Saturday, 26 October 2024

Menjadi Tim Kesehatan Tes CPNS

Saturday, October 26, 2024
Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan tugas untuk menjadi tim Kesehatan seleksi pegawai negeri ( CAT ASN ). Kegiatan seleksi ASN ini adalah kewenangan BKN yang dilakukan serempak dari berbagai kementerian. Nah, BKN berjasama dengan rumah sakit tempat saya bekerja dan saya termasuk yang ditunjuk bertugas pada kegiatan CAT ASN tersebut.

Penunjukkan ini bisa dibilang mendadak, apalagi untuk saya yang mendapat jadwal pada hari ke dua. Dan sebenarnya, sempat ada rasa berat kalau berkaitan dengan tugas luar seperti ini. Namun karena nama saya sudah ada di situ ya bagaimana lagi. Harus dijalani lah, he. Dan saya yakin akan selalu ada pengalaman baru yang bisa diambil dari kegiatan luar seperti ini. Pengalaman yang tidak dapatkan saat kita berdinas di bangsal rumah sakit.

Tim kesehatan sendiri terdiri dari dokter, perawat dan driver ambulans. Masa seleksi tahap pertama ( kemampuan dasar ) akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu dan saya bertugas satu hari saja.
Saat hari kedua tersebut saya tergabung dalam satu tim yang terdiri dari 1 dokter, 2 perawat dan 1 driver ambulans emergensi. Kami bertugas di salah satu tempat seleksi di sebuah hotel di Yogyakarta.

Menurut informasi dari tim yang bertugas pada hari pertama, kondisi pelaksanaan test lancar dan aman. Tidak ada keluhan dari peserta yang membutuhkan penanganan atau dirujuk ke rumah sakit. Ini cukup melegakan. Harapannya seperti itu juga pada hari ke-2. Namun ada warning bahwa di lokasi tes pada hari ke-2 tersebut ada 3 acara yang bersamaan. Pertama adalah tes ASN ini, kedua acara resepsi pernikahan dan ketiga adalah acara dari PT Pegadaian. Dengan akses masuk yang sama maka suasana hotel akan lebih ramai.

Dan benar saja, sesampainya di lokasi saya sempat nyasar ke acara resepsinya. Setelah beberapa kali bertanya baru menemukan posko kesehatannya. Sesuai dengan jadwal yang ditentukan saya sampai lokasi pukul 06.30, yang mana para peserta juga sudah mulai berdatangan dan melakukan daftar ulang. Di posko saya bergabung dengan rekan yang berangkat langsung dari RS dengan mobil ambulans. Setelah menata perlengkapan kami menuju area lokasi dan stand by di beberapa titik yang sekiranya mudah terlihat bila ada yang membutuhkan pertolongan.
Sesuai SOP kami harusnya stand by di posko. Namun hari itu kami dihimbau untuk lebih pro aktif mendekat ke area seleksi.

Alur masuk peserta seleksi ini dimulai dari depan lobby hotel. Di sana para peserta akan melakukan registrasi yang diampu oleh masing kementerian sesuai peminatan peserta. Pada hari ke dua tersebut kementerian yang mengampu adalah Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan.

Setelah mendaftar para peserta ini akan naik ke lantai 1 dan harus menitipkan tas dan benda-benda yang dilarang seperti : jam tangan, handphone, cincin, anting dan benda berlogam lainnya. Intinya peserta hanya boleh membawa kartu identitas dan kartu ujian saja. Kemudian peserta melewati security check dan dikumpulkan di area steril sebelum memasuki ruang ujian.

Hari kedua itu tes terbagi menjadi 4 sesi. Masing-masing sesi terdiri dari 90 menit untuk registrasi, proses security check dan 100 menit untuk pelaksanaan tes. Kegiatan di hari kedua tersebut berakhir pada pukul 17.10 yaitu saat waktu tes terakhir selesai.

Karena baru pertama ini melihat lokasinya sempat bertanya-tanya bagaimana alurnya bila terjadi kegawatan pada peserta. Sepertinya letak posko kurang strategis. Namun karena dari sesi satu dan dua tidak ada masalah apa-apa alias semua peserta sehat, maka di sesi selanjutnya kami tim kesehatan lebih santai. Dan dalam pelaksanaannya kami malah jarang diam di posko dan lebih sering stand by di area kedatangan peserta sambil mengamati tahapan yang dilalui para peserta.

Peserta tes ini macam-macam karakternya. Ada yang datangnya gasik. Ada yang pada waktu-waktu akhir baru muncul. Beberapa peserta yang datang mepet masih diijinkan masuk. Namun ada juga yang ditolak oleh BKN karena memang telah melewati batas waktu. Kadang kami ikut dag dig dug melihat peserta yang seperti ini. Tapi mungkin ada hambatan di jalan atau manajemen waktunya yang kurang baik sehingga tidak bisa mengatur waktunya. 

Suasana hotel hari itu memang lebih sibuk karena beberapa acara yang bersamaan. Dan dari peserta sendiri banyak yang diantar oleh keluarga yang menunggu hingga ujian berakhir. Para pengantar ini menunggu di area depan hotel sehingga menambah ramai suasana di depan hotel.

Tim Kesehatan sendiri meninggalkan lokasi menjelang pukul 17.30. Beberapa peserta sudah mulai keluar dari ruang ujian. Hingga acara berakhir di hari itu tidak ada masalah kesehatan yang dialami peserta. Esok hari tim kesehatan akan hadir dengan petugas yang berbeda sesuai jadwal yang telah ditentukan.

By the way, test ini masih tahap pertama dari ujian CPNS yaitu Seleksi Kemampuan Dasar. Setelah lolos dari tes ini peserta akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang. Masih panjang jalan para calon abdi negara ini. Semoga diberikan kemudahan dan menjadi abdi negara yang baik. Aamiin ...

Wednesday, 1 March 2023

Tentang Cita-cita

Wednesday, March 01, 2023

Manusia merencanakan Tuhan yang menentukan. Manusia punya impian namun kenyataan kadang tidak seperti yang kita bayangkan. Ini adalah cerita tentang cita-cita…

Waktu usia SD, kalau ditanya apa cita-citaku aku akan menjawab menjadi guru. Mungkin karena merekalah sosok yang paling sering aku temui dan memang kulihat bahwa mereka ini sosok yang baik, penampilannya rapi, orangnya pintar dan berwibawa maka aku bermimpi menjadi guru.

Ketika masa SMP cita-citaku mulai bergeser. Aku ingin menjadi seorang akuntan. Saya membayangkan keren sekali bekerja di bank, berkutat dengan buku catatan angka-angka rupiah. Lucu bila diingat, karena sekarang boro-boro menjadi pegawai bank bahkan aku selalu ingin bisa seminimal mungkin bermuamalah dengan bank karena ada 'riba' di dalamnya. 


Saat SMA bayangan menjadi pegawai bank itu mulai berubah. Kala itu aku punya pelajaran favorit yaitu pelajaran Bahasa Inggris. Di mata pelajaran ini aku memang cukup menonjol dengan nilai yang selalu bagus. Hal ini menimbulkan keinginan setelah SMA aku akan kuliah di jurusan yang lebih mendalami Bahasa Inggris. Namun memilih jurusan kuliah bagiku tidak sesederhana itu. Kuliah tidak hanya butuh suka atau tidak dengan jurusannya. Banyak hal lain yang harus dipertimbangkan, apakah biayanya murah dan nanti kedepannya akan seperti apa hingga akhirnya keinginan itu disingkirkan saja. Kembali ke pilihan yang lebih realistis. He ..

Dan sekarang aku adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit negeri. Nah, bagaimana itu ceritanya?

Pada akhirnya aku memilih tempat kuliah dengan berbagai pertimbangan yang terbaik menurutku.

- tempat kuliah relatif dekat

Kampus keperawatan ini lokasinya sekitar 6 km dari rumah. Kampus ini menyediakan asrama untuk mahasiswanya. Namun kalau ingin pulang ke rumah pun juga tidak masalah. Ini pastinya akan menghemat biaya transport bila dibanding bila harus kuliah di tempat yang lebih jauh. Dan enaknya lagi kampus ini menyediakan asrama untuk mahasiswanya. Namun kalau ingin pulang ke rumah pun juga tidak masalah. Selain fasilitas asrama ada juga jatah makan 3 kali dan disediakan bus kampus untuk transportasi ke tempat-tempat praktikum. Jadi untuk fasilitas benar-benar terjamin.

- waktu pendidikan yang singkat

Jurusan yang kuambil ini adalah program D3. Waktu pendidikan tiga tahun dan setelah lulus saya bisa melamar di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lain.

- peluang kerja

Waktu itu ada yang bilang lulusan perawat banyak dibutuhkan. Dan aku kuliah di kampus negeri yang kualitas lulusannya dikenal bagus. Maka harapannya setelah kuliah ya langsung bisa kerja.

Masa-masa kuliah terlewati dengan stressor paling berat adalah adaptasi dengan kehidupan asrama dan rutinitas perkuliahan yang padat. Namun alhamdulillah semua selesai juga pada waktunya dan tibalah saatnya aku mencari kerja.

Aku mendaftar di rumah sakit negeri melalui tes CPNS dan dua rumah sakit swasta waktu itu. Tes PNS nya diterima sedangkan di dua rumah sakit lainnya tidak lulus seleksi. Dan di tes PNS ini aku memilih RS yang terdekat dengan rumah pastinya sehingga aku tidak perlu merantau ke luar daerah. Dan singkat cerita hingga tahun ini aku telah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai PNS di RS pemerintah di Jogja.
 
Begitulah jalan hidup. Tidak semua orang mendapatkan apa yang dia impikan. Banyak suka duka yang telah dialami saat menjalani kuliah perawat ini maupun saat menjalani pekerjaannya. Namun seiring bertambahnya usia kita semakin bisa bersyukur dan mengambil hikmah dari apa yang terjadi di masa lalu.

Cerita Emas

Wednesday, March 01, 2023

Investasi emas saat ini semakin booming saja. Sepertinya semakin banyak orang tahu kelebihan menabung emas ini, terutama emas batangan. Atau bisa jadi ada yang awalnya seperti saya, ingin menabung untuk jangka panjang tapi tidak ingin berurusan dengan bunga bank.

Salah satu bukti bahwa emas semakin diminati, saat ini kita tidak harus ke Butik Emas Antam atau ke toko emas besar untuk mendapatkan emas batangan. Banyak outlet baik offline maupun online yang menjual emas batangan ini. Bahkan di lingkungan kerja saya ada teman yang sudah berbisnis emas ini dan menjual dalam pecahan kecil.
Dan beberapa waktu lalu saat ke Butik Emas Antam ( setelah sekian lama tidak ke sana ) saya lihat suasananya jauh beda dengan dulu yang sepi. Sekarang pengunjungnya tampak lebih ramai .

Dulu saya tidak pernah tertarik dengan yang namanya perhiasan emas. Bisa jadi karena memang tidak suka memakai macam-macam aksesoris, maka tidak terlintas untuk membeli perhiasan emas. Malah pernah heran saat lagi jalan sama teman tiba-tiba dia mengajak saya melihat perhiasan di sebuah etalase. Dia tampak antusias sekali kalau melihat etalase perhiasan. 

Namun kemudian saya terbawa oleh teman-teman waktu tinggal di asrama perawat. Ada yang punya ide membelanjakan uang insentifnya untuk dibelikan perhiasan. Waktu itu belum familiar yang namanya emas batangan, apalagi yang gram nya kecil. Saya ikut saja karena sepertinya menyisihkan uang dalam bentuk perhiasan adalah ide yang baik. Maka saya beli sesuatu yang paling mungkin dipakai oleh saya yaitu anting-anting. Seingat saya di masa itu saya punya 3 pasang anting-anting.

Setelah sekian lama berlalu, saya berniat menjual satu anting-anting saya karena saya kurang sreg dengan anting-anting ini. Nah, ada cerita lucu. Saya ke pertokoan emas di Jogja yaitu di Ketandan. Sampai di sana anting-anting saya diperiksa dan dicocokkan dengan suratnya. Ternyata surat dan antingnya tidak cocok. Ternyata saya salah bawa surat. He.. Wah saya jadi heran juga karena sepertinya saya tidak salah naruh, tapi kok ternyata salah. Kayak saya ini punya banyak perhiasan, padahal tidak.

Tapi ketidakcocokan itu tidak masalah karena anting-anting tetap bisa dijual setelah diperiksa oleh tukang emas di toko tersebut. Dikatakan bahwa anting-anting saya beratnya 1,200 gram. Karena saya niatnya tukar tambah jadi berat ini kemudian dikonversi sesuai dengan harga emas saat itu.

Sepulang dari toko emas itu saya penasaran dan mencari surat anting-anting saya. Dan ternyata memang masih ada. Dari surat itu ketahuan kalau beratnya dulu 1,150 gr. Lha, saya untung dobel dong. Ada penambahan berat di emasnya dan ternyata harganya lebih tinggi dibanding saat beli dulu. Nggak sengaja ini, he. 

Apapun cerita tentang emas, selalu menunjukkan bahwa emas ini adalah alat investasi yang menenangkan. Saya pernah diberikan sebuah cincin oleh Ibu saya yang dibeli pada tahun 2005. Di surat pembelian tertulis berat emasnya adalah 10.1 gram, dengan harga 1.335.000. Artinya harga per gramnya sekitar 132 ribu. Jika dibandingkan saat ini, anggap saja harga jual emas perhiasan adalah 600 ribuan maka bisa kita pastikan bahwa nilainya tidak turun. Kalaupun tidak untung, karena pada waktu yang sama harga barang-barang sudah naik tinggi juga, tetapi nilai tukarnya masih kuat. Seperti kata seorang penasihat keuangan : "Emas tidak akan membuat kita semakin kaya, tetapi emas akan membuat kita tetap kaya." 

Tuesday, 12 October 2021

Journaling

Tuesday, October 12, 2021

Setelah berbulan-bulan ( hampir 2 tahun, he ) tidak menulis di blog ini maupun di blog Catatan Yoen, saya akhirnya bisa posting lagi. Padahal selama berbulan-bulan itu banyak sekali yang bisa diceritakan. Saat pertama merawat pasien covid misalnya, pasti menarik untuk diceritakan. Atau perubahan pola hidup selama pandemi yang panjang dengan segala cerita suka dan dukanya.


menulis jurnal


Kali ini saya ingin menulis tentang sesuatu yang baru yang saya kerjakan, yaitu 'journaling'.
Di sebuah postingan YouTube, saya mengenal istilah 'journaling' ini. Sebuah kegiatan menulis catatan harian baik untuk merencanakan kegiatan sehari-hari maupun menulis bebas tentang apa-apa yang ingin ditulis oleh penulisnya. Bukan sesuatu yang asing sebenarnya karena sejak dulu kita sudah mengenal yang namanya buku diary. Tapi bagi saya tetap menjadi hal baru karena saya memang tidak punya kebiasaan menulis buku diary.


Saya sendiri tertarik ingin menulis buku harian ini sebagai stress release. Banyak hal yang saya rasakan belakangan ini yang menguras pikiran dan emosi. Katanya dengan menuliskannya, masalah-masalah kita akan terlokalisir, alias tidak nggrambyang kalau istilah Jawanya. Dan ini juga untuk 'pengalihan' yang mana kalau ada waktu luang saya biasanya lebih banyak membuka medsos atau membuka aplikasi market place. Sesuatu yang sangat tidak produktif.


Dari berbagai pilihan aktivitas yang ada, saya merasa cocok dengan kegiatan menulis manual ini. Meski sejak dulu sudah sering menulis, salah satunya ngeblog ini, tetapi menulis manual itu sesuatu yang sangat berbeda. Tulisan di blog Saya dulu kebanyakan ditulis untuk eksistensi ngeblog. Memikirkan bagaimana agar tulisan bisa  muncul di mesin pencari atau kadang bertujuan ikut lomba menulis untuk mendapatkan hadiah. Bahkan awal-awal ngeblog dulu saya bermimpi bisa memasang iklan di blog.


Nah, journaling karena tujuannya sebagai stress release, isi jurnal saya akan lebih banyak berisi tentang ungkapan perasaan. Saya berencana akan menulis tentang beberapa kejadian yang beberapa waktu ini menguras emosi saya. Lalu saya juga akan menuliskan apa-apa yang membuat saya gembira pada waktu sekarang maupun di masa lalu. Begitu juga kalau ada kejadian yang berkesan. Dan juga sepertinya menarik kalau suatu saaat berjumpa dengan seseorang dan mendapatkan sesuatu yang menarik dari orang tersebut kemudian kita menuliskannya di sebuah catatan, he. Dan banyak lagi ide tulisan yang sudah saya kumpulkan untuk mengisi buku harian saya.


Jadi dengan kata lain sekarang saya punya dua media untuk menulis. Kalau tulisan itu sifatnya rahasia maka saya akan menuliskannya di jurnal pribadi. Saya tidak perlu memikirkan apakah orang lain akan suka atau tidak. Ada manfaatnya atau tidak. Tetapi kalau tulisan itu sekiranya ada manfaatnya dan tidak berkenaan dengan rahasia orang maka saya akan menuliskannya di blog ini.


Bila lazimnya orang menulis jurnal itu menggunakan kertas dan pulpen, maka untuk menulis jurnal ini saya memakai dua cara, yaitu dengan diketik dan tulis tangan. Baik menulis dengan tangan atau mengetik semuanya punya kelebihannya. Bila tulisan diketik maka hasil ketikan akan saya cetak kemudian saya masukkan ke dalam binder. Suatu ketika entah kapan mungkin saya akan membaca tulisan saya sendiri.
Sedangkan menulis manual katanya akan lebih memberikan terapi bagi jiwa. Dan banyak yang bilang tulisan tangan saya itu bagus loh, he, jadi jangan sampai itu tidak digunakan untuk menulis sesuatu yang bermakna untuk saya sendiri.

Apakah anda juga suka menulis jurnal? Yuk, berbagi cerita tentang menulis jurnal ini.

Tuesday, 24 December 2019

Cerita Saya Mendaftar Mobile Banking dan Internet Banking

Tuesday, December 24, 2019
Mendaftar Mobile Banking dan Internet Banking

Sudah lama tidak ke kantor bank dan memang sebenarnya saya agak segan untuk datang ke kantor bank kalau urusannya tidak darurat. Selain karena antrian yang lama setelah urusan pokok kita selesai kadang masih ditawari dengan beberapa produk bank yang bikin saya senyam senyum karena kalau langsung menolak nggak enak juga sama cs nya, he.

Belum lama ini mau tak mau saya harus mendatangi kantor bank karena tidak bisa log ini di internet banking versi yang baru. Sebenarnya sudah cukup lama layanan internet banking ini dialihkan ke versi yang baru di mana para nasabah harus mendaftar ulang untuk aktivasinya. Tapi saya nya aja yang agak menyepelekan sehingga sampai website versi lamanya ditutup saya belum juga mendaftar.

Awalnya saya ke kantor bank yang terdekat dengan tempat kerja saya. Di sana saya diterima oleh satpam yang menanyakan keperluan saya. Saya bilang bahwa saya ingin ke customer service dan bertanya mengapa saya tidak bisa log in di website versi yang baru. Waktu itu dijawab oleh satpam nya bahwa halaman website tersebut sekarang sudah tidak bisa dan dialihkan ke mobile banking. Satpam juga menyarankan agar saya mendownload terlebih dahulu aplikasinya apabila saya belum mendownload.

Saya sebenarnya agak kurang yakin dengan penjelasan bapak satpam ini. Rasanya aneh kalau layanan internet banking itu tidak bisa digunakan lagi. Dan sepemahaman saya, aplikasi di smartphone itu beda dengan website bank yang saya buka melalui browser. Tapi sayang karena terkendala sinyal yang sangat jelek, saya tidak bisa membuka website yang saya maksud dan menunjukkannya ke satpam.

Akhirnya karena hampir setengah jam saya tidak bisa membuka websitenya saya memilih pulang saja. Saya pikir tidak ada gunanya juga kalau bisa ketemu dengan cs kalau handphone saya tidak bisa terkoneksi dengan internet. Namun sebelum pulang itu saya sudah memulai proses mengunduh aplikasi mobile banking nya. Kata pak satpam sih itu aplikasinya.

Lain hari saya kembali datang ke kantor bank lain yang lebih dekat dengan rumah saya. Sama seperti di kantor bank yang pertama, saya di tanya sama satpamnya apa keperluan saya. Ketika saya bilang akan menanyakan kenapa tidak bisa log in di internet banking, dijawab bahwa sekarang sudah dialihkan ke mobile banking. Saya bilang ke satpamnya bahwa saya memakai internet banking dan bukan aplikasi mobile banking dan masalah saya saat ini adalah saya tidak bisa log in. Saya sempat membuka halaman websitenya dan menunjukkannya ke satpam, namun jawabannya sama bahwa website tersebut sudah tidak bisa lagi ...

Masih merasa aneh dengan jawaban pak satpam yang kurang lebih intinya website bank ini tidak bisa lagi. Tapi dari pada saya pusing akhirnya saya ngikut proses yang harus di lakukan yaitu mendaftar di ATM kemudian mengisi formulir permintaan aktivasi internet banking dan yang penting mengantri ke customer service untuk bertanya langsung.

Sampai giliran saya, permintaan aktivasi mobile banking saya di verifikasi dan tinggal aktivasinya di aplikasi. Karena saya sudah disuruh download sebelumnya maka saya tunjukkan aplikasi yang telah saya download sebelumnya. Wk wk .. ternyata aplikasi yang saya download kemarin bukanlah aplikasi yang dimaksud. Aplikasi tersebut diperuntukkan bagi perusahaan dan bukan nasabah individu. Eh, pantesan saya agak aneh dengan nama aplikasinya yang ada tulisan 'bisnis', tapi karena sudah di iyakan oleh satpam di kantor sebelumnya ya saya manut saja.

Sepertinya memang saya harus bersabar dengan proses pendaftaran mobile banking ini karena ketika membuka Playstore aplikasi yang harus saya download tidak muncul. Dibilangin sama cs nya mungkin versi android saya tidak mendukung karena aplikasi ini hanya didukung oleh android versi 5 ke atas. Gubrakk ...

Memang betul sih handphone saya androidnya versi 4. Padahal saat ini sudah versi 10. Jadi ternyata handphone saya kurang update alias sudah tergolong jadul. Dan saya harus upgrade versi android saya atau ganti handphone agar saya bisa mendownload aplikasi ini, he.

Akhirnya keinginan saya untuk menggunakan layanan internet banking atau mobile banking harus tertunda. Sementara ini semua urusan bayar membayar dan transfer harus terencana dengan lebih baik karena saya hanya bisa bertransaksi lewat ATM.  Untuk upgrade androidnya sepertinya tidak sesederhana yang saya bayangkan karena sejak lima tahun lalu handphone saya tidak pernah diutak-atik alias sudah jauh ketinggalan. Dan untuk beli handphone baru, tampaknya ini solusi terbaik namun harus merogoh kocek dalam-dalam. Hmm ...