih ngeri ya, he.

Dari pengamatan saya, tak ada pendukung pasangan calon yang benar-benar bersih dari kampanye negatif. Minimal saya lihat di timeline saya banyak teman-teman yang berbeda dukungan men-share berita-berita yang sulit dikonfirmasi kebenarannya. Akhirnya muncul saling komentar dengan bahasa yang tidak sopan, nyinyir, bahkan menghina. Dan ini dilakukan untuk mendukung jagoannya masing-masing. Padahal mereka itu bukan warga Jakarta, lho, he.

Kampanye di medsos juga sangat marak dengan meme dan berita hoax. Kadang-kadang dilihat judulnya dan alamat situsnya saja sudah kelihatan kalau berita tersebut tidak meyakinkan. Dan pendukung di lapisan bawah begitu mudahnya menshare berita-berita seperti ini.

Ada lagi yang unik dari berita kampanye. Hal-hal yang nampak biasa dalam kehidupan sehari-hari, jika itu menyangkut paslon bisa menjadi sangat penting dan menjadi headline berita. Tapi memang, hal yang tampak sepele ini justru malah bisa menarik calon pemilih. Tentunya bagi pemilih yang nggak berat-berat mikirnya. Dan memang tidak semua orang mengerti politik bukan?

Saya pribadi selalu berharap, siapapun pemimpinnya bangsa ini rukun dan damai. Dengan kondisi damai, masyarakat dapat hidup tenang dan beraktivitas dengan rasa aman.

Thursday, 28 September 2017

Pernah Salah Membeli Buah Impor

Thursday, September 28, 2017
Indonesia adalah negeri yang kaya akan buah dan sayuran tropis. Pepaya, pisang, nanas, jeruk, jambu adalah buah-buahan yang hampir selalu ada setiap hari. Itu belum termasuk buah musiman yang berbuah lebat pada waktu-waktu tertentu. Buah-buah tropis tersebut mempunyai kekayaan rasa dan keunikan masing-masing.

Kaya dengan aneka buah, tapi buah-buah tersebut kadang harus kalah bersaing dengan aneka macam buah impor. Yup, buah impor yang tampilannya selalu terlihat lebih 'wah' dan menarik dibandingkan produk lokal. Karena tampilannya yang wah ini orang pun lebih sering tertarik dengan buah impor.

Di bawah ini menurut saya beberapa alasan orang memilih buah impor :

#tampilannya bagus dan menarik

Buah-buahan impor pastinya sudah melewati uji seleksi. Hanya buah yang memenuhi syarat yang akan sampai ke negara tujuan. Jadi wajar kalau buah-buah impor terlihat bagus-bagus, mulus dan menarik.

#punya kelebihan dibanding buah lokal

Ada beberapa buah yang sebenarnya dihasilkan oleh negeri sendiri tetapi tidak sebagus produk impor. Seperti misalnya lemon impor yang buahnya lebih besar dan banyak airnya dibanding lemon lokal. Selain itu lemon lokal rasanya sangat sepat sehingga kurang cocok bila disajikan sebagai minuman.

#tidak dihasilkan pertanian lokal

Ada beberapa jenis buah yang memang tidak dihasilkan oleh pertanian di Indonesia. Sebut saja misalnya buah pir, kiwi, kurma, anggur dan beberapa jenis buah berry. Untuk buah-buah ini mau tak mau kita harus membeli produk impor.

Saya sendiri kadang tertarik untuk membeli buah-buah impor karena penasaran seperti apa rasanya.

Pernah Salah Membeli Buah Impor
gambar ilustrasi via pixabay.com
Melihat buah impor berjejer di supermarket bukanlah hal yang aneh. Akan tetapi kalau salah membeli karena menyangka buah lokal padahal itu buah impor itu baru bikin kecewa rasanya. Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu.

Waktu itu saya berada di supermarket bagian sayur dan tertarik dengan wortel yang penampilannya lebih cerah dibanding wortel lainnnya. Buahnya lebih bersih dan bentuknya lebih seragam. Saya tidak begitu memperhatikan secara detail keterangan yang tertulis di labelnya. Pokoknya asal beli saja sesuai kebutuhan. Seperti biasa sesampainya di rumah saya melihat-lihat kembali struk belanja saya dan saya melihat di situ tertulis 'wortel IMP'. Lama juga saya menebak-nebak dengan penasaran apa arti 'IMP' ini. Lama-lama saya akhirnya paham bahwa 'IMP' ini artinya 'impor'. Wah, ternyata saya baru saja membeli buah impor.

Ada perasaan menyesal setelah kejadian itu. Wortel adalah sayur yang notabene bisa ditanam di negeri kita sendiri dengan kualitas yang tidak kalah bagus. Jadi buat apa kita beli yang impor. Hiks .. Apalagi harga wortel impor ini lebih mahal dari wortel lokal. Duh, jadi bertambah penyesalan saya.

Sejak kejadian wortel impor tersebut, saya selalu meneliti apakah buah ini impor atau bukan. Kalau impor tentunya saya akan berpikir dua kali untuk membelinya. Alasannya sederhana saja supaya petani kita semakin sejahtera. Iya, kan ? Yuk, kita beli hasil petani negeri sendiri.