Saturday, 26 October 2024
Menjadi Tim Kesehatan Tes CPNS
Wednesday, 1 March 2023
Tentang Cita-cita
Manusia merencanakan Tuhan yang menentukan. Manusia punya impian namun kenyataan kadang tidak seperti yang kita bayangkan. Ini adalah cerita tentang cita-cita…
Pada akhirnya aku memilih tempat kuliah dengan berbagai pertimbangan yang terbaik menurutku.
- tempat kuliah relatif dekat
- waktu pendidikan yang singkat
- peluang kerja
Cerita Emas
Tuesday, 12 October 2021
Journaling
Setelah berbulan-bulan ( hampir 2 tahun, he ) tidak menulis di blog ini maupun di blog Catatan Yoen, saya akhirnya bisa posting lagi. Padahal selama berbulan-bulan itu banyak sekali yang bisa diceritakan. Saat pertama merawat pasien covid misalnya, pasti menarik untuk diceritakan. Atau perubahan pola hidup selama pandemi yang panjang dengan segala cerita suka dan dukanya.
![]() |
Kali ini saya ingin menulis tentang sesuatu yang baru yang saya kerjakan, yaitu 'journaling'.
Di sebuah postingan YouTube, saya mengenal istilah 'journaling' ini. Sebuah kegiatan menulis catatan harian baik untuk merencanakan kegiatan sehari-hari maupun menulis bebas tentang apa-apa yang ingin ditulis oleh penulisnya. Bukan sesuatu yang asing sebenarnya karena sejak dulu kita sudah mengenal yang namanya buku diary. Tapi bagi saya tetap menjadi hal baru karena saya memang tidak punya kebiasaan menulis buku diary.
Saya sendiri tertarik ingin menulis buku harian ini sebagai stress release. Banyak hal yang saya rasakan belakangan ini yang menguras pikiran dan emosi. Katanya dengan menuliskannya, masalah-masalah kita akan terlokalisir, alias tidak nggrambyang kalau istilah Jawanya. Dan ini juga untuk 'pengalihan' yang mana kalau ada waktu luang saya biasanya lebih banyak membuka medsos atau membuka aplikasi market place. Sesuatu yang sangat tidak produktif.
Dari berbagai pilihan aktivitas yang ada, saya merasa cocok dengan kegiatan menulis manual ini. Meski sejak dulu sudah sering menulis, salah satunya ngeblog ini, tetapi menulis manual itu sesuatu yang sangat berbeda. Tulisan di blog Saya dulu kebanyakan ditulis untuk eksistensi ngeblog. Memikirkan bagaimana agar tulisan bisa muncul di mesin pencari atau kadang bertujuan ikut lomba menulis untuk mendapatkan hadiah. Bahkan awal-awal ngeblog dulu saya bermimpi bisa memasang iklan di blog.
Nah, journaling karena tujuannya sebagai stress release, isi jurnal saya akan lebih banyak berisi tentang ungkapan perasaan. Saya berencana akan menulis tentang beberapa kejadian yang beberapa waktu ini menguras emosi saya. Lalu saya juga akan menuliskan apa-apa yang membuat saya gembira pada waktu sekarang maupun di masa lalu. Begitu juga kalau ada kejadian yang berkesan. Dan juga sepertinya menarik kalau suatu saaat berjumpa dengan seseorang dan mendapatkan sesuatu yang menarik dari orang tersebut kemudian kita menuliskannya di sebuah catatan, he. Dan banyak lagi ide tulisan yang sudah saya kumpulkan untuk mengisi buku harian saya.
Jadi dengan kata lain sekarang saya punya dua media untuk menulis. Kalau tulisan itu sifatnya rahasia maka saya akan menuliskannya di jurnal pribadi. Saya tidak perlu memikirkan apakah orang lain akan suka atau tidak. Ada manfaatnya atau tidak. Tetapi kalau tulisan itu sekiranya ada manfaatnya dan tidak berkenaan dengan rahasia orang maka saya akan menuliskannya di blog ini.
Bila lazimnya orang menulis jurnal itu menggunakan kertas dan pulpen, maka untuk menulis jurnal ini saya memakai dua cara, yaitu dengan diketik dan tulis tangan. Baik menulis dengan tangan atau mengetik semuanya punya kelebihannya. Bila tulisan diketik maka hasil ketikan akan saya cetak kemudian saya masukkan ke dalam binder. Suatu ketika entah kapan mungkin saya akan membaca tulisan saya sendiri.
Sedangkan menulis manual katanya akan lebih memberikan terapi bagi jiwa. Dan banyak yang bilang tulisan tangan saya itu bagus loh, he, jadi jangan sampai itu tidak digunakan untuk menulis sesuatu yang bermakna untuk saya sendiri.
Apakah anda juga suka menulis jurnal? Yuk, berbagi cerita tentang menulis jurnal ini.
Tuesday, 24 December 2019
Cerita Saya Mendaftar Mobile Banking dan Internet Banking
Sudah lama tidak ke kantor bank dan memang sebenarnya saya agak segan untuk datang ke kantor bank kalau urusannya tidak darurat. Selain karena antrian yang lama setelah urusan pokok kita selesai kadang masih ditawari dengan beberapa produk bank yang bikin saya senyam senyum karena kalau langsung menolak nggak enak juga sama cs nya, he.
Belum lama ini mau tak mau saya harus mendatangi kantor bank karena tidak bisa log ini di internet banking versi yang baru. Sebenarnya sudah cukup lama layanan internet banking ini dialihkan ke versi yang baru di mana para nasabah harus mendaftar ulang untuk aktivasinya. Tapi saya nya aja yang agak menyepelekan sehingga sampai website versi lamanya ditutup saya belum juga mendaftar.
Awalnya saya ke kantor bank yang terdekat dengan tempat kerja saya. Di sana saya diterima oleh satpam yang menanyakan keperluan saya. Saya bilang bahwa saya ingin ke customer service dan bertanya mengapa saya tidak bisa log in di website versi yang baru. Waktu itu dijawab oleh satpam nya bahwa halaman website tersebut sekarang sudah tidak bisa dan dialihkan ke mobile banking. Satpam juga menyarankan agar saya mendownload terlebih dahulu aplikasinya apabila saya belum mendownload.
Saya sebenarnya agak kurang yakin dengan penjelasan bapak satpam ini. Rasanya aneh kalau layanan internet banking itu tidak bisa digunakan lagi. Dan sepemahaman saya, aplikasi di smartphone itu beda dengan website bank yang saya buka melalui browser. Tapi sayang karena terkendala sinyal yang sangat jelek, saya tidak bisa membuka website yang saya maksud dan menunjukkannya ke satpam.
Akhirnya karena hampir setengah jam saya tidak bisa membuka websitenya saya memilih pulang saja. Saya pikir tidak ada gunanya juga kalau bisa ketemu dengan cs kalau handphone saya tidak bisa terkoneksi dengan internet. Namun sebelum pulang itu saya sudah memulai proses mengunduh aplikasi mobile banking nya. Kata pak satpam sih itu aplikasinya.
Lain hari saya kembali datang ke kantor bank lain yang lebih dekat dengan rumah saya. Sama seperti di kantor bank yang pertama, saya di tanya sama satpamnya apa keperluan saya. Ketika saya bilang akan menanyakan kenapa tidak bisa log in di internet banking, dijawab bahwa sekarang sudah dialihkan ke mobile banking. Saya bilang ke satpamnya bahwa saya memakai internet banking dan bukan aplikasi mobile banking dan masalah saya saat ini adalah saya tidak bisa log in. Saya sempat membuka halaman websitenya dan menunjukkannya ke satpam, namun jawabannya sama bahwa website tersebut sudah tidak bisa lagi ...
Masih merasa aneh dengan jawaban pak satpam yang kurang lebih intinya website bank ini tidak bisa lagi. Tapi dari pada saya pusing akhirnya saya ngikut proses yang harus di lakukan yaitu mendaftar di ATM kemudian mengisi formulir permintaan aktivasi internet banking dan yang penting mengantri ke customer service untuk bertanya langsung.
Sampai giliran saya, permintaan aktivasi mobile banking saya di verifikasi dan tinggal aktivasinya di aplikasi. Karena saya sudah disuruh download sebelumnya maka saya tunjukkan aplikasi yang telah saya download sebelumnya. Wk wk .. ternyata aplikasi yang saya download kemarin bukanlah aplikasi yang dimaksud. Aplikasi tersebut diperuntukkan bagi perusahaan dan bukan nasabah individu. Eh, pantesan saya agak aneh dengan nama aplikasinya yang ada tulisan 'bisnis', tapi karena sudah di iyakan oleh satpam di kantor sebelumnya ya saya manut saja.
Sepertinya memang saya harus bersabar dengan proses pendaftaran mobile banking ini karena ketika membuka Playstore aplikasi yang harus saya download tidak muncul. Dibilangin sama cs nya mungkin versi android saya tidak mendukung karena aplikasi ini hanya didukung oleh android versi 5 ke atas. Gubrakk ...
Memang betul sih handphone saya androidnya versi 4. Padahal saat ini sudah versi 10. Jadi ternyata handphone saya kurang update alias sudah tergolong jadul. Dan saya harus upgrade versi android saya atau ganti handphone agar saya bisa mendownload aplikasi ini, he.
Akhirnya keinginan saya untuk menggunakan layanan internet banking atau mobile banking harus tertunda. Sementara ini semua urusan bayar membayar dan transfer harus terencana dengan lebih baik karena saya hanya bisa bertransaksi lewat ATM. Untuk upgrade androidnya sepertinya tidak sesederhana yang saya bayangkan karena sejak lima tahun lalu handphone saya tidak pernah diutak-atik alias sudah jauh ketinggalan. Dan untuk beli handphone baru, tampaknya ini solusi terbaik namun harus merogoh kocek dalam-dalam. Hmm ...








