Thursday, 11 July 2019

Tetap Sehat dan Produktif, Waspadai Anemia


“Kok pucat tho Mbak, lagi M ya?”
Beberapa kali mendapat pertanyaan seperti ini dan saya jadi nggak pede karenanya. Bertanya-tanya dalam hati, seberapa pucat sih saya ini. Dan setelah diamat-amati ternyata memang agak pucat sih. Padahal setiap kali cek kesehatan nilai Hb saya selalu normal lho. Berarti pucatnya ini bukan karena anemia dong ya. Mungkin karena saya sedang lelah. Atau karena nggak lipstikan aja, he.

Wanita yang sedang haid memang rentan mengalami anemia, yaitu berkurangnya sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Akibatnya tubuh akan menjadi lemas, lesu, cepat lelah dan tampak pucat. Namun pada haid normal kondisi ini akan pulih seiring selesainya siklus haid. Apalagi jika diimbangi dengan asupan nutrisi yang baik maka kondisi anemia tidak akan menyebabkan gangguan yang berarti.

Namun resiko terjadinya anemia ini tidak hanya dialami oleh wanita haid. Beberapa kondisi berikut ini bisa meyebabkan turunnya sel darah merah :
  • kurangnya asupan makanan yang mengandung zat gizi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah seperti  zat besi, asam folat dan vitamin B12.
  • gangguan penyerapan
    Selain asupan zat gizi yang kurang, gangguan penyerapan zat-zat tersebut juga dapat menyebabkan seseorang mengalami anemia. Gangguan penyerapan bisa akibat dari organ usus halus sendiri atau karena mengkonsumsi makanan yang menghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi.
  • anemia pada kehamilan
    Ibu hamil membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk pembentukan sel darah yang akan memasok oksigen untuk ibu dan janin yang dikandungnya. Jika asupan tidak terpenuhi maka tidak akan cukup untuk membentuk sel darah merah.
  • perdarahan
    Perdarahan yang banyak dapat menyebabkan kehilangan sel darah merah. Hal ini bisa terjadi saat menstruasi yang abnormal ( sangat banyak ), pasca operasi atau adanya ulcer/tukak di saluran pencernaan
  • gangguan pada sumsum tulang yang merupakan pusat produksi sel darah merah

Bagaimana mengenali tanda dan gejala anemia?

Selain dengan mengenali gejala lesu, lemes dan cepat lelah, kita dapat melakukan deteksi awal anemia dengan metode yang sederhana yaitu dengan melihat area conjungtiva mata yaitu bagian mata di balik kelopak mata bawah.
Caranya : menghadaplah ke cermin. Tarik kelopak mata bawah seperti ketika mau meneteskan obat mata. Amati area di bawah bola mata. Untuk mata sehat bagian ini akan berwarna pink. Sedangkan orang yang kekurangan sel darah merah akan terlihat pucat. Tapi ceknya jangan setelah habis nangis atau bangun tidur ya, nanti hasilnya nggak valid, he.

Jika anda menemukan tanda dan gejala anemia ditambah dengan warna area conjungtiva berwarna pucat, segera konsultasikan ke tim medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang banyak dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak, wanita hamil juga wanita tidak hamil. Pada anemia yang ringan biasanya dapat pulih dengan pengaturan makanan yang mengandung zat gizi untuk pembentukan sel darah merah.

Berikut ini beberapa bahan makanan yang merupakan sumber zat besi untuk memperbaiki kondisi anemia:
  • sayur-sayuran berwarna gelap seperti bayam, daun singkong.
  • kacang-kacangan : kacang kedelai, kacang merah, kacang koro, kacang hijau
  • jeroan ayam : ati, ampela
  • daging merah
  • buah dan sayur bagus dikonsumsi karena mengandung vit C yang membantu penyerapan zat besi. Lebih khususnya buah yang mengandung zat besi baik untuk pembentukan sel darah merah, diantaranya : pisang, semangka, jambu biji, alpukat, kurma, buah bit, buah naga.
Pengalaman mengatasi anemia dengan pengaturan diit ini pernah dilakukan oleh ibu saya. Waktu itu ayah saya sering merasa lemes dan berkunang-kunang. Saat diperiksa kadar Hb nya di laboratorium Puskesmas ketahuan nilai Hb nya di bawah 10gr%. Nilai ini sangat kurang untuk laki-laki dewasa yang normalnya sekitar 14 gr%-18 gr%.

Selain obat yang diberikan oleh Puskesmas.ibu saya mulai mengatur makanan harian ayah saya. Sayur bayam dan bacem ati ampela menjadi menu sehari-hari waktu itu. Dan usaha ibu saya ini alhamdulillah berhasil. Saat dievaluasi nilai Hb nya bisa naik hingga 12 gr%.

Pada kondisi yang lebih berat pengaturan diit saja mungkin tidak cukup untuk mengatasi anemia dan harus mendapatkan transfusi sel darah merah. Seperti yang dialami oleh kerabat saya. Keluhan anemia yang awalnya ringan tidak terlalu dirasakan hingga kondisinya lebih berat, bahkan kalau kecapekan sampai bicaranya ngelantur. Sempat dikira terkena 'sesuatu' yang berbau mistis hingga dibawa ke dukun. Tapi akhirnya dirawat di rumah sakit dan pulih setelah mendapatkan transfusi darah.

Belakangan baru diketahui karena riwayat asam urat yang dideritanya banyak makanan dipantang termasuk bahan makanan yang mengandung zat gizi untuk pembentukan sel darah merah. Dan kondisi menjadi lebih buruk dengan adanya faktor psikis pada kerabat saya itu.

🌸🌸🌸
Anemia merupakan gejala yang muncul karena penyakit lain atau kondisi yang menyebabkan turunnya kadar sel darah merah. Kondisi anemia bisa ringan hingga berat yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, penurunan produktivitas, rentan terkena infeksi pada anak-anak dan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil.

4 comments:

  1. dulu... waktu blm menikah, saya lumayan sering terkena darah rendah. Tapi skrg sdh tdk pernah lagi. Alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau darah rendah saya juga masih, kadang terasa efeknya kalau berdiri lama.

      Delete
  2. Iya nih saya kayaknya malah darah rendah ini, kebanyakan sendu, sendang duduk-duduk hehehe. Salam kenal mas

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung ke Yoen NgeBlog. Saya akan berusaha membalas komentar secepatnya.πŸ“πŸŒ»πŸŒΈπŸŒ»