Saturday, 3 August 2019

Bukan Golongan Sein Kiri Belok Kanan

Saturday, August 03, 2019

Kemacetan lalu lintas memang menjadi masalah di banyak kota di Indonesia. Begitu juga di kota Jogja. Semakin hari lalu lintas semakin padat. Apalagi pada jam-jam sibuk, semakin panjang antrian kendaraan di trafic light yang kadang-kadang sangat semrawut. Beberapa jalan alternatif yang dulu menjadi andalan saya pun kini juga ikut-ikutan macet.

Bertambahnya kendaraan pribadi adalah salah satu sebab mengapa lalu lintas semakin padat. Tapi lalu lintas yang semrawut bukan saja karena bertambahnya jumlah kendaraan, tapi juga sikap berkendara dari pengguna jalan sendiri. Di antaranya adalah ketidakpatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan kurangnya etika berkendara di jalan raya.

Beberapa waktu lalu saya mengikuti seminar Safety Riding yang diadakan oleh rumah sakit tempat saya bekerja. Seminar ini semua pesertanya adalah kaum perempuan. Menurut panitia sih, memang sengaja yang diikutkan yang perempuan. Saya jadi ingat fenomena ‘sein kiri belok kanan’ yang sering dituduhkan kepada emak-emak. Saya sih bukan golongan ‘sein kiri belok kanan’. Yang pernah, setelah menyalakan lampu sein saya lupa mematikan lalu diingatkan pengendara lain, he.

Selalu seru kalau ada acara pesertanya emak-emak dan embak-embak. Ada yang jujur menyampaikan rasa ‘tidak suka’ sama oknum polisi gara-gara pernah punya pengalaman negatif dengan oknum polisi. Ada yang bertanya seputar proses tilang di jalan. Dan ada kuis berhadiah 1 juta yang dihadiahkan oleh nara sumber dari Polda DIY. Pastinya selain keseruan, para peserta mendapatkan motivasi dan tambahan ilmu untuk berkendara dengan aman.

Salah satu hal yang saya ingat kembali dari seminar kemarin adalah arti warna lampu lalu-lintas. Mungkin sejak SD kita sudah hafal luar kepala arti warna lampu lalu lintas. Merah berarti berhenti, kuning artinya pelan-pelan dan hijau berarti jalan.

Arti yang selama ini kita hafal tersebut sudah benar, akan tetapi kurang sempurna. Lampu merah artinya pengendara wajib berhenti di belakang garis batas. Kuning artinya bila pengendara masih berada di belakang garis maka kita wajib berhenti, tetapi bila sudah melewati garis maka dipersilahkan lanjut. Dan warna hijau artinya pengendara wajib berjalan.

Sekilas tampak mudah, tapi mematuhi lampu lalu lintas ini ternyata tidak semudah kita menghafalkan artinya. Malah di trafic lights ini sering sekali terjadi pelanggaran yang tidak kentara. Karena dilakukan bersama-sama. Dan kalau sudah banyak yang melanggar, menjadi susah untuk diperbaiki. Kadang orang yang tadinya mau tertib pun jadi ikut arus, karena kalau tidak bisa beresiko tertabrak atau diomeli pengendara di belakangnya. Huft …

Di jalan-jalan utama kota ketidakpatuhan pada lampu lalin ini sering menyebabkan kemacetan yang sulit diurai. Misalnya di area perempatan Tugu Jogja. Pada jam-jam sibuk area perempatan ini akan ramai di tiap arah jalan. Nah, akibat para pengendara yang tetap berjalan saat lampu merah sudah menyala akan menyebabkan tumpukan kendaraan di tengah perempatan. Dan kalau sudah begini biasanya akan semakin ruwet karena arus kendaraan akan stuck.

Tapi ketidakpatuhan terhadap lampu lalu lintas ini bukan semata-mata karena ketidaktahuan. Kadang-kadang pelanggaran terjadi akibat antrian panjang di lampu merah yang membuat pengendara sangat gerah dan tidak sabar untuk segera berjalan. Tentu saja ini bukan alasan pembenaran. Tapi inilah yang setiap hari terjadi. Kalau mau ditelisik lebih jauh akhirnya ketemu lagi dengan masalah jumlah kendaraan yang terus meningkat. Begitulah ...

Mengenai kepatuhan terhadap rambu-rambu ini saya teringat seorang teman yang pernah tugas belajar di Jepang. Dia bercerita para pengendara di Jepang memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap rambu-rambu lalu-lintas. Selain itu angkutan umum juga sangat patuh pada rute yang harus dilalui. Meski sepi penumpang dia tetap diantarkan sampai tujuan. Hmm, kapan ya kita seperti warga Jepang?

Baca juga : Dulu Pernah Jadi Pengguna Angkutan Umum

Menurut data dari Kepolisian Daerah, berikut ini beberapa pelanggaran yang sering dilakukan oleh pengguna jalan :
  • kecepatan kendaraan
  • ketidakpatuhan marka jalan
  • tidak memakai helm
  • pengendara di bawah umur
Dari beberapa artikel yang saya baca memang pemerintah telah mengatur batas kecepatan berkendara yang berbeda pada tiap area. Dan tentunya ada sanksi bagi yang melanggar batas kecepatan ini. Sedangkan pelanggaran terhadap marka jalan bisa jadi akibat dari ketidaktahuan karena banyaknya jenis dari marka jalan ini. Untuk pengendara yang tidak memakai helm beberapa kali masih saya lihat dilakukan oleh pelajar dan di area-area yang memang tidak ada penjagaan polisi.

Selain yang disebutkan di atas, ada banyak perilaku pengguna jalan yang mungkin tidak akan dianggap pelanggaran namun tidak kalah berbahaya dari pelanggaran itu sendiri. Seperti menyalip atau bermanuver seenaknya yang membuat kaget pengendara lain. Berkendara dengan kecepatan tinggi sementara jalan yang dilalui adalah jalur yang sangat pas-pasan untuk berpapasan mobil dan motor. Atau membonceng dengan bawaan ditaruh di samping badan yang beresiko menyenggol pengendara lain.

Berkendara memang tidak sekedar butuh nyali. Banyak hal yang perlu dipersiapkan mulai dari kondisi motornya, persiapan fisik pengendara, pengetahuan berkendara yang benar dan etika berkendara di jalan raya. Membekali diri dengan pengetahuan berlalu lintas merupakan keharusan untuk keselamatan bersama. Dan khususnya bagi kaum emak-emak harus tahu aturan berkendara agar tidak lagi menjadi tersangka ‘sein kiri belok kanan”. He ...

Saturday, 27 July 2019

Insto Dry Eyes, Mengatasi Gejala Mata Kering Lebih Efektif

Saturday, July 27, 2019

Mata adalah jendela. Dengan mata kita dapat melihat dunia di sekeliling kita. Sedikit saja gangguan pada mata ini pasti akan mengganggu aktivitas harian kita.

Tentang indera yang bernama mata ini saya punya cerita. Dulu waktu masih mahasiswa, mata saya kalau kena angin sedikit saja rasanya tidak nyaman. Kalau membuka mata terasa tidak enak, kalau merem tentu saja tidak bisa karena saya sedang tugas jaga dan harus siap menerima tugas yang diberikan. Sempat bertanya-tanya kenapa ya dengan mata saya.

Nah, kebetulan waktu itu di rumah sakit tempat saya praktik ada pemeriksaan mata gratis. Tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, saya bersama seorang teman ikut memeriksakan diri. Setelah diperiksa dan wawancara saya didiagnosa mengalami asthenopia yang artinya adalah mata lelah.
Sempat ditertawakan oleh teman saya saat melihat diagnosa yang sekilas tampak sederhana tersebut. Namun sejak itu saya selalu ingat dengan masalah kesehatan yang namanya mata lelah ini.

Insto Dry Eyes, Mengatasi Gejala Mata Kering Efetif

Sekarang saya bukan lagi anak kuliahan seperti dulu. Tetapi masih sering ketemu dengan keluhan seputar mata ini. Hanya sebabnya saja yang berbeda. Misalnya saat mengendarai motor di malam hari, terpaan angin malam lumayan membuat mata sepet meski sudah pakai helm standar. Begitu juga saat mengikuti acara di ruang ber-AC, tak hanya badan dingin, lama-lama mata terasa kasar dan terasa seperti mengantuk padahal sudah cukup tidur, he.
Pernah dua hal tersebut terjadi berbarengan. Berangkat malam hari naik motor, sampai tempat kerja harus berkutat di ruang berAC. Maka jadilah keluhan di mata menjadi lebih berat.

Kalau dulu saya bertanya-tanya kenapa dengan mata saya, sekarang saya sedikit banyak mengetahui penyebab keluhan yang saya alami ini. Barangkali ada di antara anda yang mengalami gejala serupa dengan saya, tulisan berikut ini mungkin bisa sedikit memberi pencerahan.

Mengenal Gejala Mata Kering

Dari beberapa artikel kesehatan yang saya baca, ternyata berbagai keluhan yang saya alami tersebut adalah gejala mata kering yaitu kondisi di mana air mata tidak dapat memberikan pelumasan yang memadai untuk mata.

Insto Dry Eyes, Mengatasi Gejala Mata Kering Efektif

Dalam kondisi normal mata mendapat pelumas alami dari air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata. Saat kita berkedip air mata akan disebar ke seluruh permukaan bola mata menepis debu atau benda asing yang masuk ke mata. Namun ada beberapa kondisi di mana kelenjar air mata tidak cukup menghasilkan air mata sehingga menyebabkan timbulnya keluhan mata pegel, mata sepet dan mata perih.

Gejala Mata Kering

Dan ternyata kondisi mata kering bisa dialami oleh usia tua maupun muda dengan penyebab yang berbeda-beda.

Apa Penyebab Mata Kering?

Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya produksi air mata adalah usia. Pada usia lanjut akan terjadi penurunan fungsi-fungsi tubuh termasuk berkurangnya produksi air mata. Jadi wajar bila orang usia lanjut mengalami gejala mata kering ini.
Pada usia muda gejala mata kering lebih sering disebabkaan pola aktivitas yang salah dan lingkungan yang berpengaruh pada fungsi air mata.

Berikut beberapa hal yang menyebabkan timbulnya gejala mata kering :
  • faktor lingkungan
    Angin, lingkungan yang kering termasuk di ruangan berAC dapat meningkatkan penguapan air mata. Ini dapat menyebabkan timbulnya gejala mata kering.
  • kurang berkedip
    Berkedip adalah proses alamiah untuk mata kita. Namun ada kalanya karena terlalu fokus dengan pekerjaan di layar komputer atau smartphone frekuensi berkedip menjadi kurang.
  • obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi produksi air mata seperti antihistamin, dekongestan, abat tekanan darah dan antidepresan.
  • Faktor lain, misal operasi Lasik
    Pada operasi ini akan menyebabkan produksi air mata berkurang untuk sementara.

    Mengatasi Mata Pegel, Mata Sepet dan Mata Perih

    Sebelum mengetahui tentang gejala mata kering ini, saya biasanya mengistirahatkan mata dengan memejam atau tiduran sebentar. Tapi pernah juga, karena keluhan di mata sudah mengganggu aktivitas, saya menggunakan tetes mata untuk mengurangi keluhan.

    Nah, yang agak lucu memang, selama ini saya jarang mengamati apakah tetes mata yang saya beli sesuai dengan gejala yang saya alami. Pernah saya membeli tetes mata dan diberi sesuai persediaan yang ada di koperasi. Ternyata yang saya beli waktu itu adalah tetes mata untuk mata iritasi bukan untuk mata kering. Padahal sudah ada tetes mata yang memang diperuntukkan mata kering yaitu Insto Dry Eyes.

    Insto Dry Eyes, Mengatasi Gejala Mata Kering Efektif
    Insto Dry Eyes adalah tetes mata steril yang mengandung bahan aktif Hydroxypropyl methylcellulose untuk mengatasi kekeringan pada mata, sebagai pelumas seperti air mata dan meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata.
    Sebelumnya saya juga belum familiar Insto Dry Eyes ini. Waktu saya nanya ke apotek dekat rumah, di sana juga belum tersedia, meski penjaga apoteknya tahu dan menyebut Insto Dry Eyes ini 'Insto yang biru', he.

    Insto Dry Eyes ini aturan pakainya adalah 1-2 tetes pada setiap mata, 3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Kalau saya biasanya pakai 1 tetes saja. Efek dari tetes mata ini memang tidak terjadi seketika. Begitu diteteskan mungkin rasa sejuk saja yang terasa. Setelah 10 menitan baru saya rasakan mata lebih nyaman dari sebelumnya.

    Insto Dry Eyes, Mengatasi Gejala Mata Kering Efektif

    Salah satu hal yang penting agar tetes mata mudah dibawa adalah kemasannya yang praktis. Insto Dry Eyes saya ini berukuran 7,5 ml sangat praktis untuk dibawa di tas atau disimpan di laci kantor untuk sewaktu-waktu diperlukan. Didapatnya juga relatif mudah. Saya membeli Insto Dry Eyes ini apotek UGM Jogja. Selain di sana saya juga pernah melihat Insto Dry Eyes ini di supermarketnya Jogja City Mall. Jadi tentunya di apotek yang agak besar lainnya juga tersedia.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tanda lingkaran biru di kemasannya yang menandakan tetes mata ini golongan obat bebas terbatas. Artinya bisa dibeli tanpa resep dokter tapi dalam pemakaiannya harus memperhatikan indikasi, aturan pakai, kontra indikasi dan peringatan yang tertera di kemasannya.

    Insto Dry Eyes, Mengatasi Gejala Mata Kering Efektif

    Tips Mencegah dan Meredakan Gejala Mata Kering

    Faktor usia merupakan faktor yang tidak bisa dimodifikasi oleh manusia. Tapi selain itu, kita dapat melakukan hal-hal yang dapat mencegah terjadinya mata kering ini. Berikut ini beberapa tip yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengatasi mata kering :
    • berkedip
      Pastikan anda cukup/sering berkedip saat bekerja di depan layar komputer, smartphone atau membaca buku dalam waktu lama.
    • mengatur kelembaban di lingkungan tempat kerja berAC.
    • kenakan pelindung mata saat berkendara untuk mengurangi paparan angin dan sinar matahari.
    • mencukupi kebutuhan cairan tubuh adalah penting untuk menghindari dehidrasi pada mata dan pada tubuh secara umum.
    • cukup beristirahat
      Saat bekerja menatap layar komputer berikan jeda pada mata untuk rileks dan beristirahat sebentar. Bila anda bekerja dan bergadang pada waktu malam pastikan anda cukup beristirahat sebelumnya. 
    • menggunakan tetes mata
      Ketika gangguan mata mengganggu aktivitas anda solusi paling efektif adalah dengan memberikan tetes mata. Gunakan tetes mata yang sesuai dengan keluhan mata kita ya. Untuk gejala mata kering gunakan tetes mata Insto Dry Eyes.

      Insto Dry Eyes, Mengatasi Gejala Mata Kering Lebih Efektif

      Gejala mata kering sekilas terlihat ringan, namun jika dibiarkan dapat menghambat kelancaran aktivitas kita. Jadi untuk anda yang mengalami keluhan mata pegel, mata sepet atau mata perih atasi segera ya agar aktivitas kita kembali lancar.
      Bye mata kering!

      Wednesday, 17 July 2019

      Mengecek Arah Kiblat Dengan Bayangan Benda

      Wednesday, July 17, 2019
      Fenomena alam memang selalu mengagumkan. Dari yang bisa langsung kita lihat keindahan wujudnya sampai faedah-faedah dari keteraturan ciptaan alam ini. Seperti sore ini yang sebenarnya setiap hari kita lihat yaitu timbul tenggelamnya matahari namun pada saat tertentu kita bisa menggunakannya untuk menentukan arah kiblat.

      Bersumber dari BMKG pada sore ini kita bisa menentukan arah kiblat dengan melihat bayangan benda oleh sinar matahari. Sebenarnya waktu paling tepat untuk mengukurnya adalah kemarin. Tepatnya pada pukul 16.27 WIB atau pukul 12.27 waktu Ka'bah. Pada waktu tersebut dikatakan matahari akan tepat berada di atas kiblat. Tapi ada toleransi untuk pengamatan masih bisa dilakukan hingga tanggal 18 Juli. Jadi saya bersiap-siap untuk sore ini. Dan beruntung sore ini cuaca cerah.

      Cara pengamatan arah ini bisa dengan menaruh benda seperti tongkat atau semacamnya, secara tegak lurus dan mengamati bayangannya pada jam tersebut. Tapi saya tidak memakai sesuatu benda, tapi pakai badan sendiri saja ditemani pohon pisang di kebun saya, he.

      Dan ini dia bayangan badan saya pada sekitar pukul 16.27. Oya, untuk waktunya saya memakai patokan waktu dari BMKG.

      Mengecek Ulang Arah Kiblat

      Saat melihat bayangan badan saya ini, ibu saya bilang, "Kok melencengnya banyak". Hmm, saya pikir juga begitu. Sudut ke arah kanannya sedikit besar dari yang biasanya saya lakukan saat sholat. Jadi saya selama ini kurang sedikit. Atau, apakah arah kiblat bisa berubah. Misal karena pergeseran daratan atau apa gitu. Allahu a'lam.

      Di jaman yang semakin modern ini, manusia mempunyai banyak piranti untuk melihat dan menelusuri fenomena alam. Tetapi melihat bagaimana keteraturan alam ini, akan menambah keyakinan kita akan keberadaan Allah dan mengendalikan kita agar tidak mendewakan akal semata.

      Sumber bacaan :
      https://sains.kompas.com/jeo/matahari-tepat-di-atas-kabah-waktunya-cek-ulang-arah-kiblat

      Thursday, 11 July 2019

      Tetap Sehat dan Produktif, Waspadai Anemia

      Thursday, July 11, 2019

      “Kok pucat tho Mbak, lagi M ya?”
      Beberapa kali mendapat pertanyaan seperti ini dan saya jadi nggak pede karenanya. Bertanya-tanya dalam hati, seberapa pucat sih saya ini. Dan setelah diamat-amati ternyata memang agak pucat sih. Padahal setiap kali cek kesehatan nilai Hb saya selalu normal lho. Berarti pucatnya ini bukan karena anemia dong ya. Mungkin karena saya sedang lelah. Atau karena nggak lipstikan aja, he.

      Wanita yang sedang haid memang rentan mengalami anemia, yaitu berkurangnya sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Akibatnya tubuh akan menjadi lemas, lesu, cepat lelah dan tampak pucat. Namun pada haid normal kondisi ini akan pulih seiring selesainya siklus haid. Apalagi jika diimbangi dengan asupan nutrisi yang baik maka kondisi anemia tidak akan menyebabkan gangguan yang berarti.

      Namun resiko terjadinya anemia ini tidak hanya dialami oleh wanita haid. Beberapa kondisi berikut ini bisa meyebabkan turunnya sel darah merah :
      • kurangnya asupan makanan yang mengandung zat gizi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah seperti  zat besi, asam folat dan vitamin B12.
      • gangguan penyerapan
        Selain asupan zat gizi yang kurang, gangguan penyerapan zat-zat tersebut juga dapat menyebabkan seseorang mengalami anemia. Gangguan penyerapan bisa akibat dari organ usus halus sendiri atau karena mengkonsumsi makanan yang menghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi.
      • anemia pada kehamilan
        Ibu hamil membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk pembentukan sel darah yang akan memasok oksigen untuk ibu dan janin yang dikandungnya. Jika asupan tidak terpenuhi maka tidak akan cukup untuk membentuk sel darah merah.
      • perdarahan
        Perdarahan yang banyak dapat menyebabkan kehilangan sel darah merah. Hal ini bisa terjadi saat menstruasi yang abnormal ( sangat banyak ), pasca operasi atau adanya ulcer/tukak di saluran pencernaan
      • gangguan pada sumsum tulang yang merupakan pusat produksi sel darah merah

      Bagaimana mengenali tanda dan gejala anemia?

      Selain dengan mengenali gejala lesu, lemes dan cepat lelah, kita dapat melakukan deteksi awal anemia dengan metode yang sederhana yaitu dengan melihat area conjungtiva mata yaitu bagian mata di balik kelopak mata bawah.
      Caranya : menghadaplah ke cermin. Tarik kelopak mata bawah seperti ketika mau meneteskan obat mata. Amati area di bawah bola mata. Untuk mata sehat bagian ini akan berwarna pink. Sedangkan orang yang kekurangan sel darah merah akan terlihat pucat. Tapi ceknya jangan setelah habis nangis atau bangun tidur ya, nanti hasilnya nggak valid, he.

      Jika anda menemukan tanda dan gejala anemia ditambah dengan warna area conjungtiva berwarna pucat, segera konsultasikan ke tim medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

      Anemia Defisiensi Besi

      Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang banyak dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak, wanita hamil juga wanita tidak hamil. Pada anemia yang ringan biasanya dapat pulih dengan pengaturan makanan yang mengandung zat gizi untuk pembentukan sel darah merah.

      Berikut ini beberapa bahan makanan yang merupakan sumber zat besi untuk memperbaiki kondisi anemia:
      • sayur-sayuran berwarna gelap seperti bayam, daun singkong.
      • kacang-kacangan : kacang kedelai, kacang merah, kacang koro, kacang hijau
      • jeroan ayam : ati, ampela
      • daging merah
      • buah dan sayur bagus dikonsumsi karena mengandung vit C yang membantu penyerapan zat besi. Lebih khususnya buah yang mengandung zat besi baik untuk pembentukan sel darah merah, diantaranya : pisang, semangka, jambu biji, alpukat, kurma, buah bit, buah naga.
      Pengalaman mengatasi anemia dengan pengaturan diit ini pernah dilakukan oleh ibu saya. Waktu itu ayah saya sering merasa lemes dan berkunang-kunang. Saat diperiksa kadar Hb nya di laboratorium Puskesmas ketahuan nilai Hb nya di bawah 10gr%. Nilai ini sangat kurang untuk laki-laki dewasa yang normalnya sekitar 14 gr%-18 gr%.

      Selain obat yang diberikan oleh Puskesmas.ibu saya mulai mengatur makanan harian ayah saya. Sayur bayam dan bacem ati ampela menjadi menu sehari-hari waktu itu. Dan usaha ibu saya ini alhamdulillah berhasil. Saat dievaluasi nilai Hb nya bisa naik hingga 12 gr%.

      Pada kondisi yang lebih berat pengaturan diit saja mungkin tidak cukup untuk mengatasi anemia dan harus mendapatkan transfusi sel darah merah. Seperti yang dialami oleh kerabat saya. Keluhan anemia yang awalnya ringan tidak terlalu dirasakan hingga kondisinya lebih berat, bahkan kalau kecapekan sampai bicaranya ngelantur. Sempat dikira terkena 'sesuatu' yang berbau mistis hingga dibawa ke dukun. Tapi akhirnya dirawat di rumah sakit dan pulih setelah mendapatkan transfusi darah.

      Belakangan baru diketahui karena riwayat asam urat yang dideritanya banyak makanan dipantang termasuk bahan makanan yang mengandung zat gizi untuk pembentukan sel darah merah. Dan kondisi menjadi lebih buruk dengan adanya faktor psikis pada kerabat saya itu.

      🌸🌸🌸
      Anemia merupakan kondisi di mana kadar sel darah merah turun di bawah normal. Bisa karena kurang asupan nutrisi atau karena kondisi penyakit lain yang diderita. Kondisi anemia bisa ringan hingga berat yang menyebabkan penurunan produktivitas, rentan terkena infeksi pada anak-anak dan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil. Yuk cegah anemia!

      Monday, 8 July 2019

      Pernah Jadi Pengguna Angkutan Umum

      Monday, July 08, 2019
      Dulu Pernah Jadi Pengguna Angkutan Umum

      Banyak yang berubah dari Jogja seiring berjalannya waktu. Salah satu perubahan yang saya rasakan adalah suasana lalu lintasnya. Berbeda sekali dengan jaman saya sekolah dulu di mana masih banyak bus kota dan angkutan pedesaan yang beroperasi. Sekarang transportasi di Jogja didominasi oleh kendaraan pribadi dan ojek online.

      Salah satu jenis angkutan yang dulu sering saya pakai dulu adalah mobil Colt. Sebelum menghilang dan digantikan bus kota saya masih mendapati angkutan ini selama beberapa waktu.
      Mobil angkutan ini bentuknya mirip-mirip dengan oplet nya si Dul Anak Sekolahan. Pintunya ada di sisi belakang sedangkan tempat duduknya berhadapan di sisi kiri dan kanan. Colt ini beroperasi dari pasar kecamatan ke wilayah perkotaan. Jadi penumpangnya bisa campur-campur antara para pelajar, mahasiswa, pedagang pasar ( plus barang dagangannya ) dan yang lainnya.

      sumber gambar : www.awansan.com
      Uniknya Colt ini kadang-kadang beroperasi tanpa kernet. Jadi kalau mau turun penumpangnya harus mencari cara untuk memberitahu sopirnya. Biasanya sih dengan mengetuk pintu kaca belakang sopir. Diketuk-ketuk pakai uang logam yang mau dipakai untuk bayar.
      Selama beberapa waktu Colt ini masih sempat berdampingan dengan bus kota hingga kemudian benar-benar menghilang.

      Lain mobil Colt lain pula bus kota. Para pelajar di Jogja pada sekitar tahun 90-an atau awal tahun 2000 pasti tidak asing dengan bus-bus kota atau bus kampus. Disebut bus kampus karena bus ini rutenya melewati kampus UGM. Biasanya para pelajar naik bus ini karena belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor sendiri. Meski ada juga yang hingga kuliah naik angkutan umum. Seperti saya, he yang sampai awal kerja masih naik bus sebelum akhirnya beli motor juga.

      Armada bus kota ini jumlahnya banyak dan beroperasi di jalur-jalur yang telah ditentukan. Ada belasan nomer jalur yang ada waktu itu. Saya sendiri paling sering naik jalur 15 dan jalur 4. Bus-bus itu adalah bus yang melewati sekolah SMA saya, rumah sakit tempat saya bekerja, Malioboro dan Pasar Beringharjo. Kelihatan kan saya mainnya ke mana saja, he.
      Nomer jalur dan rute bus ini ditempel di bagian depan bus. Jadi bisa terlihat dari jauh. Meski begitu untuk penumpang yang masih baru lebih mudah nanya sama kernetnya apakah tujuannya sesuai dengan rute busnya, supaya tidak nyasar.

      Bus kota atau bus kampus ini ada yang dioperasikan oleh perusahaan milik negara ( baca : DAMRI ) dan ada yang dioperasikan oleh swasta. Bus yang dikelola oleh perusahaan milik negara ini terkesan lebih baik pelayanannya. Busnya lebih bersih, berkendara santun di jalan raya. Kalaupun berkecepatan tinggi masih lah diterima akal sehat. Selain itu sopir dan kernet memakai seragam, jadi kita yakin kalau mereka memang karyawan resmi. Dan yang paling penting bus tetap berjalan sesuai rute meski sedang sepi penumpang. Jadi tidak ada ceritanya penumpang diturunkan di tengah rute atau dioper ke bus yang di belakangnya karena dia mau putar balik.
      Bus DAMRI ini menjadi favoritnya masyarakat meski dalam kenyataan kadang kita tidak bisa selalu memilih. Mana yang duluan datang ya itu yang kita naiki agar segera sampai tujuan.

      Bisa dibilang tarif bus-bus kampus ini pro pelajar. Tarif untuk pelajar lebih murah dari penumpang umum. Misal pelajar Rp.150 untuk umum Rp.300. Jadi kalau sudah pakai seragam pasti kita ditarif murah baik dekat maupun jauh. Nah, yang agak bingung kalau hari libur tapi kita ada acara dan perginya naik bus. Mau bayar umum rasanya ogah. Mau bayar tarif pelajar eh kitanya tidak pakai seragam. Bisa-bisa dikomplain sama kernetnya, "Tanggal merah masuk juga tho Mbak?" Jadi gimana gitu, kan.

      Rute yang biasa saya lewati kalau naik bus jalur 15 terbilang cukup ramai. Pada jam-jam sibuk, seperti pulang sekolah bus-bus ini akan lebih ramai lagi. Sering tak kebagian tempat duduk dari naik sampai turun. Dalam suasana seperti ini biasanya kawanan copet beraksi.
      Awalnya saya juga tak menyangka bahwa di jalur bus ini ada copet. Lebih khususnya di Jogja, saya pikir Jogja ku ini aman banget gitu. Setelah melihat sendiri aksi copet tersebut saya baru sadar bahwa copet itu ada juga di sini.

      Tapi duduk dekat copet dan diajak ngomong sama copet itu deg-degannya nggak seberapa dibandingkan saat bus yang saya tumpangi menerjang perlintasan rel kereta api. Ini adalah kejadian yang paling mencekam selama saya naik angkutan umum.
      Saat itu bus yang saya tumpangi melewati perlintasan kereta api. Sinyal peringatan sudah berbunyi dan palang pintu perlintasan sudah turun. Tapi dengan nekat kernet bus membuka palang pintu perlintasan dan bus pun menyeberang rel kereta tersebut. Saya yang tidak menyangka akan kejadian seperti itu cuma bisa panik ingin turun. Tapi tak bisa dan akhirnya cuma jengkel dan marah pada bus ini. Dan meski tidak terjadi apa-apa, saya jadi males naik bus jalur tersebut selama beberapa waktu.

      Selain bus-bus yang beroperasi di wilayah kota, semasa kuliah saya masih sempat mendapati bus angkutan umum yang menjangkau ke pedesaan. Meski frekuensinya mulai jarang, tapi pada jam-jam tertentu saja seperti jam berangkat sekolah atau pulang sekolah bus ini masih lewat. Lama-lama bus ini berhenti beroperasi. Mungkin karena penumpangnya semakin sedikit. Padahal angkutan ini sangat bermanfaat untuk penghubung dari daerah kabupaten ke pusat kota.

      Itu sedikit cerita naik angkutan umum di Jogja beberapa waku lalu. Kini jaman sudah berganti. Belasan jalur bus yang dulu ada kini hanya tinggal beberapa saja. Saya sendiri kalau kemana-mana masih naik motor.

      Memilih motor dibanding dengan angkutan umum karena lebih cepat dan efisien. Ada banyak alternatif jalan bila mana terjadi kemacetan. Dan pengalaman-pengalaman yang kurang mengenakkan naik bus umum di atas membuat saya enggan untuk naik angkutan umum lagi. Kalau bus nya seperti Trans Jogja mungkin masih bisa dipertimbangkan. Tapi sayangnya belum ada angkutan seperti bus Trans yang haltenya dekat dari rumah saya.


      Dulu Pernah Jadi Pengguna Angkutan Umum
      sumber gambar : wikipedia bahasa Indonesia
      Semoga ke depannya ada angkutan umum yang nyaman dan menjangkau sampai ke wilayah desa. Saya yakin kalau ada transportasi umum yang nyaman, masyarakat akan tertarik untuk memakai transportasi umum lagi.